Ulang Tahun ke-9 LPEI

Oleh: Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Hari ini Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) merayakan ulang tahun yang ke-9. LPEI dibentuk melalui UU No.2 Tahun 2009 berperan untuk menyediakan fasilitas yang diberikan kepada badan usaha termasuk perorangan dalam rangka mendorong kegiatan ekspor Indonesia. Pada saat ini dunia menghadapi guncangan ekonomi dengan kenaikan suku bunga dan pengetatan likuiditas serta kebijakan perang dagang yang diterapkan oleh Amerika Serikat. Beberapa negara emerging seperti Argentina, Turkey mengalami gejolak ekonomi yang keras. Indonesia harus makin memperkuat perekonomian dengan menurunkan defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan. Ekspor harus dipacu lebih keras lagi dan impor harus dikendalikan. Kita memerlukan perusahaan dan industri yang tangguh dan kompetitif agar perekonomian Indonesia dapat terus maju dan mampu bertahan dalam menghadapi guncangan global. LPEI merupakan institusi dibawah Kementerian Keuangan, merupakan instrumen penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor, meningkatkan daya saing pelaku ekspor dan mendukung ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi dan jasa konsultasi. LPEI memiliki lebih 1200 klien eksportir, salah satu contohnya adalah perusahaan flooring di Bhuton, Pulau Muna, Sulawesi yaitu CV Cendana Mas. Perusahaan skala UMKM ini membuat flooring dari potongan-potongan kayu kecil yang disusun menjadi satu dan dilaminating. Lokasi usaha sulit dijangkau - 9 jam dengan kapal Fery dari Kendari (ibu kota Sulawesi Tenggara), namun tidak mematahkan kreativitas dan daya juang dan keunggulan kompetitif CV Cendana Mas sebagai pemasok flooring di tataran global. Mereka melakukan terobosan budi daya baru, bukan lagi bahan kayu glondongan yang dipakai oleh banyak industri kayu olahan, tetapi memanfaatkan bonggol kayu yang selama ini tidak dimanfaatkan oleh industri log dan kayu olahan. Bonggol kayu dibeli dari masyarakat dan diolah menjadi potongan potongan kecil. Bahan yang dulu diabaikan kini justru medorong ekonomi rakyat. Dari bahan yang dibuang menjadi sesuatu yang laku dijual dan diekspor ke Jepang. Pada awal mengikuti program Pembiayaan LPEI tahun 2011, CV Cendana Mas merupakan UKM berskala Rp5 miliar. Sampai akhir tahun 2017, perusahaan ini sudah berkembang menjadi UKM dengan skala Rp9 miliar. Indonesia membutuhkan lebih banyak ribuan pengusaha-pengusaha eksportir baru yang tangguh, pantang menyerah, kreatif, inovatif dan memiliki daya juang di pasar global. LPEI dibentuk untuk membantu dunia usaha agar bisa siap dan tangguh menghadapi persaingan global. Pendampingan dan pelatihan juga diberikan agar pengusaha eksportir memahami standar internasional. Dengan demikian negara hadir sampai pelosok negeri untuk masyarakat yang membutuhkan. Dalam usia ke 9 tahun, LPEI yang dilahirkan dari pembiayaan APBN - sebesar Rp 7 Triliun dan Rp 4,2 Triliun untuk penugasan khusus- telah mampu memberikan dukungan eskpor kepada 1288 eksportir dengan dana sebesar Rp 103,66 Triliun dan penjaminan serta asuransi ekspor sebesar Rp 24 Triliun. APBN - uang dari pajak yang dibayarkan rakyat Indonesia -senantiasa kita gunakan untuk kemakmuran rakyat yang adil dan memperkuat perekonomian Indonesia. Selamat ulang tahun ke-9 LPEI -terus bekerja keras dan berjuang memperkuat Indonesia. Sumber: www.facebook.com/smindrawati





























