Mahfud MD Minta Fadli Zon Bertanggung Jawab Atas Kasus Ratna

Jakarta, Obsessionnews.com - Setelah beredar luas kabar penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet yang dilakukan orang tak dikenal, kini muncul opini baru dari kepolisian yang menyebut kabar penganiayaan tersebut hoax. Hasil penyelidikan Polda Metro Jaya menyatakan, bahwa luka di wajah Ratna sejatinya dikarenakan operasi plastik. Namun, sebelumnya Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon dalam akun twitternya menyatakan, Ratna benar-benar dianiaya. Bahkan dia mengaku sudah menjenguk Ratna di kediamannya. Baca juga:Sudah Seminggu, Kasus Ratna Sarumpaet Baru TerungkapMahfud MD: Penyerangan Ratna Sarumpaet Biadab! Kasus ini pun mendapat perhatian dari masyarakat luas. Termasuk mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Dia berharap polisi bisa mengungkap kasus ini secara terang benderang. Sementara Fadli Zon bisa mempertanggungjawabkan ucapannya agar kasus ini selesai dengan jelas. "Kita berharap Polri segera menjelaskan kasus apa ini. Kita juga berharap Fadli Zon bertanggungjawab utk mengclearkan kasus ini krn cuitan dialah yg menyiarkan penganiayaan thd Ratna. Dia jg tahu dimana Ratna kini berada. Mumpung Hari Hak utk Tahu belum lewat seminggu dirayakan," ujar Mahfud dalam akun twitternya, @mohmahfudmd Rabu (3/10/2018). Mahfud juga meminta publik tidak gampang menyimpulkan kasus ini, sampai ada hasil penyelidikan resmi dari kepolisian. Dia sepakat untuk mengutuk siapa saja pelakunya jika benar Ratna dianiaya. Demikian juga jika kabar itu bohong, Mahfud juga meminta penyebarnya ditangkap. "Kita lihat dulu hasil penyelidikan Polri, tak usah buru2 menyimpulkan. Kalau itu penganiayaan ya kita kutuk dan pelakunya hrs ditangkap. Tp kalau itu permainan ‘playing victim’ jg hrs dikutuk dan perekayasanya hrs segera diperiksa dan diproses scr hukum," jelasnya. Baca juga:Diprotes Sebarkan Berita Hoax PT DI Dijual kepada China, Ratna Sarumpaet Minta MaafRatna Sarumpaet Sayangkan Sikap Sandiaga Uno Berdasarkan keterangan dari pihak Prabowo Subianto, Ratna dihajar tiga orang 21 September yang lalu di sekitar Bandara Husein Saatranegara, Bandung, Jawa Barat. Malam itu seusai acara konfrensi dengan peserta beberapa negara asing di sebuah Hotel, Ratna naik taksi denngan peserta dari Sri Lanka dan Malaysia. "Mbak Ratna sebetulnya agak curiga saat tiba-tiba taksi dihentikan agak jauh dari keramaian. Nah saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju Bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap, dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya," kata Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang, Selasa (2/10/2018). Setelah dipukuli, Ratna dilempar ke pinggir jalan aspal, sehingga bagian samping kepalanya robek. Menurut pengakuan Ratna, kejadiannya sangat cepat sehingga sulit mengingat bagaimana urutan kejadiannya. "Mbak Ratna masih sedikit sadar saat dia kemudian dibopong sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi. Oleh sopir taksi mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi. Dengan sisa-sisa tenaga, imbuh Nanik, Ratna mencari kendaraan menuju rumah sakit di Cimahi serta menelepon temannya seorang dokter bedah dan langsung ditangani. "Mbak Ratna malam itu juga langsung balik ke Jakarta, dan dalam situasi trauma habis dia harus berdiam diri selama 10 hari. Barulah hari Minggu lalu dia memanggil Fadli Zon ke rumahnya, dan baru semalam Fadlizon melaporkan ke Pak Prabowo, dan hari ini di suatu tempat menemui Pak Prabowo," pungkas Nanik. Baca juga:Ratna Sarumpaet Bakal Somasi Dishub DKIPada Bingung, Kenapa Ratna Sarumpaet Ditangkap Namun, kabar tersebut berbanding terbalik dengan fakta yang ditemukan kepolisian di lapangan. Berikut fakta yang ditemukan polisi berdasarkan penyelidikan Polda Metro Jaya. Berdasarkan penyelidikan Polda Jabar, ditemukan bahwa tidak ada konferensi negara asing di Jabar pada tanggal 21 September 2018. Kemudian berdasarkan hasil pengecekan 23 rumah sakit di Jawa Barat, tak ada pasien atas nama Ratna Sarumpaet. Hasil koordinasi dari pihak Bandara Husein, seperti sopir taksi, avsec, sopir rental, porter, dan tukang parkir, mereka tak mengetahui peristiwa penganiayaan Ratna Sarumpaet. Kemudian tak terdapat manifes kedatangan atau keberangkatan penumpang atas nama Ratna Sarumpaet. Sementara itu Polda Metro Jaya menyelidiki bahwa jejak Ratna dalam waktu yang disebutkan dianiaya tengah berada di Jakarta. Hal itu terlihat dari call data record dan pembayaran di sebuah rumah sakit khusus bedah plastik di Menteng, Jakarta Pusat. Tercatat dalam buku registrasi rawat inap di RS BE bahwa Ratna Sarumpaet masuk hari Jumat, 21 September 2018 pukul 17.00 WIB. Kemudian pada rekaman CCTV Ratna Sarumpaet keluar dari RS BE pada Senin, 24 September 2018 pukul 21.28 WIB dan pergi dengan menggunakan taksi Blue Bird. Kabag Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo belum mengonfirmasi hal tersebut. "Tunggu rilis oleh Kadiv Humas, saya belum dapat info tentang paparan tersebut," kata Argo saat dikonfirmasi. (Albar) Baca juga:Ratna ‘Marsinah’ Sarumpaet yang Kritis terhadap Penguasa Dituduh Makar, Ratna Sarumpaet Ditangkap dan DiinterogasiRatna Sarumpaet: Yang Halangi Demo Bisa DipidanaRatna Sarumpaet Puji Sikap Menteri Susi Mundur





























