Separuh dari Ibu Hamil Terkena Anemia

Separuh dari Ibu Hamil Terkena Anemia
Angka kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia masih sangat tinggi. Satu dari dua ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Anemia pada ibu hamil menyebabkan banyak dampak pada ibu dan janin yang dikandungnya yaitu mudah lelah, letih, lesu, berkunang-kunang, pingsan, tumbuh kembang janin kurang optimal, dan setelah anak lahir bisa mengalami stunting. Demikian diungkapkan oleh Ketua Jurusan (Kajur) Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Mekar Dwi Anggraeni, M.Kep.,Ph.D. saat menyampaikan pemaparan kepada Ir.Alief Einstein,M.Hum selaku Koordinator Sistem Informasi Unsoed, minggu lalu. Mekar Dwi Anggraeni yang terpilih menjadi Dosen Berprestasi Unsoed Peringkat I Kategori Sains dan Teknologi ini menuturkan, idealnya semua ibu hamil dilakukan deteksi dini anemia secara teratur untuk mencegah terjadinya anemia dan jika seorang ibu hamil mengalami anemia maka bisa segera dilakukan penanganan oleh tenaga kesehatan. “Metode pengukuran kadar hemoglobin dalam darah yang sudah ada menggunakan jarum untuk mengambil sampel darah (invasive) dan hal ini menimbulkan ketidaknyamanan pada beberapa ibu hamil yang takut dengan jarum,” ujar Mekar yang juga Bendahara di Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Komisariat Unsoed. Guna menyederhanakan cara mendeteksi dini kadar hemoglobin tersebut, Mekar selaku peneliti Laboratorium Keperawatan maternitas, Fakultas Ilmu-Ilmu kesehatan (Fikes), UNSOED, telah melakukan penelitian tentang metode deteksi dini anemia tanpa menggunakan jarum. Menurut Mekar, ibu hamil bisa melakukan deteksi dini anemia sendiri dengan menggunakan aplikasi yang bisa didownload secara gratis di telepon seluler. Aplikasi tersebut diberi nama Denia (Deteksi Dini Anemia). Mekar yang juga Ketua bidang penelitian Ikatan Perawat Maternitas Indonesia (IPEMI) Kabupaten Banyumas, menyatakan bahwa Ibu hamil bisa melakukan deteksi dini anemia dengan cara mengambil foto area kelopak mata bagian bawah (seperti selfie) dan memasukan gambar ke dalam aplikasi. Selanjutnya ibu bisa mengetahui kadar hemoglobin dalam darahnya. “Dalam aplikasi Denia juga tersedia keterangan tentang definisi anemia, penyebab anemia, dampak anemia, tanda dan gejala anemia, pencegahan anemia, dan lokasi fasilitas kesehatan terdekat dari tempat tinggal ibu,” jelas Alumni S3 Keperawatan Prince of Songkla University, Thailand. Menariknya juga, lanjut dia, aplikasi ini dilengkapi dengan fasilitas komunikasi antara pengguna dengan kader kesehatan setempat, sehingga hasil pengujian dapat dimonitoring oleh tenaga kesehatan, tanpa harus mendatangi satu persatu untuk mengetahui kesehatan ibu hamil. “Hal ini tentu saja mendukung era industri 4.0 yang memudahkan interaksi antar manusia dengan memanfaatkan teknologi informasi,” tandasnya. Selanjutnya Mekar selaku ahli di bidang Keperawatan Maternitas (kesehatan ibu dan reproduksi wanita) mengatakan bahwa pengembangan Denia menggunakan prinsip perubahan warna yang dikenal sebagai metode kolorimetri. “Semakin tinggi kadar hemoglobin darah akan menimbulkan warna kelopak mata semakin pink kemerahan sedangkan pada penderita anemia warna kelopak mata terlihat pucat (putih). Warna kelopak mata selanjutnya dibandingkan dengan kadar hemoglobin ibu hamil melalui uji persamaan regresi,” paparnya. Hasil uji regresi menujukkan gambar yang diperoleh menggunakan aplikasi Denia memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar hemoglobin ibu hamil. Khusus dalam proses pengembangan Denia, Mekar bekerja sama dengan peneliti dari Laboratorium Biokimia, FMIPA, UNSOED yang memiliki pengalaman dalam pengembangan berbagai alat biosensor. Hasil penelitian Mekar telah dipublikasikan dalam prosiding seminar dengan judul Non-invasive self-care anemia detection during pregnancy using a smartphone. Alasan Mekar menggunakan telepon seluler sebagai alat untuk deteksi dini anemia adalah pengguna telepon seluler di Indonesia saat ini sangat banyak. Tenaga kesehatan dapat menggunakan telepon seluler sebagai media untuk edukasi dan promosi kesehatan. Mekar berharap ibu hamil dan masyarakat secara umum bisa menggunakan Denia untuk melakukan deteksi dini anemia menggunakan aplikasi Denia. Caranya cukup mudah yaitu buka playstore, install Denia di telepon seluler, ambil gambar kelopak mata bagian bawah dan akan muncul kadar hemoglobin darah. “Ibu hamil juga bisa mengetahui apakah saat ini mengalami anemia atau tidak dengan cara melihat informasi tentang pengkategorian anemia pada ibu hamil di aplikasi Denia,” tegasnya. Hasil penelitian ini pun mengantarkan Mekar menjadi Dosen berprestasi Peringkat I Bidang Sains dan Teknologi di UNSOED, yang diumumkan pada upacara peringatan HUT ke-74 RI pada 17 Agustus 2019. Software Denia ini menurut Mekar masih terus dikembangkan dan disempurnakan melalui uji validasi dengan melibatkan responden dari berbagai wilayah di Indonesia yang akan memberikan masukan dan saran untuk perbaikan. (*)