Dwia Aries Tina Pulubuhu Pacu Para Pendidik Jadi Visioner dan Agen Perubahan

Dwia Aries Tina Pulubuhu Pacu Para Pendidik Jadi Visioner dan Agen Perubahan

Mencatat sejumlah rekor di Unhas, dialah wanita pertama yang menjabat rektor. Dwia juga mencatatkan diri sebagai rektor ke-5 Unhas yang dipercaya kembali untuk memimpin di periode kedua.

Jakarta, Obsessionnews.com - Terpilih secara aklamasi melalui rapat musyawarah, menandai masa jabatan periode kedua Profesor Doktor Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, sebagai rektor Universitas Hasanuddin (Unhas). “Sekarang saya menjadi rektor untuk semua, bukan pemimpin untuk kelompok tertentu. Saya berperan untuk memberi kemaslahatan secara luas kepada masyarakat,” tuturnya. Perempuan tegas namun murah senyum ini menerapkan sejumlah konsep pendidikan yang memacu para pendidik menjadi visioner dan agen perubahan. Di antaranya, memprioritaskan peningkatan budaya akademik disertai model kerja team work. Dia pun termasuk sosok pemimpin yang terbuka baik dengan dekan, ketua lembaga, dosen maupun mahasiswa. Menurut Dwia, fokus Unhas ke depan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) adalah turut berpartisipasi secara aktif dalam membangun Indonesia di era revolusi industri kedua atau era revolusi 4.0. “Mempersiapkan peran Unhas di masa tersebut secara signifikan adalah target kami. Demikian pula dengan peningkatkan mutu akademik dengan pelayanan sistem baik. Kami ingin dapat masuk 500 besar di Asia,” tandasnya. Dari segi prestasi mahasiswa Unhas pun menorehkan prestasi gemilang menyabet medali perak di ajang International Invention & Technology Exhibition (ITEX 2018) di Kuala Lumpur, Malaysia. Di bawah kepemimpinannya, Unhas mengukir sejumlah penghargaan bergengsi. Contohnya, juara I (Gold Medal) pada lomba karya tulis ilmliah berjudul Nepelatobi: Solution for Prevention Colorectal Cancer di 8th European Exhibition of Creativity and Innovation (EUROINVENT) 2016, Lasi, Rumania. Unhas juga meraih akreditasi internasional dari ASEAN University Network Quality Assurance (AUN_QA) untuk tiga program studi. Dia menambahkan, “Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum atau PTN-BH di kawasan timur Indonesia, kami pun ditargetkan Kemenristekdikti harus bisa meningkatkan ranking di world class university,” ucap salah satu Board Member Australia Indonesia Center ini. Dia juga menerapkan kebijakan dosen junior tidak diperkenankan studi lanjutan di Unhas atau dalam negeri. Hasilnya, 80% dosen berhasil menamatkan gelar S3 dari universitas ternama di luar negeri. Unhas tengah fokus meningkatkan inovasi di bidang keunggulan kemaritiman Indonesia, sekaligus bentuk University Social Responsibility. Salah satunya adalah menginisiasi Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) bekerja sama dengan Tanri Abeng University. Difokuskan pada pengembangan peternak sapi dan nelayan rumput laut. Selain itu juga Science and Techno Park Rumput Laut berkolaborasi dengan Kabupaten Talakar dan pengembangan garam industri di Kabupaten Jeneponto. “Tak hanya itu, kami menambah beberapa prototype inovasi yang dihasilkan berbasis riset. Contohnya, kapal fiber untuk nelayan rumput laut,“ tukas ibu tiga anak ini. (Angie Diyya) Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2018