Rusak Lingkungan, Tambang Liar di Jember Ditutup

Jember - Penambangan Liar terhadap salah satu wilayah Perhutani Jember tepatnya di area Gunung Manggar Petak 11 Glundengan yang berada diwilayah Wuluhan Kab Jember merupakan lokasi yang disinyalir memiliki kandungan emas, sehingga banyak penambang liar yang beroperasi dilokasi tersebut. Pada Kamis (20/9/2018) pukul 10.00 Wib, sesuai koordinasi pihak Perhutani Jember dengan Polres dan Koramil 0824/23 Wuluhan melaksanakan penutupan tambang liar yang berpotensi merusak lingkungan hidup disekitar gunung tersebut, bahkan keberadaan tambang liar tersebut mendangkalkan aliran sungai irigasi petani di sekitarnya.
Sebelum dilakukan kegiatan diambil apel dan pengarahan oleh Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo yang pada intinya Mengucapkan terima kasih kepada seluruh isntansi yang telah hadir mendukung kegiatan ini, pada hari ini kita akan melaksanakan operasi gabungan penutupan tambang emas liar di area gunung Manggar dibagi menjadi 2 bagian yaitu tindakan prefentif dan tindakan represif dengan harapan dapat membuat jera para pelaku. Dalam kegiatan tersebut tidak diketemukan pelaku namun diketemukan beberapa lobang penambangan yang diduga menjadi lokasi penambangan penambang liar yang langsung dilakukan penutupan.
Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Arif Munawar sangat mendukung penutupan tambang liar tersebut, dan sudah koordinasi dengan Kapolres dan Kepala Perhutani Jember. Menurutnya, penambangan liar tersebut sangat meresahkan petani di sekitarnya meskipun sudah yang ke dua kalinya dilakukan penutupan mereka masih bandel beroperasi lagi. “Hal ini disamping merusak ekosistim juga menghambat program ketahanan pangan yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah, karena disekitar lokasi tersebut merupakan kawasan lahan persawahan yang subur dan lumbung padi di Kabupaten Jember,” ungkap Letkopl Arif.
“Bahkan saya sudah perintahkan kepada Danramil 0824/23 Wuluhan karena pintu masuk penambang liar tersebut dari wilayah Desa Kesilir Kec Wuluhan, untuk melakukan pengawasan intensif bersama aparat terkait agar penambangan liar tersebut tidak beroperasi kembali,” tegas Komandan Kodim.
Penutupan tambang liar ini dipimpin oleh Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Wakil Asper Perhutani Jember Achmad Faisal, Pabin Perhutani Jember Kompol Koesno, AKP Istono Kasat sabhara Polres Jember, AKP Zaenuri Kapolsek Wuluhan, AKP Sugeng Piyono Kapolsek Ambulu, Kapten Arm Pujianto Danramil 0824/23 Wuluhan, dengan pelibatan personel Dalmas Polres Jember 30 orang, Koramil 0824/23 Wuluhan 10 orang, Polsek Wuluhan 10 orang, Polsek Ambulu 10 orang, 30 orang Polhutmob jember, Satpol PP 5 orang dan anggota Perhutani Jember 20 orang. (Red)
Sebelum dilakukan kegiatan diambil apel dan pengarahan oleh Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo yang pada intinya Mengucapkan terima kasih kepada seluruh isntansi yang telah hadir mendukung kegiatan ini, pada hari ini kita akan melaksanakan operasi gabungan penutupan tambang emas liar di area gunung Manggar dibagi menjadi 2 bagian yaitu tindakan prefentif dan tindakan represif dengan harapan dapat membuat jera para pelaku. Dalam kegiatan tersebut tidak diketemukan pelaku namun diketemukan beberapa lobang penambangan yang diduga menjadi lokasi penambangan penambang liar yang langsung dilakukan penutupan.
Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Arif Munawar sangat mendukung penutupan tambang liar tersebut, dan sudah koordinasi dengan Kapolres dan Kepala Perhutani Jember. Menurutnya, penambangan liar tersebut sangat meresahkan petani di sekitarnya meskipun sudah yang ke dua kalinya dilakukan penutupan mereka masih bandel beroperasi lagi. “Hal ini disamping merusak ekosistim juga menghambat program ketahanan pangan yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah, karena disekitar lokasi tersebut merupakan kawasan lahan persawahan yang subur dan lumbung padi di Kabupaten Jember,” ungkap Letkopl Arif.
“Bahkan saya sudah perintahkan kepada Danramil 0824/23 Wuluhan karena pintu masuk penambang liar tersebut dari wilayah Desa Kesilir Kec Wuluhan, untuk melakukan pengawasan intensif bersama aparat terkait agar penambangan liar tersebut tidak beroperasi kembali,” tegas Komandan Kodim.
Penutupan tambang liar ini dipimpin oleh Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Wakil Asper Perhutani Jember Achmad Faisal, Pabin Perhutani Jember Kompol Koesno, AKP Istono Kasat sabhara Polres Jember, AKP Zaenuri Kapolsek Wuluhan, AKP Sugeng Piyono Kapolsek Ambulu, Kapten Arm Pujianto Danramil 0824/23 Wuluhan, dengan pelibatan personel Dalmas Polres Jember 30 orang, Koramil 0824/23 Wuluhan 10 orang, Polsek Wuluhan 10 orang, Polsek Ambulu 10 orang, 30 orang Polhutmob jember, Satpol PP 5 orang dan anggota Perhutani Jember 20 orang. (Red) 




























