Emma Sri Martini Selalu Meretas Peluang Masa Depan

Menjadi pemimpin wanita di PT Sarana Multi Infrastruktur tak lantas membatasi Emma dalam berdedikasi. Selama sembilan tahun, dia tak hanya fokus pada pembiayaan sektor yang lazim, namun juga turut meretas peluang masa depan.
Jakarta, Obsessionnews.com - Memimpin dengan gaya yang khas, Emma Sri Martini selalu membangun suasana kantor yang nyaman dengan ikatan kekeluargaan. Tujuannya menjadikan kantor sebagai rumah kedua bagi setiap insan di dalamnya. Wanita lulusan Institut Teknologi Bandung ini menilai bahwa kenyamanan bekerja, tidak melulu berupa gaji ataupun bonus yang besar. Berbagai kegiatan untuk life balance, seperti lari, futsal, bersepeda, golf, yoga, zumba, band, hingga acara keagamaan turut berperan penting. Secara kapabilitas diri, perempuan berusia 47 tahun ini telah kaya pengalaman di perusahaan plat merah, seperti menjadi direktur keuangan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero). Saat paska krisis ekonomi 1997/1998, Emma turut serta berperan sebagai asisten wakil presiden grup Kepala Badan Penyehatan Perbankan Indonesia. Dia pun terus mengembangkan kemampuan diri dengan aktif sebagai pembicara maupun panelis pada berbagai forum infrastruktur di dalam maupun luar negeri. Di bawah komandonya, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau biasa dikenal SMI terus berpartisipasi dalam berbagai pembangunan infrastruktur Tanah Air. Di akhir tahun 2017, SMI membiayai proyek infrastruktur dengan menyalurkan pembiayaan total sebanyak Rp30 triliun. Dana tersebut sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan jalan tol dan listrik. Sisanya dialirkan untuk membiayai bidang infrastruktur di luar APBN. Demi menggenjot percepatan pembangunan infrastruktur di daerah, perusahaan yang berdiri pada Februari 2009 ini juga mendapat mandat dari pemerintah untuk turut berpartisipasi melalui pemberian produk pinjaman bagi pemerintah daerah. Menggunakan skema hasil koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Koordinator Ekonomi, SMI bersama pemerintah daerah mengolaborasikan dana yang dibutuhkan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Saat ini ada beberapa daerah yang telah bekerja sama, di antaranya Kabupaten Karangsem, Surakarta, maupun Palu. Memimpin SMI sejak awal, lulusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung tersebut juga berhasil membukukan laba komprehensif sebesar Rp1,73 triliun. Angka tersebut meningkat 39,51% secara year on year (yoy) dari tahun sebelumnya, yakni Rp1,24 triliun. Tidak hanya itu, dia juga tengah membawa SMI membidik sektor baru, seperti sumber energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, maupun pengelolaan air bersih. Baru-baru ini, SMI muncul sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang menerbitkan obligasi green bond. Yakni penggunaan dana hasil penerbitan untuk mendanai ataupun membiayai kembali proyek berwawasan lingkungan. Obligasi tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) green bond senilai Rp3 triliun dengan nilai emisi Rp500 miliar pada tahap I tahun 2018. (Indah Kurniasih) Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2018




























