Shinta Witoyo Dhanuwardoyo Perempuan Melek Teknologi yang Unggul di Indonesia

Shinta Witoyo Dhanuwardoyo Perempuan Melek Teknologi yang Unggul di Indonesia

Dikenal sebagai perempuan melek teknologi yang unggul di Indonesia, Shinta tak mudah berpuas diri. Meskipun sudah lebih dari 20 tahun berkecimpung di sektor teknologi, dia terus konsisten menajamkan kapabilitas lewat inovasi dan sharing ilmu.

Jakarta, Obsessionnews.com - Tahun 1996 menjadi tonggak permulaan Shinta Witoyo Dhanuwardoyo menggeluti bisnis digital lewat bubu.com. Perempuan kelahiran 1970 ini terbilang pelopor dalam bidang digital marketing di jejeran kaum Hawa. Kisah perjalanannya pun sudah kita ketahui bersama. Saat ini, Shinta tergabung di banyak forum, panel, komunitas, dan organisasi yaitu Silicon Valley Asia Technology Alliance (SVATA) sebuah organisasi yang menjadi jembatan antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Silicon Valley. Bubu.com yang awalnya bisnis pengembangan web mulai merambah bisnis digital agency. Tak hanya fokus membantu marketing strategi untuk perusahaan berbasis data, tetapi juga turut mengelola konten maupun media sosial milik klien. Dari lebih 300 klien yang dikelola perusahaannya antara lain Unilever, Indofood, Path, Total, Manchester United Indonesia dan Malaysia, perusahaan perbankan, hingga pelaku bisnis asuransi. “Sebagai seorang entrepreneur, kita tidak boleh mudah puas. Terus mencari inovasi baru, apalagi kalau kita punya perusahaan di bidang teknologi. Karena bisa berubah tiap detik, kita dipacu untuk terus inovasi atau nanti ketinggalan. Saya memulai dengan tidak tahu cara bagaimana membangun perusahaan digital, jadi sering terjadi trial and error. Tapi, saya percaya internet itu akan menjadi media yang sangat dahsyat. Hal itulah yang mendorong agar Bubu.com bisa menjadi lebih baik,” kata kolektor wastra Nusantara ini. Lulusan bisnis dari University of Oregon Amerika Serikat ini memang tak mudah menyerah dan berpuas diri. Salah satu dorongannya adalah keinginan menempatkan negara Indonesia di dalam peta IT dunia. Tak hanya sebagai konsumen aplikasi media sosial, melainkan pebisnis ataupun pencetus yang diperhitungkan dan disegani. Oleh karena itu, dia membidani Bubu Award sejak 2001. Jumlah kategorinya pun terus berkembang untuk merangkul lebih banyak penggiat digital marketing di Indonesia. Bahkan untuk pemenang di kategori start up akan dihadiahi kunjungan ke Silicon Valley. “Di sana, saya perkenalkan dengan network. Misalnya bertemu dengan vice presidentnya Facebook. Bisa berbincang sama head developer-nya Apple,” kata Shinta. Sulung dari empat bersaudara ini memang tergabung di banyak forum, panel, komunitas, dan organisasi, yaitu Silicon Valley Asia Technology Alliance (SVATA). Dia juga tergabung ke Angel EQ, jejaring para angel investor di Indonesia dan aktif menggelar acara-acara di bidang teknologi & digital, seperti IDBYTE yang digagasnya. Selain cakap di bidang teknologi, dia juga menaruh perhatian terhadap kaumnya. Menurut Shinta, pria maupun wanita memiliki peluang yang sama dalam bisnis maupun berkarier. Dia mendefinisikan raihan terbesar untuk seorang wanita ketika mampu menunjukkan kemampuan tanpa dipengaruhi label gender. Dia menekankan pentingnya kualitas kemampuan diri setiap individu. (Silvy Riana Putri) Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2018