Desi Arryani: Keberlangsungan Bisnis Adalah Tanggung jawab Moral Generasi Selanjutnya

Keterpilihannya duduk di pucuk pimpinan Jasa Marga bukan tanpa alasan. Riwayat profesional Desi di sejumlah perusahaan plat merah lain membuktikan kekuatannya dalam memimpin ke arah yang lebih baik.
Jakarta, Obsessionnews.com - Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk Desi Arryani sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Jasa Marga pada Agustus 2016. Desi yang ditunjuk menggantikan Adityawarman bukanlah wajah baru di BUMN. Sebelumnya dia mengawali karier di PT Waskita Karya. Kinerjanya moncer hingga menduduki posisi sebagai Direktur I Operasi Waskita Karya selama tiga tahun.Pilihan pemerintah padanya memimpin Jasa Marga tidak keliru. Kecemerlangan kariernya berlanjut ketika dia berlabuh di Jasa Marga. Lulusan sarjana teknik sipil Universitas Indonesia tahun 1987 ini mampu membawa perusahaan berkinerja cemerlang. Pendapatan berhasil dibukukan sebesar Rp35,09 triliun pada 2017 atau melonjak 110,62% secara tahunan. Berdasarkan laporan keuangan 2017, pemasukan bersumber dari pendapatan tol dan usaha lainnya sebesar Rp8,92 triliun, sementara konstruksi Rp26,17 triliun. Pada tahun lalu Jasa Marga membukukan beban usaha sebesar Rp29,78 triliun, sehingga laba kotor yang dikantongi mencapai Rp5,3 triliun. Dari jumlah tersebut perusahaan ini memperoleh laba usaha sebesar Rp4,65 triliun. Setelah dikurangi beban bunga dan pajak penghasilan, korporasi pelat merah ini membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2,09 triliun. Jasa Marga dapat menjaga pertumbuhan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang pada kuartal I tahun 2018 mencapai nilai Rp1,58 triliun atau tumbuh 14,5%. Sedangkan untuk margin EBITDA sebesar 66,3% atau tumbuh 1,9% terhadap kuartal I 2017. Sempat diminta menurunkan tarif tol dan penerapan ganjil genap, performa Jasa Marga terbilang masih cemerlang dengan membukukan kinerja positif pada kuartal pertama 2018. Perusahaan yang berdiri 1978 ini membukukan laba bersih pada kuartal I-2018 sebesar Rp536,1 miliar. Angka ini naik jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017 sebesar Rp 523,4 miliar. Meski sempat mengalami penurunan volume kendaraan di beberapa pintu tol. Namun, angka tersebut berhasil diimbangi dengan volume lalu lintas dan pendapatan ruas-ruas tol baru di wilayah lain. Desi mengatakan, Jasa Marga telah menjalankan proses bisnis jalan tol sejak 1978. Sebagai pemimpin, dia harus menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan dari segala aspek di masa mendatang. “Keberlangsungan bisnis adalah tanggung jawab moral untuk generasi selanjutnya,” tutur wanita yang meraih Magister Manajemen dari Institut Manajemen Prasetya Mulya ini. Dia juga mengungkapkan tantangan mengomandoi BUMN adalah mengintegrasikan daerah satu dengan yang lain disertai sebagai sumber pemasukan negara. (Arif Rahman Hakim) Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2018




























