Dhias Widhiyati Diyakini Mampu Kepalai Arah Bisnis BNI Syariah ke Depan

Dia merupakan salah satu yang memainkan peranan penting dalam sektor laju bisnis BNI Syariah. Sisi pelayanan digital di berbagai lini diyakini mampu menyokong ekonomi dan bisnis syariah di masa mendatang.
Jakarta, Obsessionnews.com - Terpilih saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2017, Dhias Widhiyati diyakini mampu mengepalai arah bisnis BNI Syariah ke depannya. Bekal leadership perempuan kelahiran 1970 ini terbilang mumpuni selama tujuh tahun berdedikasi di bank berlogo 46 tersebut. Antara lain pernah menduduki CEO Region Kantor Wilayah Bandung BNI hingga SEVP Bisnis Komersial dan Menengah BNI Syariah. Selama satu tahun menjabat direktur bisnis, dia telah menginisiasi berbagai program digital, eco business, hingga kolaborasi layanan dengan sejumlah universitas. Salah satu contohnya, BNI Syariah bersinergi dengan Universitas Esa Unggul (UEU) dalam pengelolaan kas (cash management) dan fasilitas pembiayaan BNI Fleksi iB Hasanah. Kerja sama pertama BNI Syariah dengan UEU diharapkan memudahkan pengelolaan keuangan kampus dan akses pembiayaan bagi civitas academica UEU. Layanan pengelolaan keuangan kampus berbasis akad syariah ini akan diterapkan di sepuluh fakultas. Selain layanan manajemen kas, difasilitasi pula pembiayaan Fleksi iB Hasanah bagi seluruh civitas academica UEU yang berjumlah sekitar 200 orang. Dhias menyampaikan, salah satu segmen yang ingin disasar tahun ini adalah perluasan layanan Hasanah bagi universitas-universitas terbaik di Indonesia, seperti UEU. “Kami memandang universitas sebagai institusi pencetak generasi bangsa harus difasilitasi dengan layanan keuangan Hasanah, seperti visi BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner yang modern, digital, dan universal,” ungkapnya. Pada periode semester I-2018, laba BNI Syariah meningkat 23%, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Dipaparkan kenaikan ini didorong faktor ekspansi pembiayaan, peningkatan fee based income, dan rasio dana murah yang optimal. Dari sisi bisnis, perseroan telah menyalurkan pembiayaan Rp25,1 triliun atau naik 11,4% dengan kontribusi pertumbuhan pembiayaan pada segmen komersial 22%. Kemudian diikuti Hasanah Card 14,6%, SME 12,3%, konsumer 7,8%, dan mikro 2,9%. “Selain pembiayaan, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp32,4 triliun atau naik 21,5%. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 16,5% dengan jumlah nasabah total sekitar 2,6 juta. Komposisi DPK didominasi dana murah, seperti giro dan tabungan yang mencapai 52,8%. Untuk menjawab kebutuhan nasabah di era digital, perseroan yang baru berusia delapan tahun ini akan terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Selain performa keuangan yang menunjukkan grafik positifnya, BNI Syariah juga telah mengoleksi sejumlah penghargaan, bahkan di awal tahun ini. Yaitu kembali meraih Innovative Company in Digital Islamic Service and Applications untuk kategori Islamic Banking dalam ajang Indonesia Digital Innovation Award 2018. Penilaian apresiasi ini salah satunya berdasarkan kepuasan nasabah di layanan seperti e-banking, aplikasi Hasanah Personal, dan Wakaf Hasanah. (Silvy Riana Putri) Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2018




























