Dwina Bawa Peruri Semakin Aktif Mendigitalisasi Bisnis

Dwina Bawa Peruri Semakin Aktif Mendigitalisasi Bisnis

Dia membuktikan loyalitas, ketangguhan, dan dedikasi hingga mencapai posisinya saat ini. Dwina membawa Peruri semakin aktif mendigitalisasi bisnis di segala lini.

Jakarta,  Obsessionnews.com - Saat nama Dwina Septiani Wijaya masuk dalam SK pengangkatan Kementerian BUMN, maka sebuah peran baru dijalaninya. “Kami sangat bersyukur Peruri mampu mencapai kinerja yang baik. Pencapaian ini merupakan kerjasama seluruh karyawan dan manajemen sebelumnya. Tugas saya adalah meneruskan penugasan ini, di atas pondasi kokoh yang sudah dibangun,” jelas Dwina yang sebelumnya merupakan salah satu staf khusus Menteri BUMN. Ibu dua putra ini memiliki pengalaman memimpin sebagai CEO di Bahana TCW Investment Management. Wanita yang memiliki nama kecil Nana ini meraih sarjana teknik sipil dan perencanaan di Institut Teknologi Bandung, Indonesia. Lalu, mendapatkan magister di Trium Emba Program, New York University, USA, London School of Economics UK, dan HEC School of Management in Paris, Perancis. Selain itu, selama dua tahun berturut-turut Dwina terpilih sebagai satu dari 100 The Most Powerful Woman by Globe Asia, yakni tahun 2008 dan 2009. Wanita kelahiran Salatiga, 8 September 1965 tersebut pernah mengomandoi Bahana Grup setelah lama bergabung sejak 1994. Dia mengawali karier sebagai portfolio manager di PT Bahana TCW Investment Management, sebagai salah satu anak usaha BPUI. BUMN yang dipimpinnya kini, Peruri juga makin aktif untuk mendigitalisasi bisnisnya. Antara lain dengan membesarkan unit bisnisnya PT Peruri Digital Security (PDS) yang belum lama ini melakukan penandatanganan akta jual beli saham PT Cardsindo Tiga Perkasa (Cardsindo) sebesar 55% dengan nilai transaksi Rp35,3 miliar di Kantor Pusat Peruri. Cardsindo merupakan anak usaha PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk., bergerak di bisnis smart card dan kartu plastik yang memiliki beberapa fitur sekuriti digital. Di samping menyalurkan pinjaman lunak melalui program kemitraan, Peruri juga rutin  memberikan program bantuan bina lingkungan di berbagai wilayah yang membutuhkan. Selain dituntut untuk mandiri dan menghasilkan profit, Peruri sebagai salah satu BUMN mempunyai kewajiban untuk memberikan bimbingan dan bantuan kepada golongan ekonomi lemah, koperasi dan masyarakat melalui Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan. Hadir Untuk Negeri melalui percepatan pembangunan daerah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan) serta penyerahan bantuan di wilayah sekitar perusahaan. Dalam pandangan Dwina, Indonesia sebagai bangsa masih memiliki banyak tantangan yang harus diselesaikan dan dibenahi, mulai dari masalah kesenjangan, ketahanan energi, pembangunan infrastruktur, akses layanan, keuangan, ataupun kualitas sumber daya manusia (SDM). SDM sangat penting. Human Development Index Indonesia memang masih relatif rendah, namun tidak boleh berkecil hati karena kita punya potensi,” ujar Dwina optimis. (Angie Diyya) Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2018