Dugaan Suap Meikarta Hancurkan Karier Neneng

Dugaan Suap Meikarta Hancurkan Karier Neneng
Jakarta, Obsessionnews.com –  Sebagai partai politik tertua di Indonesia, Golkar yang didirikan pada 1966 memiliki kader-kader yang tangguh dan berprestasi. Salah seorang di antaranya adalah Neneng Hasanah Yasin. Ia putri juragan beras dan tokoh Golkar Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), almarhum H Yasin. Sejak remaja Neneng aktif berorganisasi. Ia pernah mengemban beberapa jabatan, antara lain Ketua Pengurus Daerah Kolektif  (PDK) Kosgoro 1957 Kabupaten Bekasi, Bendahara KONI Kabupaten Bekasi, dan Wakil Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jabar. Pada Pemilu 2009 Neneng mendapat kepercayaan dari Golkar menjadi calon anggota DPRD Jabar. Neneng tak menyia-nyiakan peluang emas tersebut. Dan ia berhasil terpilih menjadi anggota DPRD periode 2009-2014. Belum selesai menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat, pada 2012  ia dicalonkan oleh Golkar untuk maju di Pilkada Kabupaten Bekasi. Dalam Pilkada 2012 tersebut Neneng menggandeng Rohim Mintareja sebagai wakilnya. Pilkada itu diikuti tiga pasangan calon bupati dan calon wakil bupati. Pilkada Bekasi 2012 tersebut diwarnai kejutan, di mana Neneng-Mintareja mengalahkan Bupati Bekasi petahana Sa’duddin yang berduet dengan Jamalulail Yunus. Neneng-Rohim memperoleh 442.857 suara atau sekitar 41,0%, Sa’duddin-Jamalulail 331.638 suara (30,75%), dan Darip Mulyana-Jejen Sayuti 304.108 (28,19%). Dengan demikian Neneng-Mintareja terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bekasi periode 2012-2017. Di berbagai kesempatan wanita kelahiran Karawang, Jabar, 23 Juli 1980 ini mengajak warga berperan aktif menyukseskan pembangunan Bekasi agar menjadi lebih baik. Untuk mewujudkan Bekasi kota maju Neneng mempermudah perizinan investasi. Ia aktif mempromosikan Bekasi sebagai salah satu daerah investasi yang potensial. Bekasi memiliki sejumlah kawasan yang cocok untuk investasi di bidang industri motor, mobil, pertanian, perikanan, perdagangan, restoran, dan lain sebagainya. Di bawah kepemimpinannya Bekasi meraih sejumlah prestasi. Antara lain tahun 2016 menerima penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jabar. WTP merupakan pencapaian tertinggi dalam laporan keuangan pemerintah daerah di Indonesia. Prestasi lain yang diraih Bekasi pada 2016 adalah mendapat penghargaan bergengsi Adipura . Bekasi dinilai berhasil meningkatkan kinerja dalam pengelolaan lingkungan perkotaan tahun 2015-2016.  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyerahkan secara langsung penghargaan Sertifikat Adipura Best Effort kepada Neneng di Istana Siak, Riau, Jumat (27/7/2016). Pada tahun 2016 Neneng terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi. Jabatan  baru ini menuntutnya harus bekerja ekstra keras dalam membagi waktu untuk tugasnya sebagai bupati. Berbagai prestasi yang diraihnya saat menjadi Bupati Bekasi menjadi modal penting bagi  Neneng untuk mengikuti Pilkada Kabupaten Bekasi 2017. Pilkada tersebut diikuti lima pasangan calon. Kali ini Neneng menggaet kader Golkar Eka Supria Atmaja.  Pasangan ini meraih suara tertinggi, yakni 471.585 suara atau 39.28%, diikuti Sa’duddin-Ahmad Dhani  309.410 suara (26,13%), Obon Tabroni-Bambang Sumaryono 208.223 suara (17,58%), Meiliana Karika-Abdul Kholik 113.596 suara (9,59%), dan Farihin-Mahmud 81.436 suara (6.88%). Dengan demikian Neneng-Eka terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bekasi periode 2017-2022. Neneng  memang sosok yang fenomenal. Ia mengukir sejarah baru di Kabupaten Bekasi.  Ia wanita pertama di daerah tersebut yang menjadi bupati dua kali secara beruntun. Ia mengenyam pendidikan di SDN VIII Rengasdengklok, Karawang, dan lulus tahun 1992. Kemudian melanjutkan ke MTs Darunnajah di Jakarta dan lulus tahun 1995. Setelah itu melanjutkan ke  SMA Insan Kamil Bogor dan lalus tahun 1998. Selanjutnya Neneng masuk Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta, dan lulus tahun 2008. Ia menikah dengan Almaida Rosa Putra dan dikaruniai tiga anak. Dugaan Suap Meikarta Namun sayangnya prestasi Neneng yang ciamik itu tak berlanjut. Ia ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima suap dari pengembang proyek pembangunan kota baru Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Setelah ditetapkan sebagai tersangka Neneng ditangkap oleh petugas KPK pada Senin (15/10/2018) malam. Ia tiba di Gedung KPK, Jakarta, sekitar pukul 23.25 WIB. Setelah tiba, Neneng langsung menjalani pemeriksaan secara intensif. Ia tersebut baru keluar dari Gedung KPK dan mengenakan rompi oranye pada pukul 19.46 WIB. Neneng resmi menjadi KPK, Selasa (16/10), setelah hampir 20 jam diperiksa. "Ditahan di Rutan KPK selama 20 hari pertama," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Dalam kasus ini, Neneng selaku bupati dan para kepala dinas di Pemkab Bekasi diduga dijanjikan uang Rp 13 miliar oleh pengembang Lippo Group. Hingga saat ini, menurut KPK, baru terjadi penyerahan uang sebesar Rp 7 miliar. Dinonaktifkan Sebagai Ketua Golkar Bekasi Karena menjadi tersangka kasus dugaan suap dari Meikarta tersebut Neneng dinonaktifkan sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi. Selain itu Neneng juga juga telah dicoret dari Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin untuk wilayah Jabar Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily menuturkan ia sudah berkomunikasi dengan Ketua TKD Jabar Dedi Mulyadi tentang kasus Neneng. "Beliau bilang akan segera diganti dari kepengurusan tim TKD Jawa Barat, jadi sudah resmi dicopot dari tim sekarang," kata Ace, Selasa (16/10). Ace menyebut posisi Neneng dalam TKD Jabar ialah dewan pengarah untuk wilayah Bekasi. Menurutnya, pencoretan Neneng sudah semestinya dilakukan Golkar karena mempunyai pakta integritas. Dengan begitu, para kader semestinya menaati pakta integritas demi menjaga moral di mata publik. "Aturannya jika memang melakukan tindakan korupsi maka dia harus mundur sebagai pengurus Golkar. Itu sesuai pakta integritas," tegasnya. (arh)   Baca juga:Ditahan KPK, Bupati Bekasi Kenakan Rompi Oranye Satu Tersangka Suap Meikarta Serahkan DiriDitangkap KPK, Neneng Nodai Citra Golkar‘Kasihan Anaknya, Punya Ibu Seorang Koruptor‘OTT Bekasi Terkait Suap Proyek PropertiOTT Bekasi, KPK Amankan 10 Orang dan Uang Rp 1 MiliarNeneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi Fenomenal