Mengenal Eva Yuliana Santri Cantik, Cerdas dan Cinta Budaya

Surakarta, Obsessionnews.com -Budayawan sekaligus pemerhati keris Mpu Totok Brojodiningrat menyatakan kekaguman yang mendalam terhadap sosok Eva Yuliana. Menurutnya, Eva melambangkan kesatuan dari seorang santri yang cinta agama, cerdas, namun tetap memiliki apresiasi tinggi terhadap budaya. Pernyataan tersebut disampaikan ketua padepokan keris “Brojodiningrat” ini saat diwawancarai di sela-sela acara “Bedah Naskah Kuno Tentang Keris Dalam Serat Chentini, Keris Sebagai Karya Budaya” di Museum Keris, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (26/10/2018). “Saya sangat mengapresiasi, sangat kagum pada sosok Eva. Mestinya di Indonesia ini harus muncul sosok-sosok sepertinya. Dia itu sangat mengapresiasi terhadap budaya, selain dia juga agamis, apalagi santri ya, dia juga cerdas dan semua itu menyatu. Jadi menarik,” ungkap Totok. Menurutnya, saat ini tidak banyak orang seperti caleg dari partai NasDem itu. “Sekarang banyak orang yang berlatar belakang agama, sekolahnya dipesantren tapi terhadap budaya kurang mengapresiasi,” lanjutnya. Kemampuan Staf Khusus Hubungan Antarlembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan Kementerian Perdagangan untuk menggabungkan posisi santri yang intelek sekaligus mencintai kearifan lokal itu membuat Eva menjadi sosok yang lengkap. “Kemampuan Eva menggabungkan ini suatu menjadikannya sebagai sebuah kesatuan yang komplit, lengkap. Didalamnya ada agama, ilmu pengetahuan, dia itu orang yang cerdas, dan memiliki dekat dengan seni budaya,” tegas dia. [caption id="attachment_265472" align="alignnone" width="640"]
Budayawan Mpu Totok.[/caption] Sejalan dengan pernyataan Totok, Eva yang hadir sebagai tamu kehormatan dalam acara bedah buku itu juga mengaku memiliki ketertarikan terhadap keris. “Saya suka saja sama keris,” jelas alumnus SMA Al-Muayyad Solo itu. Menurutnya, keris adalah bentuk penyatuan dari rasa, karsa, cipta dan karya manusia. Sebuah keris yang baik tercipta dari penggabungan dari empat hal tersebut. Dimana perasaan atau keinginan seorang Empu untuk membuat keris, ditambah dengan niat yang benar akan mendorong usaha maksimal sehingga tercipta karya yang luar biasa. Lebih lanjut dia juga mengatakan bahwa proses pembuatan keris yang melibatkan rasa, karsa, cipta dan karya ini mengajarkan kita untuk tidak menyerah dalam hidup. Karena sekeras apapun tantangan yang dihadapi manusia jika terus ditekuni dengan rasa, karsa, cipta dan karya yang maksimal pasti akan membuahkan hasil maksimal. Sebagaimana diketahui, Eva bukanlah nama baru dalam panggung politik Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Ia tercatat pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah periode 1999-2004. Tahun ini, ia akan maju sebagai calon anggota DPR RI Dapil Jateng V meliputi Sukoharjo, Klaten, Boyolali, dan Solo. Ia menilai jalur politik yang tengah ditempuhnya adalah cara untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Sebagai seorang santri, Eva sangat yakin bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. Keyakinan itu bersumber dari ajaran Rasulullah yang telah tertanam sejak ia masih anak-anak. (Albar)
Budayawan Mpu Totok.[/caption] Sejalan dengan pernyataan Totok, Eva yang hadir sebagai tamu kehormatan dalam acara bedah buku itu juga mengaku memiliki ketertarikan terhadap keris. “Saya suka saja sama keris,” jelas alumnus SMA Al-Muayyad Solo itu. Menurutnya, keris adalah bentuk penyatuan dari rasa, karsa, cipta dan karya manusia. Sebuah keris yang baik tercipta dari penggabungan dari empat hal tersebut. Dimana perasaan atau keinginan seorang Empu untuk membuat keris, ditambah dengan niat yang benar akan mendorong usaha maksimal sehingga tercipta karya yang luar biasa. Lebih lanjut dia juga mengatakan bahwa proses pembuatan keris yang melibatkan rasa, karsa, cipta dan karya ini mengajarkan kita untuk tidak menyerah dalam hidup. Karena sekeras apapun tantangan yang dihadapi manusia jika terus ditekuni dengan rasa, karsa, cipta dan karya yang maksimal pasti akan membuahkan hasil maksimal. Sebagaimana diketahui, Eva bukanlah nama baru dalam panggung politik Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Ia tercatat pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah periode 1999-2004. Tahun ini, ia akan maju sebagai calon anggota DPR RI Dapil Jateng V meliputi Sukoharjo, Klaten, Boyolali, dan Solo. Ia menilai jalur politik yang tengah ditempuhnya adalah cara untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Sebagai seorang santri, Eva sangat yakin bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. Keyakinan itu bersumber dari ajaran Rasulullah yang telah tertanam sejak ia masih anak-anak. (Albar) 




























