Kematian Eks Presiden Mesir Tidak Wajar, Perlu Penyidikan

Kematian Eks Presiden Mesir Tidak Wajar, Perlu Penyidikan
Ada kejanggalan terhadap kematian mantan presiden Mesir, Mohammed Morsi. Diduga kuat kematian tokoh Ikhwanul Muslimin ini dibunuh oleh pihak rezim Mesir sekarang. Karena itu, Wakil ketua parlemen Jerman menuntut digelarnya penyidikan transparan dan komprehensif terkait sebab kematian Mohammed Morsi. Menurut laporan televisi Aljazeera, Claudia Roth Rabu (19/6), Berlin menghendaki sebuah penyidikan yang sehat, transparan dan komprehensif terkait sebab kematian Morsi. "Pengadilan Mesir berubah menjadi dagelan politik bagi pemerintah Abdel Fattah El-Sisi, presiden Mesir saat ini," papar Roth seperti dilansir ParsToday. https://www.youtube.com/watch?v=p71YvxV8Ka0 Juru bicara Komisaris HAM PBB, Rupert Colville mengatakan, jika petinggi Mesir tidak memberi jawaban terkait permintaan penyidikan sebab kematian Morsi, akan muncul keraguan lebih besar terkait kecurigaan sebab kematian mantan presiden Mesir ini. Morsi meninggal di usia 67 tahun karena serangan jantung saat menghadiri persidangan terkait tuduhan spionase di Pengadilan Kairo, Senin (17/6). Morsi adalah presiden sipil pertama Mesir yang dikudeta militer pimpinan Abdel Fattah El-Sisi pada 3 Juli 2013 hanya setahun setelah berkuasa. Senada pula, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengklaim Mohammed Morsi mati tidak wajar. https://www.youtube.com/watch?v=nlwvc3AUmPk Seperti dilaporkan Kantor Berita Anadolu, Recep Tayyi Erdogan Selasa (18/6), setelah menghadiri acara shalat ghaib untuk Mohammed Morsi di Istanbul mengatakan, Morsi berkuasa secara demokratis, namun hal ini tidak dapat diterima oleh Barat, bahkan Uni Eropa yang mengklaim menentang eksekusi mati berdiri di samping Abdel Fattah Elsisi. Seraya mengisyaratkan langkah Elsisi menyetujui vonis mati yagn dirilis untuk lebih dari 50 warga Mesir, Erdogan menjelaskan, sangat disayangkan bahwa dunia memilih bungkam dihadapan eksekusi pemuda Mesir. Mohammed Morsi, mantan presiden Mesir hari Senin (17/6), dilaporkan meninggal dunia karena serangan jantung saat sidang di pengadilan terkait dakwaan spionase yang dialamatkan kepada dirinya. (Red)