Lomba di Jambore Dai Parmusi Berhadiah Umrah

Lomba di Jambore Dai Parmusi Berhadiah Umrah
Cibodas, Obsessionnews.com - Di hari kedua pelaksanaan Jambore Nasional Dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) diisi dengan kegiatan lomba dan festival. Peserta sangat antusias mengikut kegiatan ini, menariknya panitia menyediakan hadiah khusus bagi mereka yang berhasil tampil sebagai yang terbaik. Hadiahnya yakni melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci. "Lima orang pemenang terbaik dari masing-masing katagori lomba akan mendapatkan hadiah. Hadiahnya cukup banyak selain tropy dan piagam penghargaan kita juga memberikan hadiah khusus bagi mereka, yakni melaksanakan ibadah umrah," ujar panitia penanggung jawab lomba dan festival ustaz Bernard Abdul Djabbar, di Cibodas, Jawa Barat, Rabu (26/9/2018). Ustaz Bernard mengatakan, lomba ini diadakan untuk melatih skil para dai dalam menjalankan dakwah Islam di masyarakat. Sekaligus untuk mengetahui sejauh mana kemampuan para dai Parmusi dalam berdakwah. Termasuk juga untuk menjaga solidaritas dan berbagi ilmu dan pengalaman. "Tujuanya sederhana, selain untuk melatih skil, lomba ini juga untuk menggalang solidaritas para dai, sekaligus untuk berbagi ilmu dan pengalaman," ujarnya. Menurutnya, setiap dai Parmusi di daerah memiliki tantangan dan pengalaman yang berbeda dalam berdakwah. Ada dai yang berjuang keras untuk berdakwah khususnya di daerah-daerah pelosok dengan minimnya akses, dan jemaahnya termasuk kelompok minoritas. Kondisi ini kata dia, jelas berbeda dengan dakwah di kota. "Misalnya di NTT atau Maluku, dan pedalaman Sulawesi, tantangan dai dalam berdakwah ini cukup berat karena situasi dan kondisi seperti belum ada listrik, jalan susah, dan infrastruktur tidak memadai. Kondisi ini jelas berbeda jika dibandingkan dakwah di kota," jelasnya. Pengalaman dan cerita-cerita yang menarik dari para dai ini nantinya akan ditulis dan masuk dalam perlombaan penulisan artikel. Penulisan artikel menyangkut tentang pengalamannya sebagai dai Parmusi di daerah, khususnya dalam rangka melakukan perubahan imtaq atau iman dan takwa di masyarakat. "Semua artikel yang sudah terkumpul akan dibukukan dengan tema besar The Power of Dai. Buku itu nanti menjadi hak milik Parmusi," jelasnya. Untuk penulisan artikel temanya sudah ditentukan, yakni tentang kewajiban umat manjalankan Syariat Islam, dai berbenteng di hati umat, the power dai dalam membentengi akidah umat, tantangan dakwah Parmusi antara harapan dan realita, dan karakteristik dakwah Parmusi. Peserta yang ikut lomba berusia 18-40 tahun. Selain lomba penulis artikel ada juga lomba lain yang menarik, yakni membaca Al-Quran, menghafal Al-Quran, menulis Al-Quran, ceramah, adzan, dan imam shalat. Lomba itu akan dinilai oleh juri kelas nasional yang kompeten dibidangnya. Satu provinsi berhak mengirimkan satu dai untuk ikut lomba. (Albar)