Ulah Mafia Beras Bikin Fahri Hamzah Tak Bisa Tidur

Ulah Mafia Beras Bikin Fahri Hamzah Tak Bisa Tidur
Jakarta, Obsessionnews.com – Ulah mafia yang memainkan impor beras bikin Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tak bisa tidur. Hal itu dia ungkapkan melalui kultwit di akun Twitternya, @Fahrihamzah, Kamis (20/9/2018). Dalam kultwitnya tersebut Fahri memuji keberanian Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso (Buwas) yang berani mengkritik kebijakan pemerintah mengimpor beras. Berikut kultwit lengkap Fahri Hamzah: Buwas, Beras dan Instabilitas Pertahanan Negara Gak bisa tidur mikirin permainan Impor Beras oleh Mafia Import yg katanya sudah jera. Saya twit dgn sebuah pertanyaan, jika Bulog dalam menentukan besaran cadangan pangan pemerintah berdasarkan penyerapan gabah petani. Kalau kemendag dengan apa ya? Tapi satu hal yg harus dicatat tebal, sejarah mengajarkan kita bahwa beras sejak era kerajaan hingga era republik bukan hanya sekedar produk pertanian, tapi ia juga stabilisator politik kekuasaan. Beras adalah soal politik dan daya tahan, stamina rakyat dan kekuasaan. Oleh karenanya beras tidak hanya komoditas ekonomi tapi juga komoditas politik, politik kebijakan beras selalu menjadi isu laten jelang pemilu, ruang abu abu impor ada pada krn adanya kewajiban cadangan pangan pemerintah baik pusat maupun daerah, disinilah data bermain dan dimainkan.   Baca juga:Buwas Yakin Indonesia Tak Butuh Impor Beras Sampai 2019Zulkifli Hasan: Memuliakan Petani itu Caranya Tidak Impor BerasKetua MPR Minta Pemerintah Batalkan Impor Beras   UU mempersyaratkan impor pangan diizinkan apabila kecukupan produksi nasional dan cadangan pangan pemerintah kurang, Problemnya apakah produksi dan cadangan pangan pemerintah surplus atau minus? di pihak pemerintah sendiri data tak pernah padu. Terjadi perbedaan antara kementan dan bulog dengan kemendag, menteri yg bertugas menjaga produksi, otoritas yg bertugas sebagai pembeli dr hasil produksi masyarakat, dan menteri yg berdagang, padahal seharusnya bertugas dengan pertimbangan kepentingan nasional., Ini bukan soal angka statistik tapi ini adalah politik ekonomi pangan, dan lebih dari ekonomi politik, pangan dalam hal ini beras membawa pengaruh bagi pertahanan negara. Ketidakpastian beras adalah ketidakpastian stabilitas dan daya tahan nasional. Ini serius.   Baca juga:Kebijakan Impor Beras Dipertanyakan!Impor Beras, Kanker Stadium 4, dan Jempol KakiSaya Mau Impor Beras, Anda Mau Apa? Pangan berpotensi menjadi ancaman non tradisional dan non kovensional bagi pertahanan negara. Bukan hanya dalam masalah ketersediaan. Tapi juga dalam perang dagang komoditas. Karena itu isu Impor Beras dan Mafia Impor ini dapat dikategorikan kepada isu keamanan nasional. Pemaksaan pembukaan kran impor pangan akan membawa kenaikan inflasi, keresahan petani dan runtuhnya kedaulatan pangan. Ini menunjukan rapuhnya kedaulatan nasional akibat bolongnya pertahanan negara nir militer. Entahlah kita sedang bertahan? Menyerang atau bunuh diri? Selamat tidur kawan2 dan jangan main2 soal perut rakyat. Biar pejabat petugas berantem, tetap waspada. Mari dorong keterbukaan, ada apa di balik simpang siur ini. Waspada pak @jokowi ada tikus mati di lumbung padi. Selamat pak Buwas pemberani!   Baca juga:DPD RI Tolak Impor Beras PemerintahPerempuan Tani-HKTI Minta Pemerintah Teliti Soal Impor BerasImpor Beras, ‘Cerdik’Tapi Sadis!