Tiga Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Gadis Baduy Ditangkap

Tiga Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Gadis Baduy Ditangkap
Serang, Obsessionnews.com - Polisi akhirnya berhasil melacak tiga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan gadis suku Baduy. Masing-masing pelaku ditangkap di tempat yang berbeda, yakni di Palembang dan Lebak, Banten. Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto mengungkapkan pelaku utama berinisial AMS alias E ditangkap di Palembang pada Rabu (4/9/2019). "Satu pelaku utama ditangkap di Palembang. Ini nanti kami ekspose di Mapolda Banten," kata Dani di Serang, Banten, Kamis (5/9/2019). Sementara itu, kata Dani, pelaku lain berinisial AR dan F ditangkap di Desa Nayagati, Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Keduanya saat ini masih dalam pemeriksaan kepolisian. Gadis asal Baduy Luar bernama Sawi (13) ditemukan meninggal dunia di dalam saung dengan penuh luka dan bersimbah darah, pada Jumat, 30 Agustus 2019 sekitar pukul 16.00 WIB. Saung itu berada di tengah perkebunan, dengan jarak sekitar 5 kilometer dari perkampungan terdekat. Jauhnya lokasi, menjadi tantangan bagi pihak kepolisian saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari penuturan saksi, pada hari Jumat, sekitar pukul 06.00 WIB, korban ditinggal orang tua dan kakaknya bekerja. Sementara itu, gadis Baduy itu sendirian di dalam saung milik Sarka, yang berlokasi di tengah perkebunan Kampung Kadu Helang, Desa Cisimet Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.   Halaman Selanjutnya "Kakak korban pulang sekitar jam 15.30 WIB ke saung, melihat depan saung ada darah. Lalu kakak korban membuka pintu melihat adiknya dalam keadaan bersimbah darah, meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardy, melalui pesan singkatnya, Sabtu (31/08/2019). Kakak korban pun mencari pertolongan dan berlari ke arah kebun. Berharap ada petani lainnya. Hingga akhirnya bertemu Sahrudin, warga tetangga kampung, tepatnya di Kampung Kipar, Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. "Kakak korban langsung memcari pertolongan dan ketemu dengan Sahrudin, warga tetangga kampung, masih satu desa," terangnya. Sahrudin kemudian melaporkan ke pihak kepolisian di Polsek Leuwidamar. Laporan dilanjutkan ke Polres Lebak dan Polda Banten. "Diduga korban menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan. Kita sedang mengembangkan kasus tersebut," ujarnya. Aksi pembunuhan dan pemerkosaan ini juga dikecam oleh para tetua adat Baduy. Hampir tak pernah ada warga Baduy dibunuh dan diperkosa sebelumnya. "Kejadian luar biasa, bagi warga Baduy, kami merasakan ngeri. Soalnya yang melakukan seperti ini bukan pikiran manusia, pikiran setan," kata Jaro Saija selaku kepala desa adat. (Albar)