Peraih Women’s Obsession Awards 2019 Kategori Best Professionals

Adeline Ausy Suwandi, Managing Director PT Unilever Enterprises Indonesia
Adeline Ausy S Suwandi mengawali kariernya di Unilever Indonesia sebagai management trainee dengan proyek pertama meluncurkan Lifebuoy versi putih, setelah sebelumnya hanya ada Lifebuoy merah yang dikenal masyarakat. “Sekitar 16 tahun bergelut di bidang marketing dengan beragam brand. Kemudian saya diberikan kepercayaan untuk memegang divisi Media selama lima tahun bekerja sama dengan media agency menangani strategi pemasangan iklan dan konten di media TV, digital, dan lainnya serta bertanggung jawab untuk kawasan Asia Tenggara. Lalu, tiga tahun terakhir ini menjabat sebagai managing director Unilever Enterprises Indonesia,” ujarnya. Adeline mengatakan, kecantikan adalah salah satu pasar dinamis, karena merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sosok perempuan. Brand LAKMÉ sendiri di negara asalnya, India, sudah ada sejak tahun 1950-an dan merupakan salah satu brand ternama dan terpercaya. Mengusung slogan ‘trusted by professionals, chosen by trendsetters’, LAKMÉ menghadirkan berbagai produk mulai dari eye liner, eyeshadow, lipstik, hingga bronzer. Sangat pigmented, tak perlu berulang-ulang memakainya, dan multifungsi. Misalnya, bronzer dapat berfungsi sebagai eyeshadow. Untuk lipstik tersedia 260 varian warna bertekstur matte dan akan bertahan lama di bibir, meskipun telah digunakan untuk makan atau minum sekalipun. Jika bisa memutar waktu, dia berterus terang menginginkan lebih banyak menabung di saat usia masih muda. Adeline menasehati generasi muda untuk melakukan hal tersebut sebagai persiapan saat kesulitan datang melanda dan untuk masa tua nanti. “Masa tua yang bahagia menurut saya adalah memiliki badan maupun pikiran yang sehat, pasangan yang menyenangkan, dan mau tak mau harus mempunyai cukup uang maupun proteksi saat usia menjelang senja. Saya bercita-cita kelak tidak mau menyusahkan siapa pun termasuk anak-anak. Jadi harus tetap mandiri atau tidak mau membebani orang-orang sekitar saya,” ujar perempuan yang suka mendengarkan musik ini. Prinsip hidup yang dipegangnya hingga kini masih diterapkan dan ternyata membuat hidupnya lebih tenang, yaitu berusaha untuk ikhlas disertai sikap lebih banyak memberi daripada menerima. Selain itu, kita juga harus tahu kapan mengatakan tidak, apalagi sebagai perempuan terkadang ada perasaan sulit untuk menolak. Lalu, kalau kita mengharapkan adanya perubahan, haruslah dimulai dari diri kita sendiri. “Hal-hal tersebut telah membantu kehidupan saya selama ini termasuk saat menghadapi masa-masa tersulit. Saya berusaha untuk tetap menikmati hidup baik dalam suka maupun duka, entah saat bisnis sedang tidak bagus, pemasukan berkurang atau kejadian lainnya yang tidak menyenangkan,” tambahnya menutup pembicaraan. (Elly)Fetty Kwartati, Director of Investor Relations & Corporate Communication PT MAP Tbk
Berbekal pengalaman yang mumpuni, tanggung jawab Fetty Kwartati di PT MAP Tbk mencakupi urusan corporate social responsibility yang terkait pengentasan ataupun antisipasi terhadap masalah kesejahteraan sosial melalui pendidikan karakter. Salah satu wujud nyatanya yaitu, Rumah Belajar Anak Bintang (RAJAB). MAP berhasil menerima penghargaan CSR tingkat nasional berupa Padmamitra Award 2018 untuk bidang Keterlantaran dari Kementerian Sosial RI. Dalam mengemban amanah, dia menerapkan sejumlah kiat yang konsisten diterapkan untuk terus membuat perusahaan semakin bertumbuh. Antara lain, tidak menutup mata atas apa yang terjadi di sekitar. Memperhatikan langkah apa saja yang dilakukan perusahaan lain atau kompetitor, bagaimana situasi ekonomi nasional, tren terkini seperti apa yang diinginkan oleh customer, hingga apa yang sedang terjadi di dunia internasional. Tidak merasa lekas puas dengan yang sudah dicapai, Fetty percaya bahwa selalu ada room for improvement. Mengantisipasi perubahan yang terjadi atau kondisi di lapangan dengan