Melissa Huang Kembangkan Konsep Depo Es Krim

Berbisnis dengan membawa misi sosial, dia mampu membuktikan membuka peluang usaha tak selalu bicara uang, tapi juga menolong sesama.
Jakarta, Obsessionnews.com - Di antara beberapa produsen es krim di Indonesia, Diamond termasuk yang awal membuat camilan dingin secara pabrikan. Seiring berjalannya waktu, es krim Diamond menguasai market B2B dan mendapat izin sebagai manufacture yang men-supply international chain. Produknya pun kini semakin bervariasi. Selain menghasilkan jus, produk diary yang terkenal adalah susu, yogurt, dan lainnya. Salah satu wanita yang berdiri di jajaran BOD Diamond Group adalah Melissa Huang. Berkarier di PT Sukanda Djaya sejak 1995, dia memulai kiprahnya melalui bidang sales, hingga akhirnya menduduki posisi direktur di PT Diamond Cold Storage. Dia pun berbagi salah satu kiat mencapai posisi puncak, “Selain work hard kuncinya adalah bekerja dengan hati, ini penting ditularkan kepada tim. Kami selalu menerapkan konsep team work, agar potensi setiap individu akan lebih terbantu dan muncul.” Bicara tentang gebrakan bisnis, pada akhir 2015 Melissa mengembangkan konsep depo es krim. Untuk memberi kesempatan bagi orang-orang bermodal terbatas menjadi pengusaha es krim. Hasilnya ampuh, bisnis ini menambah pundi-pundi tak sedikit bagi perusahaan. Tak hanya itu, nasib pengusaha depo dan hawker-nya (penjaja es krim keliling dengan sepeda) pun terangkat. Dia bangga, karena dari bisnis ini pemilik depo banyak yang bisa mempunyai rumah, mobil, dan menyekolahkan anak di sekolah yang layak. Hingga kini, jumlah hawker Diamond telah menembus angka 10 ribu. “Tak hanya sukses membesarkan depo es krim, berawal dari rasa ingin berbagi dengan sesama, kami melihat peluang baru yang dapat menyelaraskan antara bisnis dan kegiatan sosial. Untuk karyawan Diamond, kami menciptakan program Diamodfair. Ini konsep bisnis yang memperbolehkan karyawan membeli produk Diamond dengan harga murah,” paparnya dengan nada optimis. Program ini laris manis diserbu, sampai dalam acara pembukaan karyawan rela antri hingga dua jam. Wanita berbintang Leo itu meyakini, jika harga susu Diamond bisa dibeli murah, kecerdasan dan kesehatan anak karyawan meningkat. Selain itu para karyawan bisa mendapat untung, karena bisa menjual kembali produk itu dengan harga normal di pasaran. Lama-kelamaan program ini berkembang dan banyak permintaan dari pihak luar yang ingin menjadi konsumen. Maka toko Diamondfair pertama resmi dibuka di Cibitung, pada 2 Januari 2016, bersamaan dengan tanggal berdirinya pabrik Diamond di tahun 1974. Hingga pertengahan 2018, Diamondfair memiliki 17 cabang dan terus berkembang. Tak hanya membidik pangsa pasar offline, order barang Diamondfair bisa pula via www.diamondfair.co.id, aplikasi android dan IOS, atau melalui whatsapp. Melissa meyakini, sesuatu yang datang dari niat baik akan membawa hasil baik pula. Sebagai bukti nyata dari tagline Diamondfair itu sendiri ‘Dari kita untuk kita’. (Elly Simanjuntak) Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2018




























