Sri Widowati Ingin Bantu Promosi Produk Pelaku UMKM Lewat Facebook

Sri Widowati Ingin Bantu Promosi Produk Pelaku UMKM Lewat Facebook

Mengomandoi perusahaan media sosial sekelas Facebook, Sri dituntut untuk menjaga fungsi dan kebermanfaatannya untuk kebaikan dan kemajuan masyarakat Indonesia. Bersama tim dan stakeholder negeri, dia bergandengan tangan menangkis konten-konten negatif.

Jakarta, Obsessionnews.com - Memimpin perusahaan komunikasi Facebook Indonesia merupakan kebanggaan sendiri bagi wanita bernama  . Sejak didapuk sebagai direktur Facebook Indonesia pada 2016, namanya kian bersinar. Pasalnya, dia yang memegang kendali dari seluruh kegiatan bisnis perusahaan tersebut di negara ini. Terlebih, jumlah pengguna Facebook Indonesia masuk kategori terbanyak di dunia, yaitu mencapai 115 juta jiwa. Menurunnya, jumlah pengguna Facebook yang cukup besar menjadi pasar menjanjikan untuk diolah dari berbagai sisi. Karena itu, dia bertanggung jawab untuk menjalin hubungan yang lebih kuat antara pengguna lama maupun baru. Tantangan ini tentu bukan pekerjaan mudah, sebab bermunculan kompetitor lainnya. Salah satu jalan yang ditempuh agar tidak ditinggal pengguna setianya adalah terus berinovasi. Contohnya, untuk menyaingi YouTube, Facebook membuat konten kreator video di platform-nya. Terdapat dua cara yang ditawarkan, pertama mendapat uang dari iklan lewat program Watch dari Facebook. Sedangkan, cara keduanya adalah pendapatan dari kerjasama sponsor lewat program Brand Collabs Manager. Facebook Watch sendiri biasanya digunakan untuk acara berdurasi panjang produksi media tradisional, rumah produksi, ataupun artis media sosial. Tayangan tersebut bisa diberi jeda iklan. Pendapatan iklan inilah yang akan dibagi antara Facebook maupun para pembuat konten. Melalui terobosan fitur-fitur baru yang ditampilkan Facebook, wanita yang juga kerap disapa Wido ini bertekad ingin membuka kesempatan seluas-luasnya untuk pelaku bisnis di era mobile saat ini. Misalnya, membantu promosi produk pelaku UMKM, konten edukasi, maupun menjadi wadah komunikasi. Facebook Indonesia juga terus melakukan sinergi dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk mengkurasi konten-konten negatif lewat tim khusus yang menangkal konten negatif terkait kekerasan, bunuh diri, terorisme, radikalisme, kekerasan, hingga ujaran kebencian. Cara kerjanya adalah mengandalkan gabungan teknologi machine learning dan campur tangan manusia secara manual. Selain itu, diterapkan pula teknologi geofencing, yang berbasis GPS atau Radio-Frequency Identification (RFID) untuk menciptakan batas geografis virtual. Dengan teknologi ini, Facebook akan mendapatkan laporan berkala berdasarkan hasil monitor pergerakan setiap pengguna berbasis perangkat seluler ketika memasuki atau meninggalkan area tertentu. (Subhan Husaen Albari) Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2018