Hikam Sindir Politisi Bertindak Seperti Badut Politik

Jakarta, Obsessionnews.com – Pengamat politik Muhammad AS Hikam menyindir badut yang terjun ke dunia politik dan politisi yang bertindak seperti badut politik melalui status di laman Facebooknya yang berjudul BADUT "YES", BADUT POLITIK "NO", Minggu (3/2/2019), Siapa yang tak suka badut? Tanpa badut, maka pertunjukan sirkus jadi hambar;ibarat sayur tanpa garam. Badut juga akrab dengan anak-anak dan semua anak kayaknya suka kepada badut. Kalau ada anak yang tak suka atau ketakutan terhadap badut, orangtua mesti waspada. Bahkan kalau perlu, konsultasi dengan psikolog. Badut adalah profesi yang wajib diapresiasi karena membuat orang gembira dan bahagia. Baca juga:AS Hikam: Golput Bukan Sikap Politik Kewarganegaraan yang Bertanggung JawabHikam Tantang KPK Keluarkan P-21 untuk SetnovGuyonan Hikam Soal Demo Bayaran dan Fitnah Karenanya, alangkah sayangnya jika para badut ingin berubah profesi jadi politisi dan masuk parlemen. Terlepas dari soal hak asasi dan profesi, rasanya malah akan merugikan kalau badut tidak ada. Pagelaran sirkus jadi tak menarik dan anak-anak akan kesepian dengan absennya mereka. Tanpa mengurangi rasa hormat dan tanpa bermaksud melanggar hak asasi mereka, Hikam berharap dan lebih senang jika para badut tidak tertarik beralih profesi jadi politisi atau menjadi calon anggota legislatif (caleg). Namun, di sisi lain mantan Menteri Riset dan Teknologi di era Presiden Abdurahman Wahid atau Gus Dur ini mengkritisi jangan karena tidak ada badut di pentas politik, lalu politisi bertindak seperti badut politik. Sebab, badut politik hanya menjadi olok-olok di mata masyarakat karena kapasitas mereka yang rendah dan kekonyolan perilakunya. “Hasilnya, pekerjaan utama mewakili dan memperjuangkan kepentingan rakyat yang telah memilih mereka terbengkalai,” tegasnya. (arh)





























