Belum Setahun Sinthya Roesly Mampu Tunjukkan Kinerja Positif

Membawa perubahan ke arah positif menjadi bukti keberhasilan ‘tangan dingin’ Sinthya. Belum terhitung setahun, dia mampu meningkatkan aset dan persentase positif di arus keuangan.
Jakarta, Obsessionnews.com - Dipercaya sebagai direktur eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Agustus 2017, Sinthya Roesly mampu menunjukkan kinerja positif. Aset Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia ini terus meningkat tiap tahun. Hingga Desember 2017, aset lembaga yang berada di bawah Kementerian Keuangan ini telah mencapai Rp108 Triliun. Padahal, sejak pertama didirikan pada 2009 aset Eximbank hanya Rp8 triliun. Sebelum menjadi direktur Eximbank, perempuan berusia 47 tahun ini menjabat direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero). Kini melalui bidang ekspor, Sinthya memegang peran penting sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Lembaga ini memang dibentuk dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan pembiayaan ekspor nasional. Eximbank juga berwenang menetapkan skema pembiayaan ekspor nasional, melakukan restrukturisasi pembiayaan ekspor nasional, melaksanakan reasuransi terhadap asuransi di dalam skema, maupun menjalani penyertaan modal. Dari sektor pembiayaan, dia juga mencatatkan Eximbank telah menyalurkan kredit ekspor hingga Rp98 triliun dari semula Rp9 triliun. Sektor penjaminan juga tumbuh dari Rp300 miliar, kini bernilai Rp9 triliun. Sementara itu, sektor asuransi yang sebelumnya memiliki aset nol, kini telah beromset Rp10 triliun. Lembaga itu terus tumbuh dan menunjukkan neraca perdagangan yang tinggi. Sejauh ini, jumlah debitur terus meningkat hingga 1279 dan mayoritas para pelaku UMKM. Eximbank sendiri menyalurkan kredit untuk 50 komoditi strategis. Tujuan negara ekspor kini telah mencapai 160 negara. Dengan meningkatkan kerjasama di semua sektor, Eximbank menargetkan laba bersih tahun ini bisa tumbuh 15%. Bila merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai Maret 2018, laba bersih yang ditorehkan Eximbank mencapai Rp397 miliar. Angka tersebut meningkat 25,63% dibandingkan realisasi per Maret 2017 sebesar Rp 316 miliar. Sinthya mengungkapkan sampai akhir tahun lalu, keuntungan bersih yang diperoleh Eximbank mencapai Rp1,28 triliun. Dengan begitu sampai akhir tahun 2018, Eximbank diprediksi meraup untung sekitar Rp1,47 triliun hingga Rp1,48 triliun. Pada tahun ini, Eximbank masih mencermati potensi ekonomi global yang masih cukup menantang, termasuk di negaranegara pasar ekspor tradisional. Di samping itu, lembaga ini juga akan melakukan proses konsolidasi internal untuk meningkatkan kualitas aset dan proses bisnis. Untuk mendukung bisnis di sepanjang tahun ini, Eximbank masih akan mengandalkan sejumlah sumber pendanaan. Salah satu yang rutin dilakukan perusahaan ini adalah penerbitan surat utang. (Subhan HusaenAlbari) Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2018




























