Presiden Turki Ancam Larang Penggunaan Dolar AS

Presiden Turki Ancam Larang Penggunaan Dolar AS
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam Amerika Serikat (AS) karena berperilaku seperti "serigala liar" dan mengatakan Ankara akan mengupayakan transaksi non-dolar dalam perdagangan dengan Rusia dan negara-negara lain. "Amerika berperilaku seperti serigala liar. Jangan percaya mereka," kata Erdogan dalam sebuah pidato di sebuah forum bisnis di Bishkek, Minggu (2/9/ 2018), saat berkunjung ke Kyrgyzstan. Seperti dilansir ParsToday, Erdogan menegaskan, negosiasi sedang berlangsung antara Turki dan Rusia tentang penggunaan mata uang nasional, bukan dolar AS dalam hubungan perdagangan bilateral. AS telah memberlakukan hukuman ekonomi terhadap Ankara dan Moskow. "Menggunakan dolar hanya akan merusak kita. Kita tidak akan menyerah. Kita akan menang," kata Erdogan pada pertemuan tersebut, yang dihadiri oleh para pengusaha Kyrgyzstan dan pengusaha Turki serta pejabat pemerintah. Washington dan Ankara terjerat dalam friksi tentang penangkapan seorang pastor Amerika yang kini menjalani persidangan di Turki atas tuduhan teror. Pastor Andrew Brunson telah dituduh memiliki hubungan dengan partai terlarang di Turki yaitu Partai Buruh Kurdistan (PKK) dan gerakan Gulen, yang dinilai pemerintah Turki mendalangi kudeta gagal tahun 2016. (Red)