Gagal Capai Target, Bridge Indonesia Hanya Mampu Peroleh 4 Perunggu

Jakarta, Obsessionnews.com - Atlet brigde Indonesia pasangan campuran (Mixed Pair) Taufik Gautama Asbi/Lusje Olha Bojoh) memperoleh medali perunggu di hari terakhir jadwal tanding cabor Bridge di Asian Games 2018 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (1/9/2018) siang, Di final 2 (terakhir) mereka harus mengakui Hsinlung Yang/Yizu Lu dan Kangwei Fan/Poya Tsai dari China Taipei (Taiwan) yang memborong emas dan perak. Dikutip Obsessionnews.com dari situs Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Sabtu, pada final 1 sebenarnya pasangan Indonesia yang sebelumnya juga sudah mempersembahkan perunggu di Mixed Team ini, dengan poin 223 memiliki peluang untuk memenangi pertandingan karena berada pada posisi kedua di bawah pasangan Thailand (Terasak Jitngamkusol/Taristchollatorn Chodcoy) yang mengumpulkan poin 235. Sementara Taiwan membuntuti di posisi 3-4. Namun pada Final 2 yang memainkan 5 sesi, kejadian menjadi berubah, justru Taiwan mampu menyudahi dengan baik dan memimpin 363 untuk pasangan yang mendapat emas dan 357 untuk perak. Beruntung Indonesia masih mampu bertahan di tiga besar dengan torehan poin 348. Dari hasil tersebut, hingga hari terakhir Sabtu ini, bridge gagal mempersembahkan target 2 medali emas, dan hanya bisa menambah pundi medali perunggu untuk Kontingen Merah Putih. Dari keseluruhan nomor yang diikuti, 4 perunggu disumbangkan, yaitu dari Super Mixed Team, Mixed Team, Men's Pair, dan Mixed Pair. "Kami mohon maaf kepada pemerintah dan semua pihak bahwa Bridge gagal mencapai target. Mentargetkan 2 emas, hanya mampu 4 perunggu. Tanpa mencari alasan apapun, saya yang paling bertanggung jawab," kata Ekawahyu Kasih, Manajer Team Bridge Indonesia sekaligus Ketum PB GABSI (Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia). Sebagai bahan evaluasi, bahwa kualitas atlet-atlet bridge Indonesia di bawah pelatih Kristov Marten asal Polandia sudah menunjukkan prestasi yang luar biasa. Hanya satu yang masih membedakan dengan negara-negara lain kompetitor di Asia yaitu China dan Singapura bahwa dari segi profesionalisme masih kurang. "Sekarang kita melawan mereka yang profesional murni saja sudah mampu bersaing. Kedepan atlet Indonesia harus berani meninggalkan pekerjaan lain dan hanya menjadi pemain bridge, yakin kita akan mampu berprestasi. Dengan prestasi atletnya sekarang maka di Asian Games 2022 bridge akan dipertandingkan di China, tantangan untuk para atlet fokus menjadi atlet profesional, berlatih dan bertanding di even-even dunia, hingga level terbaik Amerika dan Eropa," tambahnya. (kemenpora/red/arh)





























