Bermotif Eksotis, Tenun Songket Pekanbaru Diburu Wisman

Bermotif Eksotis, Tenun Songket Pekanbaru Diburu Wisman
Pekanbaru, Obsessionnews.com- Tenun songket menjadi karya terbaik Pekanbaru, Riau. Produk ini wajib jadi tanda mata yang dibawa wisatawan usai menikmati Malacca Strait Jazz, Sabtu (15/12/2018). Motifnya pun beragam dan eksotis dengan warna warni khas. Filosofi yang dimiliki tinggi seiring sejarah panjang yang menyertainya. Kuat dengan budaya Melayu, Pekanbaru menjadi rumah besar bagi karya tenun. Kain dengan corak khas dan khusus ini telah menjadi identitas Bumi Lancang Kuning. Cipta karya terbaik ini merupakan tradisi turun-temurun hingga menjadi urat nadi perekonomian. Ketua Kelompok Masyarakat Tenun Kampung Bandar Wawa Edini mengatakan, masyarakat Melayu lekat dengan tenun songket ini. [caption id="attachment_270993" align="alignnone" width="640"] Tenun Songket. (Foto: Facebook Kemenpar)[/caption] “Tenun songket ini menjadi warisan budaya terbaik. Corak dan ragi (desain) sangat khas. Kain ini jadi value budaya bagi para wanita Melayu Riau. Untuk itu, mereka harus bisa menenun, bertekat, bersuji, atau juga menyulam,” ungkap Wawa, Sabtu (15/12), seperti dikutip Obsessionnews.com dari laman Facebook Kementerian Pariwisata(Kemenpar). Begitu berharganya keberadaan tenun songket bahkan dimasukkan ke dalam sastra pantun. Bunyi pantun tersebut: Kain Songket tenun MelayuMengandung makna serta ibaratHidup rukun berbilang sukuSebarang kerja boleh dibuat   Baca juga:BICC 2018 Bakal Dibanjiri WismanMenkeu: Target 20 Juta Kunjungan Wisman adalah Tugas BersamaFestival Crossborder Atambua 2018 Sukses Gaet WismanDua Juta Wisman Ditargetkan Kunjungi Borobudur Menjadi sebuah perekat budaya bagi lintas generasi, motif dan ragi tenun songket pun sangat beragam. Sedikitnya ada delapan motif tenun songket milik Bumi Lancang Kuning. Beberapa motif bertumpu pada motif Pucuk Rebung dan motif Siku. Mengadopsi Pucuk Rebung, motif ini memiliki tiga varian turunan dengan filosofi beragam. Ada motif Pucuk Rebung Kaluk Pakis Bertingkat, filosofinya adalah kesuburan dan kemakmuran. Lalu, Kaluk Pakis Bertingkat menjadi sikap tahu diri masyarakat Melayu di sana. Motif lainnya adalah Pucuk Rebung Bertabur Bunga Ceremai. Selain kesuburan, Tenun Songket ini juga memiliki makna kasih sayang, lemah lembut, bersih hati, dan menghormati orang lain. Lalu, ada motif Pucuk Rebung Penuh Bertali. Motif ini jadi isyarat sikap religius masyarakat Melayu. Dengan keimanan, masyarakat Melayu di Bumi Lancang Kuning diharapkan menjalankan hidup secara benar. “Bukan hanya memiliki motif yang indah, tapi ada makna dalam yang ingin disampaikan melalui Tenun Songket ini. Filosofi ini tetap dipegang erat oleh masyarakat di sini,” terang Wawa lagi. Selain itu, ada kelompok Motif Siku beserta tiga varian turunannya. Ada Siku Keluang yang menjadi simbol sifat tanggung jawab. Motif Siku Awan (Awan Berarak) ini menjadi makna karakter budi pekerti, sopan santun, dan kelembutan akhlak masyarakat Melayu. Lalu, motif Siku Tunggal menjadi cerminan terbuka. Memiliki wajah dan hati bersih, mereka pun bersahabat dengan para pendatang. Selain dua motif itu, ada juga Daun Tunggal Mata Panah Tabir Bntang. Motif ini mengambil inspirasi dari kekayaan flora Bumi Lancang Kuning. Simbol yang ditonjolkan adalah bunga, kuntum, daun, dan buah. Konsep ini menjadi penegas keluhuran dan kehalusan budi. Dan, motif kedelapan adalah Wajik Sempurna. Motif ini melambangkan sifat pemurah Tuhan, lalu sudah sepatutnya semua makhluk berucap syukur. “Wilayah Pekanbaru ini memang penghasil tenun songket terbaik. Setia mengembangkan motif-motif klasik, mereka berusaha mempertahankan nilai tradisi. Motif-motif yang ditawarkan sangat menarik dan ini pun menjadi kekayaan berharga Pekanbaru,” terang Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh. Memiliki motif terbaik dan mempertahankan tradisi, tenun songket milik Bumi Lancang Kuning jadi buruan wisatawan mancanegara (wisman). Untuk pasar Asia, songket tenun ini menjadi favorit wisatawan Malaysia, Singapura, dan Thailand. Untuk koneksi Eropa masuk pasar Prancis, Swiss, hingga Belanda. Tidak ketinggalan juga warga Australia ikut memburunya sebagai koleksi. “Memiliki kekhasan dan unik, Tenun Songket ini banyak dicari oleh wisman. Sebab, harga yang mereka ditawarkan cukup menarik. Yang jelas tenun songket ini menjadi daya tarik terbaik wsiata belanja di Pekanbaru,” tutur Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani. Menjadi komoditi terbaik, Tenun songket khas Bumi Lancang Kuning dibanderol Rp500 Ribu hingga Rp1 Juta. Untuk mendapatkannya pun sangat mudah. Tinggal datang ke Rumah Tenun Kampung Bandar, Jalan Perdagangan, Kampung Bandar, Senapelan, Pekanbaru, Riau. Informasi lebih lanjut bisa telpon 085265499475 atau 081365494710. Bisa juga melalui, Istagram @rumahtenunkpbandar. Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai tenun songket milik Pekanbaru ini sangat khas. Warnanya terbaik. Dengan filosofi besar yang dimiliki, para pemakai kain tenun songket ini akan dilimpahi energi positif. Sebab, filosofi itu menjadi doa bagi para pemakainya. “Keberadaan kain ini jelas menjadi daya tarik kuat pariwisata Pekanbaru. Memiliki modal atraksi bagus, aksesibilitas dan amenintasnya luar biasa,” tutur Arief. (arh)