‘The Ma'ruf Amin Way’ Diharapkan Jadi Tonggak Awal Perekonomian Umat

Jakarta, Obsessionnews.com - Peluncuran buku The Ma'ruf Amin Way di gedung SMESCO, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019) diharapkan menjadi tonggak awal kemandirian perekonomian umat. Selain itu buku ini dapat memberikan inspirasi untuk lebih memberdayakan perekonomian umat melalui ekonomi berbasis syariah untuk mewujudkan ekonomi yang berdaulat dan berkeadilan. Calon presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menghadiri acara peluncuran buku tersebut. Di buku ini diungkapkan dalam prinsip ekonomi keumatan terdapat empat landasan, yakni kemitraan, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyarakatan dan perwakilan, serta ekonomi arus bawah. The Ma’ruf Amin Way mengatur tata kelola ekonomi yang harus berlandaskan semangat kebersamaan, kekeluargaan (gotong royong), semangat persaudaraan, dan kerja sama, serta bottom up economics development. Di samping itu juga akan memperkuat kelas menengah. Sehingga GINI ratio yang saat ini masih tinggi sekitar 0,389 dapat ditekan dan menciptakan pemerataan kesejahteraan yang lebih baik untuk sebagian besar masyarakat. Baca juga:FOTO Amin Ma’ruf Hadiri Peluncuran Buku ‘The Ma’ruf Amin Way’LSI: Debat Capres Pertama Jokowi-Ma’ruf UnggulPolemik Dukungan PBB ke Jokowi-Ma’ruf Baca berita selanjutnya Konsep The MA’ruf Amin Way dapat diwujudkan melalui gerakan koperasi (cooperative movement), di mana di era milenial ini telah hadir platform co-op, yakni model bisnis perusahaan digital start up berbasis koperasi yang mengutamakan kemaslahatan umat. Untuk itu diperlukan dukungan dari seluruh masyarakat, khususnya pemerintah untuk mengampanyekan bahwa “Koperasi itu Keren”, membesarkan koperasi yang ada, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk koperasi, dan mendorong koperasi sebagai pusat inkubasi bisnis UMKM. Koperasi merupakan “jalan tengah” antara ekonomi kapitalis dan ekonomi komunis, karena koperasi memperjuangkan kepentingan ekonomi anggota, pengendalian oleh anggota, persaingan untuk menghasilkan emiensi biaya (proses produksi), untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Di samping itu pondok pesantren di Indonesia yang berjumlah lebih dari 25.000 dengan jumlah santri sebanyak 3,9 juta saat ini banyak berfokus pada bidang pendidikan agama dan iptek harus dikembangkan ke arah kewirausahaan (entrepereneur). Sehingga tercipta entrepreneur-entrepereneur handal dari lingkungan pondok pesantren yang akan membantu pembukaan lapangan kerja bagi lebih banyak masyarakat dan juga menghasilkan devisa dari hasil produksi yang berhasil diekspor ke mancanegara. Baca juga: Habaib Jatim Deklarasi Dukung Jokowi-KH Ma’rufYenny Wahid dan Khofifah Bertekad Menangkan Jokowi-Ma’rufTerungkap! Ini Alasan Kenapa Ma’ruf Amin Lebih Banyak Diam Saat Debat Capres Baca berita selanjutnya Dengan dukungan ekonomi digital melalui layanan e-commerce untuk menggarap potensi UMKM yang sangat besar, pemerintah menargetkan 6 juta unit UMKM Go Global pada tahun 2020 untuk memacu pertumbuhan bisnis dan berkiprah sebagai pelaku ekonomi global berkelas dunia. Untuk mendukung hal ini diperlukan kolaborasi atau sinergi antara pelaku ekonomi di lingkungan pesantren dengan koperasi mitra yang sudah besar dan modern. Salah-satu koperasi mitra tersebut adalah koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah (KSPPS) Nasari Mandiri Syariah, yang merupakan unit usaha dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari yang awal berdirinya di kota Semarang pada tanggal 31 Agustus 1998 di tengah-tengah krisis moneter dan multi dimensi yang sangat dalam. Yang dimaksudkan untuk membantu anggota, khususnya yang merupakan pensiunan PNS, TNI dan Polri dalam memenuhi kebutuhan sembako dengan plafon pinjaman hanya berkisar Rp200.000 sampai dengan Rp 500.000 per Peminjam. Kemudian dari waktu ke waktu plafon pinjaman ini dapat ditingkatkan hingga menjadi Rp200 juta per peminjam pada saat ini. KSP Nasari dengan dukungan anggota, mitra kerja perbankan, dan dinas atau Kementerian Koperasi dan UKM RI dapat mengarungi gelombang yang sangat dahsyat, dan bahkan mengalami perkembangan yang cukup pesat. Seiring dengan perkembangan zaman, maka kebutuhan manusia di bidang keuangan juga semakin berkembang. Dewasa ini masyarakat juga memerlukan produk-produk keuangan syariah yang non ribawi dan sesuai dengan syariat agama yang tidak mengeksploitasi antara manusia satu terhadap manusia lainnya. KSPPS Nasari Mandiri Syariah Sejalan dengan itu maka KSP Nasari yang telah berkecimpung dalam dunia simpan-pinjam selama 20 tahun ini telah mendirikan satu lembaga keuangan yang berbasis syariah, yaitu KSPPS Nasari Mandiri Syariah. Dengan pengalaman dalam pengelolaan KSP Nasari dan juga didukung oleh profesional-profesional yang memiliki kompetensi tinggi dalam pengelolaan keuangan syariah, KSPPS Nasari Mandiri Syariah (Koperasi Nasari Syariah) berkomitmen kuat memberikan layanan secara amanah untuk pemberdayaan ekonomi guna mewujudkan kemaslahatan umat dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan nasional. Di samping itu Koperasi Nasari Syariah juga telah menerapkan sistem on line yang terintegrasi secara nasional dan real time, sehingga dapat memberikan layanan yang efektif, efisien dan akurat dalam pelayanan keuangan bagi para anggota. Baca juga:Ma’ruf Amin Akan Bangkitkan Sel NU yang TertidurBertemu Para Kiai Madura, Ma’ruf Optimistis MenangPendarat Tuban Siap Menangkan Jokowi-Ma’ruf Baca berita selanjutnya Dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya pihak regulator Dinas atau Kementerian Koperasi dan UKM RI, dan Majelis Ulama Indonesia melalui Dewan Pengawas Syariah serta masyarakat luas, Koperasi Nasari Syariah akan menjadi satu lembaga keuangan syariah yang kredibel dan menjadi pilihan utama umat dalam pemenuhan kebutuhan keuangan syariah. Tujuan pendirian Koperasi Nasari Syariah tidak hanya untuk menyejahterakan para anggota koperasi. Namun juga untuk mengatur perekonomian koperasi yang berlandaskan pada ajaran atau prinsip-prinsip Islam. Oleh karenanya, setiap kegiatan yang dilakukan oleh seluruh anggota koperasi berlandaskan pada syariat Islam, termasuk perannya dalam koperasi syariah ltu sendiri. Ketua Pengurus Koperasi Nasari Syariah Chandra V. Saritua mengatakan, pihaknya akan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat di lingkungan pondok pesantren dan siap bersinergi dengan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) untuk mengembangkan perekonomian umat guna mewujudkan kesejahteraan bersama. (Poy)





























