7 Kebiasaan Unik Merayakan Idul Adha di Berbagai Negara

7 Kebiasaan Unik Merayakan Idul Adha di Berbagai Negara
Jakarta, Obsessionnews.com - Tak terasa tidak lama lagi umat Muslim di seluruh dunia akan merayakan hari raya Idul Adha pada 9 Agustus 2019 mendatang. Di Indonesia sendiri biasanya perayaan Idul Adha dilakukan dengan pemotongan hewan sapi atau kambing. Tidak hanya itu, di Indonesia umumnya setelah berkurban masyarakat banyak yang mengolah dagingnya untuk disate, dibuat bakso, disemur, atau dijadikan rendang dan juga dibuat sup kambing atau sapi. Namun di beberapa negara lain nampaknya berbeda. Berikut 7 kebiasaan unik merayakan hari raya Idul Adha di negara-negara luar. 1. Kurban unta di Arab Saudi Arab Saudi menjadi negara yang paling besar merayakan Idul Adha. Sebab, kurban dari Pemerintah Kerajaan nantinya akan dibagikan kepada negara-negara lain seperti di kawasan Afrika, Asia Tengah dan Asia Selatan. Jika di Indonesia kebanyakan hewan yang dijadikan kurban adalah kambing dan sapi, lain halnya di Arab Saudi. Hewan yang biasanya dijadikan kurban masyarakat Arab Saudi adalah unta. Di Indonesia kurban unta tidak ditemukan. 2. Tradisi mudik di Bangladesh Jika di Indonesia tradisi mudik selalu identik dengan Idul Fitri, lain halnya di Bangladesh. Di negara ini tradisi mudik justru jatuh setiap kali perayaan Idul Adha yang biasanya berlangsung selama tiga hari. Mereka memanfaatkan libur Idul Adha untuk bertemua sanak saudara. 3. Hidangan khas Mrouzia dan Boulfaf di Maroko Di Maroko hewan yang dijadikan untuk kurban banyak sapi dan domba. Namun mereka akan menyajikan dalam bentuk Mrozia dan Boulfaf. Kedua makanan ini merupakan makanan khas yang disajikan masyarakat Maroko saat Idul Adha. Daging yang akan diolah menjadi Mrozia dan Boulfaf harus dibakar ataupun direbus terlebih dahulu. 4. Bazar Idul Adha di Singapura Meski bukan dikenal dengan negara penduduk Muslim, Singapura rupanya tak mau kalah dalam menyambut perayaan Idul Adha dengan Indonesia terutama. Di Singapura setiap menjelang hari raya, baik Hari Raya Idul Fitri maupun Hari Raya Idul Adha, selalu diadakannya bazar yang meriah di kawasan Kampong Glam dan Geylang Serai. 5. Perayaan Idul Adha empat hari penuh di Cina Walaupun agama Islam di Cina adalah minoritas, tapi perayaan Idul Adha di sana sangat meriah. Sama halnya dengan Pakistan, perayaan Idul Adha di China berlangsung selama empat hari, dan masyarakat Islam di sana memanfaatkan momen Idul Adha dengan baik. Mereka akan mengumandangkan takbir, tadarus Al Qur'an dan berkumpul bersama masyarakat muslim lainnya dengan saling memberikan bingkisan. 6. Di Mesir penyembelihan hewan kurban di jalan Bagi masyarakat Mesir yang tidak begitu menyukai bau kambing ataupun takut darah sebaiknya tidak keluar rumah saat Idul Adha. Bukan apa-apa, hal ini dikarenakan kebiasaan masyarakat Mesir yang menyembelih hewan kurban di jalan-jalan, yang tentu saja warna merah dari darah hewan kurban akan menghiasai jalan-jalan di Mesir. 7. Memandikan hewan kurban di Pakistan Lebih lama dari Bangladesh, Idul Adha di Pakistan berlangsung selama empat hari. Pelaksanaan Idul Adha di Pakistan selalu lebih meriah dari Idul Fitri. Seluruh hewan kurban yang akan disembelih harus mengikuti tradisi berupa dimandikan terlebih dahulu dan setelahnya hewan-hewan tersebut diberi hiasan dari bunga. Jadi, hewan kurbannya terlihat cantik. (Albar)