Jelang ICF 2018, KBRI Azerbaijan Selenggarakan Resepsi Diplomatik

Jelang ICF 2018, KBRI Azerbaijan Selenggarakan Resepsi Diplomatik
Baku, Obsessionnews.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Baku, Azerbaijan menggelar Resepsi Diplomatik dengan tajuk "Commeration Of The 73 Independence Day Of The Republic Of Indonesia", Selasa (11/9/2018). Resepsi Diplomatik merupakan rangkaian pra-pelaksanaan Indonesian Cultural Festival (ICF) 2018 yang akan digelar pada 11, 13, 14, 15, dan 16 September mendatang. Hadir dalam acara resepsi tersebut Menteri Pendidikan Azerbaijan Abulfaz Garayev dan sejumlah duta besar negara sahabat. Acara berlangsung meriah. Dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Azerbaijan, kemudian dilanjutkan Indonesia Raya yang dibawakan grup musik dari istana kepresidenan Azerbaijan. Warga Azerbaijan yang turut menyanyikan Indonesia Raya tampak begitu semangat. Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie, MA dalam pidatonya mengatakan, hubungan Indonesia dan Azerbaijan sangat erat sekali. Apalagi saat ini kerja sama di antara kedua negara sudah semakin erat. "Saya bersyukur Alhamdulillah, saat ini banyaknya kerja sama antara kedua negara. Kita sudah bekerja sama dalam bidang perdagangan, ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan. Tentunya ini menjadi tolok ukur adanya kemajuan hubungan bilateral kedua negara," ungkap Husnan dalam rilisnya, Rabu (12/9/2018). Husnan juga menyinggung adanya pertalian sejarah kedua negara. Menurutnya, Islam di Azerbaijan dan di Indonesia memiliki hubungan yang sangat kuat. Hal itu diyakininya usai menemukan prasasti di Azerbaijan yang memiliki kemiripan dengan yang ada di Indonesia. "Dua bulan lalu saya singgah ke daerah Sundu dan Maraza. Saya melihat ada kesamaan batu nisan di sana dengan yang ada di Barus dan Aceh Indonesia. Dalam waktu dekat kami dan tim dari Indonesia akan menelusuri hubungan Islam di Azerbaijan dan Indonesia," jelas Husnan yang disambut tepuk tangan meriah dari para undangan yang hadir. Sementara itu, Menteri Pendidikan Azerbaijan Abulfaz Garayev mengatakan, Indonesia sudah menjadi sahabat Azerbaijan sejak lama. Selain karena ada hubungan keislaman antardua negara, Indonesia juga menjadi negara pertama yang menerima kemerdekaan Azerbaijan pada tahun 1991. "Indonesia negara pertama yang menerima kemerdekaan Azerbaijan pada tahun 1991, setelah itu diplomatic relation sangat baik sekali. Khususnya bidang ekonomi, sosial budaya yang sudah kita jalani dengan sangat bagus. Saya berharap kerja sama ini akan terus meningkat," kata Abulfaz Garayev. Acara Resepsi Diplomatik benar-benar berlangsung sangat meriah. Sejumlah tarian khas Kalimantan dan Papua Indonesia dibawakan oleh mahasiswa-mahasiswa asal Azerbaijan yang sedang melakukan studi Indonesia di Universitas Bahasa Azerbaijan. Acara tersebut diakhiri dengan menyanyikan lagu “Gebyar-Gebyar” yang dibawakan oleh Hulnar and Ambasador Band. Diberitakan sebelumnya, ICF 2018 akan digelar dengan mengusung tema “Keeping the Archipelago Greatest Culture Alive”. ICF ke-3 ini akan diadakan di dua tempat berbeda, yaitu Heydar Aliyev Sarayi dan Fountaine Square. Tempat yang disebut terakhir merupakan pusat perbelanjaan luar ruang yang selalu ramai dikunjungi masyarakat Azerbaijan dan turis mancanegara karena letaknya di tengah jalur Sirkuit Formula 1 Baku. ICF kali ini tak hanya diikuti para pengusaha yang akan memperkenalkan produk-produknya. Sejumlah pemerintahan daerah juga turut berpartisipasi, seperti Pemkab Tulang Bawang Barat, Pemprov DKI bersama Srikandi Jakarta. Adapun produk asli Indonesia yang akan dipamerkan antara lain Batik Betawi Gobang, Delima Candi Amazing, PT PASI, Batik Coretta Indonesia, Kerajinan Kayu Larasindo Furniture dari Klaten Jawa Tengah, PT. Langlang Buwana, KK Shop (Batik Cake), Altra Tour and Travel, dan kerajinan SanCraft. Seni dan budaya tanah air pun akan turut dipromosikan. Hadir pada ICF 2018 nanti para pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), para kaligrafer nasional utusan Kemenag RI, dan penampilan seniman Reog Ponorogo dari sanggar Sabuk Janur yang datang langsung dari Ponorogo, Jawa Timur. Hadir juga penampilan musik Jazz dari Dwiki Darmawan, Ita Purnama Sari, dan Amelia Ong. (Fath)