Pemerintah Berkomitmen Besar Kuasai Migas

Pemerintah Berkomitmen Besar Kuasai Migas
Jakarta, Obsessionnews.com - Selama 50 tahun, daerah kaya minyak dan gas (migas) di Kalimantan yang dikenal dengan Blok Mahakam, dikuasai oleh kontraktor asing dari Prancis (Total E&P Indonesie) dan Jepang (Inpex Corporation). Sejak 1 Januari 2018 Blok Mahakam kembali dikelola sepenuhnya oleh Pertamina. Selama 50 tahun Blok Rokan di Riau dikelola oleh perusahaan Amerika, Chevron, dan pada akhir masa kontraknya tahun 2021 blok ini sepenuhnya dikelola oleh Pertamina. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuturkan, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menugaskan Pertamina untuk mengelola delapan blok migas yang habis masa kontraknya tahun ini. Delapan blok itu, selain Blok Mahakam dan Blok Rokan, Blok Tuban di Jawa Timur, Blok Ogan Komering di Sumatra Selatan, Blok South East Sumatera (SES) di lepas pantai Lampung dan Jakarta, Blok North Sumatera Offshore (NSO) di pesisir timur Sumatra, Blok East Kalimantan, Blok Attaka di Kalimantan Timur, Blok Tengah, dan Blok Sanga-Sanga.   Baca juga: Soal Freeport, Sri Mulyani Bela Jokowi yang Disebut Goblok Oleh PengamatMenolak Pansus DPR Divestasi Freeport, Ada Apa Inas?Freeport dan Nasionalisme KitaLama Bercokol di Papua, Siapa Freeport-McMoRan?Kita yang Bodoh Atau Freeport yang Pandai? “Yang sulit adalah mengambil alih tambang Freeport di Papua. Negosiasinya berlangsung 3,5 tahun, mereka menawar 30 persen, tapi saya menolak. Kita harus mendapatkan hak kepemilikan mayoritas 51 persen. Sudah 40 tahun Indonesia hanya menikmati bagi hasil pengolahan 9,3 persen dari tambang ini. Alhamdulillah, upaya panjang itu sudah membuahkan hasil. Kepemilikan saham kita di Freeport Indonesia kini menjadi 51 persen,” ujar Jokowi seperti dikutip obsessionnews.com dari laman Facebooknya, Senin (31/12/2018). Menurutnya, pemerintah berkomitmen yang besar untuk mengupayakan kedaulatan negara atas sumber daya alam yang dimilikinya dengan penguasaan negara terhadap sumber daya alam migas. “Dan kini alhamdulillah, kita menutup tahun 2018 dan memasuki tahun yang baru, sebagai bangsa yang semakin berdaulat atas bumi dan kekayaan alamnya sendiri,” tegas Jokowi. (arh)   Baca juga:Pelajaran untuk Kasus FreeportAda Potensi Kerugian Negara, Pembelian 51% Saham FreeportAda Potensi Kerugian Negara, Pembelian 51% Saham FreeportFreeport Bisa Jadi Skandal Raksasa