Gita Tiffani Bertekad Bawa Astra International Kian Gemilang

Menjadi satu-satunya wanita di jajaran direksi PT Astra International Tbk (ASII) menyemangati langkah Gita dalam mengarahkan laju bisnis.
Jakarta, Obsessionnews.com - Sempat menjabat sebagai partner di firma hukum Mochtar Karuwin dan Komar spesialisasi di bidang korporasi, pasar modal dan keuangan pada tahun 2003 hingga 2011, Gita Tiffani Boer bertekad membawa Astra International kian gemilang dari pencapaian saat ini. Sebelum duduk di tampuk pimpinan, dia juga pernah menjabat sebagai chief group general counsel & corporate secretary. Di bawah kendali lulusan Master of Law, American University pada 1993 performa divisi corporate secretary berjalan mulus dan optimal. Bibit leadership dan mampu mengatasi tekanan pekerjaan sudah terpatri di dalam diri Gita. Dia mengungkapkan, “Untuk merampungkan tugas, kami selalu mengutamakan nilai kerja sama dan continous improvement.” Sementara itu, dalam hubungan sesama rekan kerja, sikap saling menerima, dan mendorong menjadi filosofi yang dijunjung tinggi anggota tim. “Kami juga mengembangkan sikap meningkatkan integritas, membangun keterbukaan maupun mentalitas kelimpahruahan dalam hubungan yang harmonis sebagai warga Astra International,” sambung lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini. Baru-baru ini, Astra bahkan telah menyuntikkan dana ke perusahaan Go-Jek, sebesar US$150 juta atau sekitar Rp2 triliun. Dari beberapa perusahaan yang turut terlibat dalam penggalangan dana (fund raising) yang dilakukan pada awal tahun 2018, perusahaan ini disebut-sebut menjadi salah satu perusahaan dengan kucuran dana investasi terbesar. Tidak hanya itu, Astra International pun akan mengambil alih sebagian saham baru yang diterbitkan oleh perusahaan transportasi online tersebut. Dilihat dari laporan perusahaan, laba bersih yang dikantongi berhasil meningkat sebanyak 11%. Pada semester l tahun 2018, perusahaan ini berhasil meraup laba bersih sebesar Rp10,38 triliun, sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya membukukan Rp9,34 triliun. Bisnis alat berat dan pertambangan mendatangkan keuntungan bagi Astra International sebesar Rp3,28 triliun. Angka tersebut naik hingga 60% dibandingkan tahun lalu senilai Rp2,05 triliun. Laporan gemilang tersebut juga ikut ditopang oleh peningkatan jasa keuangan grup dan laba bersih yang dihimpun anak usaha yang bergerak di sektor batu bara, yakni PT United Tractors Tbk. Ada pula teknologi informasi yang juga menjadi menyumbang peningkatan laba bersih cukup tinggi, yakni mencapai 24% atau senilai Rp68 miliar dari sebelumnya sebesar Rp55 miliar. Sementara, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Astra International laba yang berhasil dicatat pada tahun 2017, yakni sebesar Rp11.391.766.690.114 dibukukan sebagai laba ditahan Perseroan. Dengan capaian tersebut, Astra International membagikan dividen Rp7,4 triliun atau Rp7.489.457.330.900 untuk para pemegang saham yang dibagikan secara tunai. Atas kesuksesan tersebut, Presiden Direktur PT Astra International Tbk merasa bangga pada setiap stakeholder yang selalu memberikan dukungan penuh terhadap perusahaan. (Indah Kurniasih) Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2018




























