Dolar Dihapus dari Transaksi 15 Bank Filipina dan Cina

Dolar Dihapus dari Transaksi 15 Bank Filipina dan Cina
Berdasarkan kesepakatan yang dicapai bank sentral Filipina dan Cina, dalam rangka menghadapi perang dagang Amerika Serikat terhadap Cina, 15 bank kedua negara itu menggunakan sistem transaksi mata uang langsung berbasis mata uang nasional. IRNA (26/10/2018) melaporkan, bank sentral Filipina, Jumat (26/10) mengumumkan, dengan maksud untuk memperluas hubungan dagang Manila-Beijing, kedua pihak saat ini sedang berusaha menciptakan sebuah sistem perbankan bersama yang membuka peluang penggunaan mata uang nasional kedua negara dengan mudah. Bank sentral Cina dan Filipina, 30 Oktober 2018 akan menandatangani nota kesepahaman untuk merealisasikan sistem transaksi mata uang bersama ini. Sistem perbankan dimaksud, memberi kesempatan kepada bank-bank lokal kedua negara untuk secara langsung menggunakan mata uang Renminbi atau Yuan, mata uang resmi Cina dan Peso, mata uang nasional Filipina dalam setiap transaksi keuangan dan moneter. Sebelumnya, Pemerintah Rusia saat ini tengah mengkaji program penghapusan dolar Amerika dari pembayaran dan transaksi luar negerinya. Kantor berita Interfax (3/10/2018) melaporkan, program ini berlandaskan pada program-program yang digagas oleh Direktur Bank VTB, Andrey Kostin. Tujuan program baru pemerintah Rusia ini adalah menciptakan kondisi tepat sehingga para pelaku usaha dapat membayar kewajiban mereka dengan mata uang asing apapun. Program baru pemerintah Rusia ini diharapkan bisa ditandatangani oleh PM Rusia, Dmitry Medvedev dalam dua minggu ke depan sehingga pembayaran Rusia ke Uni Eropa akan menggunakan mata uang euro, dengan Cina menggunakan mata uang yuan dan dengan negara-negara anggota Uni Ekonomi Euroasia menggunakan rubel. (Parstoday)