persiapan rencana A, B, dan C. Kemudian, melakukan pendekatan baru. Seperti saat ini sudah era digital, wajib bertransformasi secara digital. Jika tidak mau berubah, maka keadaan yang akan memaksa untuk berubah. Tidak hanya kemampuan managerial, dedikasi peraih master di California State University USA ini juga sangat tinggi. Alhasil, dia pun kini terlibat secara penuh dalam mengantarkan dua anak usaha MAP yang melantai di bursa, yakni MAP Boga Adiperkasa Tbk (2017) dan MAP Active Adiperkasa (2018) menjadi perusahaan terbuka. Salah satu tantangan dalam mengelola sekitar 2.100 gerai retail dan lebih dari 21.000 orang karyawan di seluruh Indonesia menurut Fetty adalah menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai garda terdepan brand. (Indah)Merry Harun, Canon Division Director PT Datascrip
Nama Merry Harun telah dikenal sebagai sang ‘Ibu Canon’. Dia adalah wanita tangguh di balik kesuksesan Canon Indonesia. Sosok yang energik, dinamis, dan tegas ini berhasil membuktikan integritasnya dalam memimpin divisi Canon di Datascrip. Wanita yang mengawali kariernya sebagai assistant division manager tahun 1990 ini selalu menargetkan produk-produknya menjadi market leader. Terbukti saat printerCanon berhasil menjadi sepopuler kamera Canon. Meskipun, tren saat ini masyarakat gemar menggunakan kamera smartphone, euforia pasar kamera tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Beberapa penghargaan yang berhasil diraih Canon di tahun lalu, antara lain Brand Asia 2018 sebagai The Strongest Brand in IT/Electronic Industri dari Nikkei BP Consulting, Inc. dan MarkPlus Inc. Solo Best Brand Index (SBBI) 2018 untuk kamera Canon dari Solo Research (Marketing Research Service). Lalu, pada bulan Desember tahun lalu scanner Canon meraih The Indonesian Best Brand Awards (IBBA) 2018 dari Majalah SWA dan MARS. Di tahun 2019, Merry bersama tim tetap menargetkan untuk dapat mempertahankan posisi pemimpin pangsa pasar di Indonesia, lewat berbagai kegiatan marketing yang difokuskan untuk bersentuhan langsung dengan konsumen. Dengan optimis dia menetapkan resolusi business 2019=‘fly higher’. Mengingat Canon selalu menghadirkan produk-produk unggulan untuk menjawab kebutuhan dan perkembangan zaman. (Elly)Polana B Pramesti, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI
Tiga puluh satu tahun bekecimpung di dunia kebandarudaraan, sepak terjang Polana Banguningsih Pramesti tidak bisa diragukan lagi. Di tangannya, bandara-bandara bisa masuk di jajaran bandar udara terbaik. Salah satunya adalah menjadikan Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai salah satu bandara terbaik di dunia 2017 saat masih menjabat sebagai direktur teknik Angkasa Pura I (AP I). Di awal tahun 2019, dia kembali mendapat amanah baru sebagai ketua dewan Pengawas AirNav Indonesia. Selain itu, kini wanita yang lahir tahun 1961 ini dipercaya sebagai Dirjen Perhubungan Udara. Tanggung jawabnya adalah melaksanakan perumusan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, kriteria, bimbingan teknis maupun supervisi, dan evaluasi maupun pelaporan di bidang bandar udara. Salah satu yang menjadi fokusnya saat ini ada peningkatan sistem keamanan transportasi udara. Meski harga tiket pesawat sempat naik dan kembali turun, dia menegaskan tahun ini akan dilakukan pengetatan-pengetatan di aspek keselamatan. Untuk itu pembangunan-pembangunan, seperti pengembangan bandara dan terminal, menambah terminal, overlay runway, hingga perpanjangan landas pacu terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas penerbangan di Tanah Air. Kampanye Keselamatan Penerbangan melalui kegiatan sosialisasi dan ramp check seluruh fasilitas maupun personel penerbangan dilakukan serempak di sepuluh Otoritas Bandar Udara (OBU) pada awal tahun 2019. Membuka kegiatan tersebut, Polana ingin menciptakan angkutan udara yang selamat, aman, lancar, dan nyaman sebagaimana harapan pengguna jasa penerbangan. Baginya, untuk hal keselamatan tidak ada toleransi. Selain itu, recruitment pilot ab-initio juga telah dilakukan dan menerima sebanyak 27 orang untuk dididik. Lalu ditugaskan sebagai inspektur perbantuan Pengoperasian Pesawat Udara yang untuk ditempatkan pada 10 Kantor Otoritas Bandara di seluruh Indonesia. (Indah)Siti Choiriana, Direktur Layanan Konsumen PT Telkom Tbk
