Pejabat Timor Leste Hadiri Temu Alumni Unsoed

Pejabat Timor Leste Hadiri Temu Alumni Unsoed
Purwokerto - Senior Career Ambasador Kementerian Luar Negeri Timor Leste, Hernani Felomena Coelho Da Silva hadir dalam Temu Alumni Nasional Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Kafapet Unsoed) Purwokerto yang digelar di MG Setos Hotel, Semarang, Minggu (4/11/2018). Hernani Felomena merupakan alumni Fapet Unsoed angkatan 1986. Setelah lulus dia sempat kerja di Jakarta, kemudian ke Portugal, selanjutnya ke Macau – bekerja di Pemerintah Macau sambil S2 di bidang Ekonomi. Tahun 2001 ditarik UNTAET, tahun 2002 di tarik UNDP, tahun 2005 ditarik Kementerian Luar Negeri Timor Leste, tahun 2006 diangkat sebagai Duta Besar di Australia, tahun 2010 Wakil Kepala Staf Kepresidenan, tahun 2013 Duta Besar di Korea. Tahun 2015 – 2017 menjadi Menteri Luar Negeri Timor Leste. Tahun 2017 – 2018 menjabat Menteri Perminyakan Timor Leste, Temu Alumni bertema ‘Harmony in Diversity’ yang dikomandani oleh Ketua Panitia Ign Hariyanta Nugraha (Igie) ini menghadirkan suasana kekompakan, keceriaan, kekeluargaan, dan keakraban antar sesama alumni dari berbagai angkatan dan dari beragam daerah dan juga beragam profesi. Acara ini juga berhasil memecahkan beberapa rekor dibanding acara sejenis yang diselenggarakan tahun-tahun sebelumnya. Antara lain rekor jumlah peserta yang kali ini mencapai sekitar 600 – an orang. [caption id="attachment_267569" align="alignnone" width="640"] Hernani Felomena Coelho Da Silva bersama Kafapet Unsoed[/caption] Jumlah daerah yang hadir juga lebih beragam, tercatat hadir perwakilan Kafapet Wilayah Sulawesi, Lampung, Sumatera Selatan, Jatim, Jogja Solo, Pantura, Ciayumajakuning, Priangan Timur, Bandung Raya, Banten, Jabodebeksuci dan tuan rumah Semarang Raya. Selain itu, kekompakan terasa dari hampir semua angkatan hadir juga. Di mulai dari angkatan 66, Angkatan 70an, angkatan 80an, angkatan 90an dan angkatan 2000an, semua angkatan menggunakan uniform khas masing masing. Dalam Acara Temu Alumni Nasional tersebut diisi selain paparan dari Ketua Panitia, Perwakilan Wali Kota Semarang, Rektor, Dekan, Ketum PP Kaunsoed dan Ketum PP Kafapet, juga diisi oleh Hiburan dan gelar kompetisi perform masing masing angkatan. Panitia juga memberikan Piala untuk Katagori The Best Uniform (Costume), the Best Quantity, The Best Perform, dan the Best of The Best. Berbagai angkatan berusaha tampil sebaik mungkin untuk mendapatkan piala. Dewan juri yang berasal dari Ka Unsoed (Riswati Eko dan Andriajani) akhirnya memutuskan bahwa Angkatan 83 mendapatkan piala The Best Costume, dan sisanya angkatan 86 memborong semua piala yaitu The Best Perform, The Best Quantity dan The Best of The Best. Momen Temu Alumni Nasional di Semarang, juga dimanfaatkan untuk acara reuni per angkatan. Tercatat angkatan yang mengadakan reuni yaitu angkatan 81, angkatan 82, angkatan 83, angkatan 87, angkatan 88, angkatan 89. Angkatan 90. Angkatan 92 . Beberapa angkatan lainnya mengadakan acara makan malam bersama sambil menikmati indahnya kota semarang di malam hari, antara lain angkatan 85 yang mengadakan acara keakraban di Simpang Lima Semarang. Paling Aktif dan Kompak Kesuksesan Temu Alumni Nasional Kafapet Unsoed makin mengukuhkan Kafapet sebagai keluarga alumni fakultas di lingkungan Unsoed yang paling akrab, paling kompak dan paling aktif. Hal ini diakui oleh Ketua KA Unsoed Haiban Hadjid dalam beberapa kesempatan, dan diakui juga oleh beberapa pengurus keluarga alumni fakultas lain di lingkungan Unsoed. Acara kajian bulanan di Jabodetak, acara temu alumni nasional tahunan, reuni per angkatan dan berbagai kegiatan lainnya di berbaga daerah membuat decak kagum alumni fakultas lain. Bahkan juga alumni Fakultas Peternakan dari kampus lain juga mengaku heran dan kagum dengan kemeriahan temu alumni nasional satu fakultas yang kemeriahannya sama bahkan melebihi temu alumni satu perguruan tinggi. Beberapa alumni yang diwawancarai Kafapet-Unsoed.com mengatakan, keakraban dan kekompakan ini bisa terjadi karena sudah dipupuk sejak masa kuliah, dimana para dosen Fapet pada umumnya dekat dengan mahasiswa. Sistem pendidikan di Fapet yang banyak tugas kelompok baik di kelas maupun praktek lapangan, sangat mungkin membuat para mahasiswa secara alamiah menjadi saling mengenal dan akrab satu sama lain. Ditambah lagi Fapet Unsoed juga dikenal menghasilkan aktivitas yang produktif sejak tahun 80an, baik di tingkat lokal maupun nasional. Beberapa karya mahasiswa Fapet Unsoed antara lain ikut sebagai pendiri Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (Ismapeti) tahun 1980an di era Hery Suprapto (alm) dan Satriyo Widhi Purboyo dkk yang diaktifkan kembali atas gagasan Ketua Senat Mahasiswa Tahun 1987 Joni yang kemudian menggelar Munas Luar Biasa Ismapeti di Makassar, dan berlanjut aktif hingga sekarang. Juga karya majalah kampus Husbandry yang beberapa kali mendapat penghargaan di tingkat nasional, serta prestasi di lomba karya ilmiah nasional dan lain sebagainya. Wakil Rektor Unsoed Prof Ahmad Sodiq dan Dekan Fapet Unsoed Prof Ismoyowati menyampaikan kebanggaannya kepada para alumni Fapet yang luar biasa dalam menyelenggarakan temu alumni nasional ini. (Red)