Sekolah Cikal Ajarkan Muridnya Bantu 2.500 Anak di Jeneponto

Sekolah Cikal Ajarkan Muridnya Bantu 2.500 Anak di Jeneponto
Jakarta, Obsessionnew.com - Menjadi bagian dari perubahan di masyarakat adalah cita-cita Sekolah Cikal sejak awal berdiri. Banyak orang yang menyebutkan komunitas Sekolah CikaI lbih dari sekedar "sekolah" dalam pemahaman terbatas anda di masa lalu, yaitu tempat murid meningkatkan kemampuan akademik. Komunitas Sekolah Cikal merupakan komunitas pembelajaran seumur hidup bagi orangtua, murid, tim pekerja dan juga sekaligus kesempatan berbagi dengan masyarakat di luar sekolah. Sekolah Cikal kembali merayakan kesuksesan perjalanan belajar murid-muridnya dalam satu tahun ajaran, dengan menggelar subject showcase bertajuk Playground of Ujung Pandang. [caption id="attachment_278425" align="alignnone" width="640"]Bantal hasil karya murid Sekolah Cikal. (foto: Kapoy)[/caption] Subject showcase tersebut diadakan pada tanggal 5-7 April 2019 di Sekolah Cikal Cilandak, Jakarta Selatan, 13 April 2019 di Rumah Main Cikal Bandung, 27-28 April 2019 di Sekolah Cikal Serpong, dan 27 April 2019 di Sekolah Cikal Surabaya. Menurut Ketua Panitia Playground of Ujung Pandang Pia Adiprima, subject showcase kali ini bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan khas Ujung Pandang kepada murid-murid Sekolah Cikal, sekaligus mengajarkan mereka untuk berkontribusi untuk program melek literasi 2.500 anak di Jeneponto, Sulawesi Selatan. Jadi seluruh pendapatan yang diperoleh selama berlangsungnya rangkaian Playground of Ujung Pandang ini, baik dari hasil penjualan tiket pertunjukan seni maupun hasil lelang karya seni murid-murid akan disumbangkan dalam bentuk boardgames. "Digunakan sebagai alat bantu oleh anak-anak di Jeneponto untuk belajar membaca (peningkatan literasi),” ujar Pia di Sekolah Cikal, Jakarta Selatan, Jumat (5/4/2019). [caption id="attachment_278426" align="alignnone" width="640"]Hasil karya murid Sekolah Cikal yang di lelang untuk membantu 2.500 anak di Jeneponto. (foto: Kapoy)[/caption] Sementara itu, Najelaa Shihab selaku pendiri Sekolah Cikal meyakini bahwa salah satu ciri masyarakat di masa kini dan nantinya di masa depan adalah jumlah informasi yang sangat banyak, kehidupan yang makin terdigitalisasi, serta jenis pekerjaan yang menuntut penalaran tingkat tinggi. Semuanya itu membutuhkan literasi. ”Semoga, dalam waktu segera, kompetensi literasi menjadi bagian dari cita-cita semua guru dan proses pendidikan untuk setiap anak,” tukasnya. Direktur Akademik Sekolah Cikal Tari Sandjojo menyampaikan, diadakan rutin setiap tahun sejak 2010, subject showcase sendiri merupakan bentuk kegiatan murid-murid Sekolah Cikal yang berhubungan dengan subjek atau pelajaran di sekolah. Baik berupa pertunjukan seni tari, musik, teater, atau pameran dan lelang karya seni murid untuk kegiatan amal. "Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Kompetensi 5 Bintang Cikal untuk selalu berdaya dan berkontribusi penuh bagi masyarakat sekitar,” ujar Tari. Untuk diketahui, kurikulum yang dijalankan Sekolah Cikal memang bertujuan untuk membentuk karakter murid-muridnya agar memiliki Cikal Kompetensi 5 Bintang, yaitu mapan secara emosional, moral dan spiritual, berwawasan luas dan berfvsik sehat, pemikir yang terlatih dan efektif, pelajar merdeka, dan anggota masyaraat dunia yang berdaya dalam mewujudkan keadilan, keberlanjutan dan kedamaian. (Poy)