Dipercaya menjadi direktur consumer service Telkom, Siti Choiriana berhasil membawa PT Telkom Indonesia (Persero) mencatatkan pencapaian yang baik dengan meraih lima juta pelanggan pada awal Desember 2018. Hal itu ditopang dari layanan fixed broadband yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat Indonesia. Pencapaian tersebut juga menjadi bukti kepercayaan masyarakat Indonesia kepada Telkom. Hal itu menjadi prestasi sekaligus motivasi bagi Telkom untuk terus memberikan best customer experiencesmencakup best network quality, best customer services, hingga best customer loyalty programs kepada seluruh pelanggan IndiHome. Sebelum menduduki posisi direktur consumer service Telkom, wanita yang biasa disapa Ana tersebut sempat menjabat sebagai executive general manager divisi enterprise service Telkom. Ana juga sangat paham akan kebutuhan masyarakat, yaitu akses intenetdengan kecepatan tinggi. Itulah sebabnya, sebagai direktur consumer service, banyak hal yang sudah dilakukannya untuk memaksimalkan layanan. Bersama Telkom, dia gencar menggelar infrastruktur fiber optic. Selain itu, Ana melakukan modernisasi jaringan demimenyediakan layanan terbaik pelanggan IndiHome di Indonesia. Prestasi Ana juga patut diapresiasi. Saat dia berkunjung ke tempat bencana alam di Banten dan Lampung, dia mampu memperbaiki layanan telekomunikasi tetap berjalan prima paska bencana tsunami di Selat Sunda yang melanda Banten dan Lampung. Tak hanya itu, guna mempercepat perbaikan kerusakan yang terjadi, Telkom mendatangkan personel dan alat berat ke wilayah tersebut. Perusahaannya juga berupaya untuk memudahkan komunikasi warga dengan mendirikan posko yang menyediakan fasilitas telepon maupun internet gratis. (iqbal)
Adeline Ausy S Suwandi mengawali kariernya di Unilever Indonesia sebagai management trainee dengan proyek pertama meluncurkan Lifebuoy versi putih, setelah sebelumnya hanya ada Lifebuoy merah yang dikenal masyarakat. “Sekitar 16 tahun bergelut di bidang marketing dengan beragam brand. Kemudian saya diberikan kepercayaan untuk memegang divisi Media selama lima tahun bekerja sama dengan media agency menangani strategi pemasangan iklan dan konten di media TV, digital, dan lainnya serta bertanggung jawab untuk kawasan Asia Tenggara. Lalu, tiga tahun terakhir ini menjabat sebagai managing director Unilever Enterprises Indonesia,” ujarnya. Adeline mengatakan, kecantikan adalah salah satu pasar dinamis, karena merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sosok perempuan. Brand LAKMÉ sendiri di negara asalnya, India, sudah ada sejak tahun 1950-an dan merupakan salah satu brand ternama dan terpercaya. Mengusung slogan ‘trusted by professionals, chosen by trendsetters’, LAKMÉ menghadirkan berbagai produk mulai dari eye liner, eyeshadow, lipstik, hingga bronzer. Sangat pigmented, tak perlu berulang-ulang memakainya, dan multifungsi. Misalnya, bronzer dapat berfungsi sebagai eyeshadow. Untuk lipstik tersedia 260 varian warna bertekstur matte dan akan bertahan lama di bibir, meskipun telah digunakan untuk makan atau minum sekalipun. Jika bisa memutar waktu, dia berterus terang menginginkan lebih banyak menabung di saat usia masih muda. Adeline menasehati generasi muda untuk melakukan hal tersebut sebagai persiapan saat kesulitan datang melanda dan untuk masa tua nanti. “Masa tua yang bahagia menurut saya adalah memiliki badan maupun pikiran yang sehat, pasangan yang menyenangkan, dan mau tak mau harus mempunyai cukup uang maupun proteksi saat usia menjelang senja. Saya bercita-cita kelak tidak mau menyusahkan siapa pun termasuk anak-anak. Jadi harus tetap mandiri atau tidak mau membebani orang-orang