Darurat Gempa Lombok, Status Bencana Nasional

Darurat Gempa Lombok, Status Bencana Nasional
Oleh: Agus Sugianto (Al-Liwa Institute)
-
Polemik terkait banyak pihak yang menginginkan status bencana gempa Lombok dinyatakan sebagai bencana nasional ramai dibicarakan di sosial media. Gempa besar beberapa kali terjadi menambah jumlah korban jiwa, kerusakan bangunan dan kerugian ekonomi. Dampak gempa Lombok dan sekitarnya sejak gempa pertama 6,4 SR pada (29/7/2018) yang kemudian disusul gempa 7 SR (5/8/2018), 6,5 SR (19/8/2019 siang) dan 6,9 SR (19/8/2018 malam) menyebabkan 506 orang meninggal dunia, 431.416 orang mengungsi, 74.361 unit rumah rusak dan kerusakan lainnya. Diperkirakan kerusakan dan kerugian mencapai Rp7,7 triliun. Melihat jumlah korban dan sarana prasarana yang rusak memang sangat tepat jika lombok statusny di jadikan sebagai bencana Nasional. Namun karena penetapan bencana Nasional itu hak proregatif presiden, hingga kini belum ditetapkan sebagai bencana Nasional. Mungkin jika ditetapkan sebagai bencana Nasional, maka kucuran dana akan banyak di pos kan di Lombok. Bertepatan juga pemerintah sedang mengadakan ASIAN GAMES yang banyak menguras dana dan tenaga, belum lagi proyek-proyek infrastruktur yang mangkrak ditambah lagi biaya kampanye tahun depan. Jika bencana Lombok ditetapkan sebagai bencana Nasional, maka akan banyak sekali donatur dan tenaga medis asing serta tentara asing akan berdatangan ini akan memungkinkan mereka melaporkan segala sesuatunya tentang Lombok dan Indonesia, termasuk hal-hal negatif tentang pemerintah, termasuk anggaran bencana lombok dan penanganan pemerintah yang terkesan lambat, dunia tentu jadi tahu.ini kemungkinan yang tidak di inginkan oleh pemerintahan Jokowi. Bencana alam tanpa pandang bulu baik bencana Nasional atau bukan tetap harus ditangani dengan bijak. Sebagaimanan dikisahkan pada zaman Kekhilafan Islam terdahulu. Suatu kali di Madinah terjadi gempa bumi. Rasulullah SAW lalu meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan berkata, "Tenanglah … belum datang saatnya bagimu.'' Lalu, Nabi SAW menoleh ke arah para sahabat dan berkata, "Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian … maka jawablah (buatlah Allah ridha kepada kalian)!"
Sumber: