Ramadhan, Relawan Indonesia Distribusikan Puluhan Ribu Paket Sembako untuk Muslim Rohingya

Ramadhan, Relawan Indonesia Distribusikan Puluhan Ribu Paket Sembako untuk Muslim Rohingya
Rakhine State, Obsessionnews.com - Setelah menunggu sekitar kurang lebih lima hari guna mengurus perizinan dari aparat keamanan setempat, relawan kemanusian dari Indonesia Eko Sulistio akhirnya berhasil masuk ke camp-camp pengungsian etnis Muslim Rohingya, di Myanmar. Team bantuan kemanusiaan Indonesia bergabung dengan beberapa team NGO kemanusiaan, yakni Cansuyu Turkey, MY Care Malaysia, Heroic Heart Chicago USA Muslim, dan dibantu lembaga kemanusiaan lokal Myanmar. Aksi kemanusiaan sudah semenjak 17 Mei 2019. "Bantuan rakyat Indonesia ini dalam rangka program kemanusiaan Ramadhan 1440H," ujar Eko saat dihubungi, Obsessionnews, Rabu (29/5/2019). Bantuan kemanusian ini datang dari masyarakat Indonesia melalui Beberapa lembaga kemanusiaan, salah satunya dari DT Peduli, Yayasan Islamadina Bayana, Med-A Peduli, Darussallam Peduli, dan beberapa bantuan personal. Eko menuturkan ada ribuan paket sembako yang sudah didistribusikan, yakni: Beras sebanyak 110.000Kg. Minyak goreng sebanyak ± 200.000 Liter Bawang merah 400.000kg Kacang-kacangan ± 400.000Kg Gula ± 400.000Kg Mie kuning ±250.000 pack Mie putih ±250.000 pack Garam ±400.000Kg Tepung ±400.000kg Susu 250.000 ±kaleng Kentang ± 400.000 Kg Sapi di sembelih 5 ekor Kambing di sembelih 8 ekor "Paket bantuan makanan keluarga ini di peruntukan untuk ±4300 kepala keluarga di beberapa camp-camp pengungsian Muslim Rohingya Myanmar," ujarnyam Camp-camp pengungsian tersebut antara lain: Muri Desh Camp Refugee, Thai Chawang Camp Refugee, Maung Tinya Camp Refugee, Latama Camp Refugee, Darr Pine Camp Refugee, Char Pauk Camp Refugee. Eko mengungkapkan kondisi di camp pengungsian Muslim Rohingya sangat memprihatinkan karena tidak adanya toilet. Gelombang panas yang menerjang kawasan Myanmar menyebabkan sangat pengapnya udara di dalam camp-camp. "Karena hanya beratapkan terpal-terpal plastik sehingga para pengungsi khusus nya ibu-ibu dan anak-anak banyak yang menderita ISPA," tandasnya. Tidak hanya itu, water sanitation buruk sehingga kotoran-kotoran ada dimana-mana. Hal ini menyebabkan kehidupan di camp pengungsian tidak sehat. Kotoran manusia berserakan dimana-mana. Anak-anak juga mengalami gizi buruk karena kurangnya pasokan makanan. Selama ini muslim Rohingya tidak dapat bekerja karena tidak adanya status kewarganegaraan, dengan begitu otomatis mereka tidak memiliki pendapatan, sehinga kehidupannya hanya mengandalkan bantuan dari negara luar. (Albar)