sekitar saya,” ujar perempuan yang suka mendengarkan musik ini. Prinsip hidup yang dipegangnya hingga kini masih diterapkan dan ternyata membuat hidupnya lebih tenang, yaitu berusaha untuk ikhlas disertai sikap lebih banyak memberi daripada menerima. Selain itu, kita juga harus tahu kapan mengatakan tidak, apalagi sebagai perempuan terkadang ada perasaan sulit untuk menolak. Lalu, kalau kita mengharapkan adanya perubahan, haruslah dimulai dari diri kita sendiri. “Hal-hal tersebut telah membantu kehidupan saya selama ini termasuk saat menghadapi masa-masa tersulit. Saya berusaha untuk tetap menikmati hidup baik dalam suka maupun duka, entah saat bisnis sedang tidak bagus, pemasukan berkurang atau kejadian lainnya yang tidak menyenangkan,” tambahnya menutup pembicaraan. (Elly)Fetty Kwartati, Director of Investor Relations & Corporate Communication PT MAP Tbk
Berbekal pengalaman yang mumpuni, tanggung jawab Fetty Kwartati di PT MAP Tbk mencakupi urusan corporate social responsibility yang terkait pengentasan ataupun antisipasi terhadap masalah kesejahteraan sosial melalui pendidikan karakter. Salah satu wujud nyatanya yaitu, Rumah Belajar Anak Bintang (RAJAB). MAP berhasil menerima penghargaan CSR tingkat nasional berupa Padmamitra Award 2018 untuk bidang Keterlantaran dari Kementerian Sosial RI. Dalam mengemban amanah, dia menerapkan sejumlah kiat yang konsisten diterapkan untuk terus membuat perusahaan semakin bertumbuh. Antara lain, tidak menutup mata atas apa yang terjadi di sekitar. Memperhatikan langkah apa saja yang dilakukan perusahaan lain atau kompetitor, bagaimana situasi ekonomi nasional, tren terkini seperti apa yang diinginkan oleh customer, hingga apa yang sedang terjadi di dunia internasional. Tidak merasa lekas puas dengan yang sudah dicapai, Fetty percaya bahwa selalu ada room for improvement. Mengantisipasi perubahan yang terjadi atau kondisi di lapangan dengan persiapan rencana A, B, dan C. Kemudian, melakukan pendekatan baru. Seperti saat ini sudah era digital, wajib bertransformasi secara digital. Jika tidak mau berubah, maka keadaan yang akan memaksa untuk berubah. Tidak hanya kemampuan managerial, dedikasi peraih master di California State University USA ini juga sangat tinggi. Alhasil, dia pun kini terlibat secara penuh dalam mengantarkan dua anak usaha MAP yang melantai di bursa, yakni MAP Boga Adiperkasa Tbk (2017) dan MAP Active Adiperkasa (2018) menjadi perusahaan terbuka. Salah satu tantangan dalam mengelola sekitar 2.100 gerai retail dan lebih dari 21.000 orang karyawan di seluruh Indonesia menurut Fetty adalah menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai garda terdepan brand. (Indah)Merry Harun, Canon Division Director PT Datascrip
Nama Merry Harun telah dikenal sebagai sang ‘Ibu Canon’. Dia adalah wanita tangguh di balik kesuksesan Canon Indonesia. Sosok yang energik, dinamis, dan tegas ini berhasil membuktikan integritasnya dalam memimpin divisi Canon di Datascrip. Wanita yang mengawali kariernya sebagai assistant division manager tahun 1990 ini selalu menargetkan produk-produknya menjadi market leader. Terbukti saat printerCanon berhasil menjadi sepopuler kamera Canon. Meskipun, tren saat ini masyarakat gemar menggunakan kamera smartphone, euforia pasar kamera tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Beberapa penghargaan yang berhasil diraih Canon di tahun lalu, antara lain Brand Asia 2018 sebagai The Strongest Brand in IT/Electronic Industri dari Nikkei BP Consulting, Inc. dan MarkPlus Inc. Solo Best Brand Index (SBBI) 2018 untuk kamera Canon dari Solo Research (Marketing Research Service). Lalu, pada bulan Desember tahun lalu scanner Canon meraih The Indonesian Best Brand Awards (IBBA) 2018 dari Majalah SWA dan MARS. Di tahun 2019, Merry bersama tim tetap menargetkan untuk dapat mempertahankan posisi pemimpin pangsa pasar di Indonesia, lewat berbagai kegiatan marketing yang difokuskan untuk bersentuhan langsung dengan konsumen. Dengan optimis dia menetapkan resolusi business 2019=‘fly higher’. Mengingat Canon selalu menghadirkan produk-produk unggulan untuk menjawab kebutuhan dan perkembangan zaman. (Elly)Polana B Pramesti, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI
