Dilarang, Dua Muslimah Berenang Pakai Burkini di Prancis

Muslimah di Prancis tidak mematuhi larangan di kolam renang setempat dengan mengenakan burkini, bertentangan dengan peraturan yang melarang pemakaian burkini di tempat umum. Lewat aksi protes yang terinspirasi perintis hak sipil AS, Rosa Parks, mereka berenang memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh – kecuali muka, tangan dan kaki – di kota Grenoble pada Minggu (23/6). Kolam renang Jean Bron adalah salah satu tempat di Prancis yang melarang penggunaan burkini. Banyak orang di negara itu memandang pakaian renang berbentuk burkini sebagai simbol Islam sebagai kekuatan politik dan tidak sejalan dengan sekularisme. "Operasi burkini" diluncurkan bulan lalu oleh anggota kelompok Persatuan Warga Grenoble untuk membela hak perempuan Muslim. Setelah memakai burkini, anggota Muslim kelompok ini diberitahu para penjaga bahwa pakaian mereka dilarang. Meski begitu, mereka tetap memasuki kolam dan berenang sekitar satu jam dengan anggota masyarakat lainnya, yang kebanyakan dari mereka menunjukkan dukungan. https://twitter.com/alliancecitoyen/status/1142848660461559809 Para perempuan ini kemudian ditanyai polisi dan didenda 35 euro atau Rp560.000 karena melanggar hukum, lapor media France Bleu. Saat berbicara dengan BBC, kedua perempuan Muslim yang terlibat dalam unjuk rasa, Hassiba dan Latifa, mengatakan mereka memiliki hak yang sama dengan warga lainnya. "Kami bermimpi: bergembira di kolam renang seperti warga lainnya, menemani anak-anak kami, kapan pun mereka ingin berenang, sementara cuaca sangat menyengat pada musim panas di sini di Grenoble. "Kami harus memerangi kebijakan diskriminatif dan berprasangka di Prancis, karena kami sebenarnya dilarang untuk menjalankan hak sipil dalam menggunakan sarana umum dan bangunan milik kota." Lewat Facebook, Persatuan Warga menyatakan tindakan ini adalah bagian dari kampanye yang dimulai pada bulan Mei 2018 lewat petisi yang ditandatangani lebih dari 600 Muslimah yang mendesak wali kota Grenoble, Éric Piolle untuk mengubah peraturan kolam renang umum. [caption id="attachment_284556" align="alignnone" width="480"]
Muslimah berbukini berenang di kolam renang Prancis. (BBC)[/caption] Saat merespons kejadian hari Minggu, anggota partai kanan-tengah Prancis, Partai Republik, Matthieu Chamussy mengatakan: "Islam berhaluan politik bergerak maju selangkah demi selangkah dan nasib perempuan bergerak mundur." Burkini, campuran kata "burka" dan "bikini", dipakai perempuan Muslim agar mereka mereka dapat berenang di tempat umum dan tetap menjaga kesopanan. Tetapi burkini menjadi kontroversial di Prancis karena pemerintahan sejumlah kota mengusulkan pelarangan sama sekali pakaian itu. Tahun 2010, Prancis menjadi negara pertama Eropa yang melarang niqab di tempat umum. (*/BBC)
Muslimah berbukini berenang di kolam renang Prancis. (BBC)[/caption] Saat merespons kejadian hari Minggu, anggota partai kanan-tengah Prancis, Partai Republik, Matthieu Chamussy mengatakan: "Islam berhaluan politik bergerak maju selangkah demi selangkah dan nasib perempuan bergerak mundur." Burkini, campuran kata "burka" dan "bikini", dipakai perempuan Muslim agar mereka mereka dapat berenang di tempat umum dan tetap menjaga kesopanan. Tetapi burkini menjadi kontroversial di Prancis karena pemerintahan sejumlah kota mengusulkan pelarangan sama sekali pakaian itu. Tahun 2010, Prancis menjadi negara pertama Eropa yang melarang niqab di tempat umum. (*/BBC) 




























