Kemenag Optimis Nilai Indeks Kepuasan Jemaah Haji Tahun Ini Meningkat

Makkah, Obsessionnews.com- Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Nizar Ali optimis nilai indeks kepuasan jemaah haji tahun ini akan meningkat. Hal itu terlihat dari realisasi 10 inovasi penyelenggaraan haji yang dilakukan Kemenag. “Insya Allah dengan melihat perkembangan yang ada, 10 inovasi yang kita lakukan akan berimbas pada kenaikan nilai indeks kepuasan jemaah,” kata Nizar di sela-sela pelepasan 455 jemaah Debarkasi Palembang yang berasal dari kloter PLM-001, Senin (27/8/2018) dini hari waktu Saudi seperti dikutip Obsessionnews.com dari situs Kemenag. Menurutnya, hal ini cukup beralasan, mengingat para petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi saat bertanya kepada jemaah mendapat jawaban rata-rata menyatakan puas. Baca juga:Paling Rapi, Saudi Sangat Manjakan Jemaah Haji IndonesiaSeluruh Jemaah Diharapkan Dapat Jaga Kemabruran HajiJemaah Haji Debarkasi Palembang Awali Kepulangan ke Tanah Air10 Inovasi Sebelumnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membeberkan 10 inovasi penyelenggaraan haji 2018 saat rapat koordinasi bersama Tim Pengawasan DPR RI di Hotel Anwar Al Aseel, Mahbas Jin, Makkah, Arab Saudi, Jumat (17/8/2018). 10 inovasi Kemenag yakni pertama, percepatan keimigrasian, kedua, QR Code pada gelang jemaah untuk memudahkan identifikasi jemaah dengan menggunakan aplikasi Haji Pintar. Ketiga, penyewaan full musim untuk sebagian hotel di Madinah (akomodasi). Keempat, bumbu masakan dan juru masak dari Indonesia pada katering haji. Dan kelima, katering Makkah. “Ada penambahan katering di Makkah dari 25 kali menjadi 40 kali," kata Lukman. Keenam, tanda paspor dan koper untuk memudahkan identifikasi dan pengelompokan. Ketujuh, pengalihan porsi ahli waris. “Pengalihan nomor porsi jemaah yang wafat ke ahli waris," jelasnya. Kedelapan, pencetakan visa. “Kali ini pencetakan visa bisa dilakukan langsung oleh Kemenag," ujarnya. Kesembilan, Konsultan Ibadah. “Kami siapkan Konsultan Ibadah di setiap sektor. Ini untuk memperkuat manasik haji dan wawasan perhajian jemaah," ungkapnya. Terakhir, kesepuluh, pembentukan Pembentukan Tim Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (P3JH). "Tim ini difokuskan untuk menambah layanan kesehatan jemaah pada masa puncak," tandas Lukman. (red/arh) Baca juga:PPIH Arab Saudi Prioritaskan Jemaah Haji Sakit Pulang Lebih AwalGelombang Pertama 6.026 Jemaah Haji Akan Kembali ke Tanah AirTurunkan Paksa Jemaah Haji Indonesia di Jalan, Naqabah Diprotes!





