Tiga puluh satu tahun bekecimpung di dunia kebandarudaraan, sepak terjang Polana Banguningsih Pramesti tidak bisa diragukan lagi. Di tangannya, bandara-bandara bisa masuk di jajaran bandar udara terbaik. Salah satunya adalah menjadikan Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai salah satu bandara terbaik di dunia 2017 saat masih menjabat sebagai direktur teknik Angkasa Pura I (AP I). Di awal tahun 2019, dia kembali mendapat amanah baru sebagai ketua dewan Pengawas AirNav Indonesia. Selain itu, kini wanita yang lahir tahun 1961 ini dipercaya sebagai Dirjen Perhubungan Udara. Tanggung jawabnya adalah melaksanakan perumusan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, kriteria, bimbingan teknis maupun supervisi, dan evaluasi maupun pelaporan di bidang bandar udara. Salah satu yang menjadi fokusnya saat ini ada peningkatan sistem keamanan transportasi udara. Meski harga tiket pesawat sempat naik dan kembali turun, dia menegaskan tahun ini akan dilakukan pengetatan-pengetatan di aspek keselamatan. Untuk itu pembangunan-pembangunan, seperti pengembangan bandara dan terminal, menambah terminal, overlay runway, hingga perpanjangan landas pacu terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas penerbangan di Tanah Air. Kampanye Keselamatan Penerbangan melalui kegiatan sosialisasi dan ramp check seluruh fasilitas maupun personel penerbangan dilakukan serempak di sepuluh Otoritas Bandar Udara (OBU) pada awal tahun 2019. Membuka kegiatan tersebut, Polana ingin menciptakan angkutan udara yang selamat, aman, lancar, dan nyaman sebagaimana harapan pengguna jasa penerbangan. Baginya, untuk hal keselamatan tidak ada toleransi. Selain itu, recruitment pilot ab-initio juga telah dilakukan dan menerima sebanyak 27 orang untuk dididik. Lalu ditugaskan sebagai inspektur perbantuan Pengoperasian Pesawat Udara yang untuk ditempatkan pada 10 Kantor Otoritas Bandara di seluruh Indonesia. (Indah)Siti Choiriana, Direktur Layanan Konsumen PT Telkom Tbk
Dipercaya menjadi direktur consumer service Telkom, Siti Choiriana berhasil membawa PT Telkom Indonesia (Persero) mencatatkan pencapaian yang baik dengan meraih lima juta pelanggan pada awal Desember 2018. Hal itu ditopang dari layanan fixed broadband yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat Indonesia. Pencapaian tersebut juga menjadi bukti kepercayaan masyarakat Indonesia kepada Telkom. Hal itu menjadi prestasi sekaligus motivasi bagi Telkom untuk terus memberikan best customer experiencesmencakup best network quality, best customer services, hingga best customer loyalty programs kepada seluruh pelanggan IndiHome. Sebelum menduduki posisi direktur consumer service Telkom, wanita yang biasa disapa Ana tersebut sempat menjabat sebagai executive general manager divisi enterprise service Telkom. Ana juga sangat paham akan kebutuhan masyarakat, yaitu akses intenetdengan kecepatan tinggi. Itulah sebabnya, sebagai direktur consumer service, banyak hal yang sudah dilakukannya untuk memaksimalkan layanan. Bersama Telkom, dia gencar menggelar infrastruktur fiber optic. Selain itu, Ana melakukan modernisasi jaringan demimenyediakan layanan terbaik pelanggan IndiHome di Indonesia. Prestasi Ana juga patut diapresiasi. Saat dia berkunjung ke tempat bencana alam di Banten dan Lampung, dia mampu memperbaiki layanan telekomunikasi tetap berjalan prima paska bencana tsunami di Selat Sunda yang melanda Banten dan Lampung. Tak hanya itu, guna mempercepat perbaikan kerusakan yang terjadi, Telkom mendatangkan personel dan alat berat ke wilayah tersebut. Perusahaannya juga berupaya untuk memudahkan komunikasi warga dengan mendirikan posko yang menyediakan fasilitas telepon maupun internet gratis. (iqbal)




























