Kepemimpinan Fermiyanti di Bank BJB Tak Diragukan

Kepemimpinan Fermiyanti di Bank BJB Tak Diragukan

Berkecimpung di dunia perbankan lebih dari 28 tahun, bekal kepemimpinan Fermiyanti tidak perlu diragukan lagi. Dia mumpuni dan andal memimpin di berbagai divisi.

Jakarta, Obsessionnews.com - Menjalani babak baru sebagai Direktur Operasional Bank bjb sejak akhir tahun 2017 lalu tidak lantas menjadikan wanita hangat yang satu ini gentar. Berbekal pengalaman sebagai direktur konsumer sejak tahun 2014 membuat Fermiyanti memiliki pengetahuan apa saja yang dibutuhkan oleh pihak konsumer dari divisi operasional. Pengalaman tersebut justru membuatnya antusias ketika diberi amanah baru pada momen analyst meeting 2017. Menjalani pekerjaannya dengan hati, dia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk semua tugas. Pertengahan tahun 2018 ini bank bjb baru saja menjalin kerjasama dengan Al Rajhi Banking and Investment Corporation (Malaysia) Berhad. Kolaborasi itu sendiri memiliki ruang lingkup general banking services’s project. Tidak hanya itu, kesepakatan antara bank bjb dan Al Rajhi Banking akan memberikan solusi direct payment ke Kingdom of Saudi Arabia (KSA), yang selama ini kerap terjadi kendala dalam pengelolaannya. Kerjasama tersebut juga turut memperkuat layanan mereka yang ada di Timur Tengah. Kepindahannya menjadi direktur operasional dengan pengalaman bekerja di divisi lain membuat Fermiyanti ingin mengubah cara kerja di divisi barunya, agar bisa bergerak lebih cepat. Dia dan tim juga sepenuhnya mendukung secara optimal divisi lain, sehingga menciptakan kemudahan sistem maupun evaluasi dalam memajukan bank bjb. Selain itu, lulusan Institut Pertanian Bogor ini juga terus berbenah di berbagai lini. Merespon keluarnya penilaian dari BPK bahwa operasional bank bjb tidak berjalan efisen di tahun-tahun sebelumnya membuat wanita yang mengedepankan hubungan baik dengan nasabah ini membuat perbaikan bersama divisi-divisi lain. Di antaranya di kredit mikro, manajemen bank bjb saat ini sudah melakukan perbaikan model bisnis dan standar prosedur. Perubahan tersebut terkait pembagian tugas dan tanggung jawab. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kerja sesuai dengan prinsip GCG yang baik. Perbaikan dalam proses pemberian kredit mikro tidak hanya dalam melakukan pemasaran. Tapi, bank  bjb juga melakukan program inhouse bahwa bank harus melakukan pembinaan di bisnis mikro. Selain itu, ada pula program pembinaan seluruh pelaku UKM sehingga bisa bankable. Kredibilitas kepemimpinannya yang terbilang sukses saat menjabat sebagai direktur konsumer dapat dilihat dari hasil yang telah dicapai. Beragam prestasi berhasil ditorehkan mulai dari bidang perumahan, kredit konsumer, sms banking, hingga internet banking. Emiten berkode BJBR ini mencatatkan pertumbuhan kinerja dengan membukukan laba bersih semester 1-2018 sebesar Rp903 miliar. Angka itu tumbuh 9,2% year on year (yoy) dari tahun sebelumnya. Capaian tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan per Mei 2018 yang sebesar 7,7% yoy. Adapun total Aset bank bjb tercatat sebesar Rp113,4 triliun atau tumbuh sebesar 4,5% yoy. Total penyaluran kredit sebesar Rp72,3 triliun. Di sisi pendanaan, bank bjb juga terbilang berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan total sebesar Rp88,8 triliun. (Indah Kurniasih) Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2018