Shinta Widjaja Kamdani Warisi Bakat Bisnis Sang Ayah

Shinta Widjaja Kamdani Warisi Bakat Bisnis Sang Ayah

Namanya masuk dalam jajaran perempuan berpengaruh di Asia. Dia pun merupakan ujung tombak banyak organisasi sosial yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan, masyarakat, dan bisnis di Tanah Air.

Jakarta, Obsessionnews.com - Saat diberi kepercayaan penuh untuk mengelola perusahaan, Shinta Widjaja Kamdani tidak hanya mengubah struktur perusahaan. Namun, dia juga membawa Sintesa Group menjadi perusahaan yang bertransformasi dari bisnis keluarga menjadi company yang mengadopsi manajemen profesional. Sebagai putri dari pebisnis ulung Johnny Widjaja, dia mewarisi bakat berbisnis dari sang ayah. Pada tahun 1999, Shinta kemudian merestrukturisasi kelompok usahanya dengan membentuk holding company bernama Sintesa Group. Sejak menjabat sebagai CEO, dia tak sekadar meneruskan warisan bisnis keluarga. Perusahaan diarahkan agar berkembang pesat dan mendiversifikasi bisnisnya, mulai dari consumer goods, properti, industri, dan energi. Melalui empat pilar tersebut, kelompok usaha Sintesa Group menjadi perusahaan konglomerasi yang berjuang untuk tumbuh antara 10-15% per tahun. Memiliki investasi di 18 perusahaan, dua di antaranya sudah terdaftar di Indonesia Stock Exchange (IDX), yaitu PT Tiga Raksa, Tbk dan PT Tira Austin, Tbk. Sadar bahwa dirinya berperan sebagai nakhoda yang memegang haluan perusahaan, Shinta dituntut untuk terus berpikir dinamis mempertimbangkan segala tantangan dan kesempatan yang ada. Dia berpendapat, “Bisnis adalah untuk masa depan, bukan sekadar usaha biasa yang hanya mengutamakan profit, meskipun ini tentunya penting, karena buat apa berbisnis jika tidak ada keuntungan. Namun, yang menjadi kunci ke depannya adalah bagaimana pelaku bisnis menyinambungkan antara kepentingan profit, people, dan planet. Itulah sebabnya, peta jalan bisnis Sintesa Group diselaraskan dengan tujuan bisnis yang berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals. Salah satunya melalui pengembangan energi bersih dan terbarukan yang beberapa proyeknya tengah dikerjakan perusahaannya. Misalnya, penanganan proyek properti di Sulawesi Utara yang akan dikondisikan sebagai Eco Resort. Di bidang produk konsumer, Sintesa Group memiliki anak perusahaan bergerak dalam distribusi maupun produksi supplement kesehatan berbahan natural untuk meningkatkan kualitas hidup. Sementara, di dari sisi industri fokus memproduksi komponen untuk industri otomotif, elektronik, dan lain-lain. Di luar urusan bisnis, Shinta pun aktif berperan sebagai pendiri Angel Investment Network (ANGIN), wakil ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) bidang hubungan internasional, dan ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Termasuk juga sebagai salah satu founder Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), aktif dalam Yayasan AIDS Indonesia (YAI), dan anggota Dewan Eksekutif WWF Indonesia. (Elly Simanjuntak) Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2018