Ini Makna Perang Total dari TKN Jokowi-Ma’ruf

Ini Makna Perang Total dari TKN Jokowi-Ma’ruf
Jakarta, Obsessionnews.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyerukan perang total untuk pemilihan presiden 2019. Strategi perang total digunakan agar pasangan Jokowi-Ma'ruf menang telak dari pasangan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Besaran keunggulannya, ditargetkan 70 persen secara nasional. Wakil Ketua TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani mengungkapkan, pihaknya menyerukan strategi perang total ini yakni, dengan mendekati target pemilih secara lebih spesifik lagi. Caranya, menurut dia, yakni dengan menggerakkan calon legislatif atau pengurus partai untuk berkampanye kepada warga. Kemudian, dibagi-bagi wilayah yang bisa dipegang oleh mereka. “Perang total itu, artinya kami melakukan kegiatan-kegiatan infantri dalam bentuk micro targeting. Misalnya suatu hari seorang caleg lah dari satu partai atau struktur partai dan juga relawan, itu berapa ratus rumah, berapaan RT gitu, target itu sudah mulai kami petakan juga gitu ya," ujar Arsul di Jakarta, Kamis (14/2/2019). Dia mengakui, sengaja menggunakan istilah 'perang total'. Yakni, agar jajaran di bawah tidak bersantai-santai dalam memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf. “Itu untuk kita bisa kerja total dan kerja keras dan tak berleha-leha lagi, itu maknanya di situ. Itu tadi intensifnya dan sinerginya ya. Itu sebab ya, saya kira di kedua kubu persoalan sinergi antarpartai bukan hal yang gampang dijalankan," tutur Arsul.  Ketua Harian TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Moeldoko mengatakan TKN tidak ingin Jokowi-Ma'ruf hanya menang dengan persentase yang rendah dari pasangan Prabowo-Sandiaga. “Kami ingin menang dengan persentase yang optimum. Sehingga totalitas menjadi sesuatu yang kami dengungkan," ujar Moeldoko. Target kemenangan 70 persen, kata mantan Panglima TNI ini, diambil atas laporan dan kesiapan para pimpinan daerah yang telah ditemuinya. “Para pimpinan daerah yang sudah bersatu dengan kami masing-masing sudah menentukan. Ya di atas, di antaranya 70-an persen," ujarnya. Moeldoko kemudian menjelaskan perang total merupakan istilah dari penggunaan seluruh sumber daya dengan optimal. Di TKN, ia menyebut ada berbagai sumber daya yang akan dikerahkan dengan optimal. “Kami memiliki sumber daya yang luar biasa dari teman-teman yang ada di TKN. (Mereka) memiliki kualitas yang sangat mumpuni dan memadai," papar Moeldoko. Moeldoko menyebut strategi perang total dilakukan dengan cara menentukan center of gravity dari sebuah pertempuran. Moeldoko sendiri tak menjelaskan lebih lanjut soal center of gravity, namun, berdasarkan penelusuran, center of gravity merupakan istilah dalam dunia militer yang memiliki arti titik pusat dari kekuatan lawan dalam sebuah pertempuran. Selain TKN, Moeldoko juga mengatakan sumber daya yang bakal dioptimalkan adalah partai politik pendukung dan relawan. Khusus relawan, ia mengatakan memiliki kemampuan militansi yang bisa dioptimalkan. Lebih dari itu, ia menegaskan mengetahui kekuatan yang tersedia untuk kepentingan penetrasi terhadap segmen-segmen yang ditargetkan sesuai dengan prioritas. “Berikutnya berbagai elemen lain yang memberikan dukungan secara sukarela baik itu semangat, finansial, dan lain-lain," kata dia. (Has)