Kebiasaan Nyeleneh Wanita Inggris Zaman Dulu

Jakarta, Obsessionnews.com - Dalam kebudayaan masyarakat Inggris zaman dahulu ada karakter yang begitu melekat dari Wanita Era Abad 18 dan 19 di Kepemimpinan Ratu Victoria (Alexandrina Victoria), yaitu kebiasaan yang sangat aneh bahkan mengerikan. Berbanding terbalik dengan puncak kejayaan Ingris dari Revolusi Industri, masa perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi, di Britania Raya era kekuasaan Victoria. Penasaran seperti apa tingkah laku mereka? Simak ulasannya berikut ini: Suka Pura-Pura (Belagak) Pingsan Gadis-gadis di Era Victoria memang terkenal cantik dan akan melakukan apapun untuk kecantikan mereka. Tidak hanya kecantikan fisik, para gadis ini juga “dituntut” untuk memiliki sifat, gerak-gerik, dan tutur kata yang anggun, seanggun Ratu Victoria. Pada Era ini, melihat gadis pingsan adalah hal yang wajar yang terjadi hampir setiap saat. Seorang gadis akan pingsan sebagai reaksi dari takut, kaget, atau sedih. Pingsan dianggap sebagai perwujudan dari sikap lemah lembut dan para pria yang menangkap sang wanita ketika pingsan akan dianggap sebagai pria gentle. Suka Berpuasa dan Tidak Makan Seumur Hidup Fenomena ini dikenal dengan nama “the fasting girl”. Gadis-gadis ini mengaku memiliki kemampuan untuk berpuasa, alias tidak memakan atau meminum apapun seumur hidupnya. Fenomena ini terjadi karena para gadis ingin terkenal sebagai pribadi dan makhluk yang unik. Namun, menurut pengakuan orang terdekat dari para “fasting girls” gadis-gadis ini tetap makan seperti orang biasa. Namun, pura-pura tidak makan di depan umum. Salah satu fasting girl yang terkenal adalah Mollie Fancer yang mengaku bahwa dirinya tidak makan selama empat belas tahun. Trend Mode Miliki Pinggang Super Kecil Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, penampilan adalah segalanya bagi wanita di zaman Victoria. Dan, kriteria “cantik” di era tersebut memang acapkali membuat tercengang. Pada masa itu, semakin kecil pinggang wanita maka semakin cantik pula ia di mata masyarakat. Sejak itulah teknik mengikat pinggang mulai terkenal. Wanita-wanita akan memakan korset yang demikian ketat dan menggunakan ikatan khusus di bagian pinggang sehingga pinggang mereka menjadi sangat kecil. Gadis dengan pinggang kecil seperti ini dianggap akan lebih anggun jika memakai gaun. Tato sebagai Gaya Hidup Penunjang Fesyen Tato mungkin adalah hal yang lumrah saat ini. Baik para wanita ataupun pria, tua maupun muda, banyak yang menyukai seni merajah tubuh ini, tetapi di abad ke 19 hanya hanya para kriminal yang menato tubuhnya. Namun pada tahun 1862, anak dari Ratu Victoria, Pince of Wales menato tubuhnya ketika sedang berada di Jerusalem. Sejak itu, para anak muda di Inggris mengikuti tato sebagai sebuah trend. Di sebuah artikel di tahun 1898 menyebutkan bahwa ada lebih dari 100.000 orang yang memiliki tato di tubuhnya kala itu. Penggunaan Racun Arsenic sebagai Kosmetik Kecantikan dan Vitalitas Pria Arsenik adalah zat kimia berbahaya yang dapat larut dalam air. Racun ini dikenal sangat berbahaya karena bisa menyerang organ vital manusia jika dibiarkan menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan kematian yang instan. Namun, di Era Victoria, racun ini justru digunakan sebagai bahan kosmetik. Para wanita berlomba-lomba mencampurkan arsenik ke dalam air mandi mereka. Mereka juga mencampurkan bahan berbahaya itu di dalam sampo dan sabun. Para pria juga tidak mau ketinggalan. Mereka meminum pil arsenik untuk meningkatkan vitalitas. Namun apakah arsenik punya efek terhadap kecantikan dan vitalitas? Sayangnya tidak, tetapi orang-orang di kala itu terus menggunakannya karena itulah trend yang sedang berkembang. (Giattri)





























