Pramuka selalu Hadir Tangani Bencana karena Tiga Hal ini

Jakarta, Obsessionnews.com - Loyalitas Pramuka dalam hal penanganan bencana tak perlu diragukan lagi. Di mana pun berada, Pramuka selalu hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana. Peran Pramuka kerap mendapat apresiasi dari sejumlah pihak karena dianggap konsisten bekerja dalam aksi kemanusiaan. Andalan Nasional Kwarnas Urusan Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana (Abdimasgana) Rangga Wisnu mengatakan, ada tiga modal besar yang dimiliki Pramuka dalam setiap penanganan bencana melalui wadah Pramuka Peduli. Modal positif itu bisa jadi tidak dimiliki orang lain. Pertama, kata dia, Pramuka memiliki Dasa Darma sebagai landasan nilai yang utuh. Dengan 10 sikap dan perilaku yang harus dimiliki ini, Pramuka tanpa lelah membantu masyarakat di lapangan setiap kali terjadi bencana. Pasalnya, dalam Dasa Darma ada nilai filosofis di poin ke lima, yakni "Rela menolong dan tabah". "Kekuatan utama kita yang pertama tentu ada di Dasa Darma karena di sana mengandung kekuatan dan spirit bagi Pramuka untuk terus berbuat kebajikan. Dasa Darma adalah landasan moral yang harus diingat dan diamalkan oleh adik-adik Pramuka," ujar Rangga saat dihubungi, Sabtu (1/9/2018). Kedua, Pramuka punya kualitas dan mental kuat dalam penanganan bencana. Melalui wadah Pramuka Peduli, Pramuka selalu dilatih untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Misalnya, dalam hal evakuasi pencarian korban, distribusi, layanan informasi, dan juga trauma healing. "Kemampuan itu secara teori dan praktik Pramuka sudah banyak menguasai. Artinya kita juga punya kualitas dan mental yang baik," jelasnya.
Ketiga, tidak hanya kualitas, tapi juga kuantitas. Pramuka punya jaringan yang kuat di setiap daerah. Jumlah anggota yang banyak menjadi modal modal besar bagi Pramuka untuk membantu masyarakat dalam penanganan bencana. "Kenapa dalam setiap bencana itu ada Pramuka, karena secara kuantitas anggota kita banyak tersebar di penjuru Indonesia dan mudah dikenali," terangnya. Meski Pramuka punya kelebihan dalam tiga modal besar itu, diakui Pramuka juga masih memiliki kekurangan. Pertama, kata dia, adalah masih kurangnya profesionalisme manajemen Satgas Pramuka Peduli. Kedua, Satgas belum menjadi bagian dari AD/ART Pramuka (legalitas). Ketiga, daya dukung peralatan dan kendaraan masih sangat minim. Berbagai persoalan baik kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki Gerakan Pramuka itu nantinya akan dibahas lebih lanjut dalam Pertemuan Nasional Satgas Pramuka Peduli yang diselenggarakan di Landasan Udara (Lanud) Atang Senjaya, Kabupaten Bogor, pada 7-9 September 2019. Relawan Pramuka se-Indonesia berkumpul untuk mendiskusikan banyak hal terkait Pramuka Peduli. (Albar)
Ketiga, tidak hanya kualitas, tapi juga kuantitas. Pramuka punya jaringan yang kuat di setiap daerah. Jumlah anggota yang banyak menjadi modal modal besar bagi Pramuka untuk membantu masyarakat dalam penanganan bencana. "Kenapa dalam setiap bencana itu ada Pramuka, karena secara kuantitas anggota kita banyak tersebar di penjuru Indonesia dan mudah dikenali," terangnya. Meski Pramuka punya kelebihan dalam tiga modal besar itu, diakui Pramuka juga masih memiliki kekurangan. Pertama, kata dia, adalah masih kurangnya profesionalisme manajemen Satgas Pramuka Peduli. Kedua, Satgas belum menjadi bagian dari AD/ART Pramuka (legalitas). Ketiga, daya dukung peralatan dan kendaraan masih sangat minim. Berbagai persoalan baik kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki Gerakan Pramuka itu nantinya akan dibahas lebih lanjut dalam Pertemuan Nasional Satgas Pramuka Peduli yang diselenggarakan di Landasan Udara (Lanud) Atang Senjaya, Kabupaten Bogor, pada 7-9 September 2019. Relawan Pramuka se-Indonesia berkumpul untuk mendiskusikan banyak hal terkait Pramuka Peduli. (Albar) 




























