Presiden Trump Terancam Dilengserkan

Pernyataan Michael Cohen, mantan pengacara Presiden AS Donald Trump, kembali meningkatkan potensi impeachment (pelengseran) Trump. Cohen di sebuah pengadilan di New York mengaku telah melanggar undang-undang pemilu AS dengan memberi uang suap kepada dua perempuan yang mengklaim telah melakukan hubungan intim dengan Trump. Isu tersebut menuai berbagai reaksi anti-Trump. Trump dalam wawancaranya pada hari Kamis 23 Agustus 2018 menekankan bahwa pemberian uang suap kepada perempuan yang mengklaim melakukan hubungan intim dengannya itu, tidak melanggar ketentuan tim sukses pemilu dan uang tersebut berasal dari rekening pribadinya. Trump menyebut Cohen "mengigau" di pengadilan dan melalui cara ini dia berharap dapat mereduksi hukuman dan vonis yang akan diterimanya. Jika Donald Trump tidak menjabat sebagai presiden, maka klaim Cohen akan membuka sebuah kasus hukum terhadapnya. Berdasarkan undang-undang AS, untuk saat ini Trump tidak dapat dijerat tuntutan hukum apapun dan satu-satunya cara adalah melengserkannya. Pernyataan Trump menunjukkan bahwa dia sangat mengkhawatirkan dampak dari pengakuan Cohen terhadap masa depan politiknya. Trump mengklaim bahwa impeachment dirinya akan menimbulkan gejolak di pasar keuangan dan jika dia dilengserkan maka perekonomian Amerika Serikat akan mengalami pukulan telak sehingga kemiskinan meningkat. Jika dirinya lengser, maka pasar bursa juga diklaim akan mengalami shock. Trump mengkalim dirinya tidak dapat di-impeach karena "prestasi besar" yang telah dicapainya. Jarang sekali seorang seorang presiden Amerika Serikat yang berbicara soal potensi pelengserannya. Tampaknya pernyataan reaktif Trump lebih bertujuan untuk memprovokasi opini publik soal terancamnya keberhasilan ekonomi yang telah dicapai pemerintahannya. Trump mengklaim bahwa sejak dia menjabat, Amerika Serikat mengalami pertumbuhan ekonomi cukup signifikan dan volume penciptaan lapangan kerja juga meningkat. Meski demikian, jika kasus terbaru ini semakin meningkat pasca pernyataan Cohen, maka bukan hanya akan berdampak negatif bagi kubu Republik pada pemilu pada November 2018, bahkan dengan mayoritas suara Demokrat di Kongres dan Senat, Trump berpotensi akan dilengserkan. Menurut Anthony Zurcher, seorang pengamat politik, jika DPR dan senat berada di tangan demokrat, maka Trump sudah dilengserkan. Akan tetapi untuk saat ini baik Kongres dan Senat berada di bawah kontrol Republik. Impeachment Trup berarti menggulirkan tuduhan dari pihak Kongres AS yang akan mengawali proses pengadilan Trump. Berdasarkan UUD AS, presiden, wakil presiden dan para pejabat tingi AS hanya dapat diadili jika terbukti terjadi pengkhianatan terhadap negara, menerima suap dan berbagai kejahatan lain setelah melalui proses impeachment. Proses impeachment Trump harus dimuali dari DPR dan harus mendapat suara mayoritas separuh tambah satu. Jika terpenuhi, maka akan digelar sidang di Senat. Pada tahap tersebut diperlukan dua per tiga suara anggota Senat untuk melengserkan presiden. [caption id="attachment_257749" align="alignnone" width="640"]
Mantan model Playboy Karen McDougal yang mengaku berselingkuh dengan Donald Trump pada tahun 2006. (BBC)[/caption] Jika Dilengserkan, Trump Ancam Pasar akan Anjlok Presiden Donald Trump akhirnya angkat bicara soal spekulasi pemakzulan/pelengseran dirinya dengan mengatakan langkah hanya ini akan berdampak buruk terhadap ekonomi. "Jika saya dimakzulkan, pasar akan anjlok," kata Presiden Trump dalam wawancara dengan Fox & Friends. Ia menyampaikan hal ini setelah Michael Cohen, mantan pengacaranya, menyatakan bersalah melanggar undang-undang pemilu dan dia melakukannya atas perintah Trump. Pelanggaran ini terkait pembayaran "uang tutup mulut" saat dilangsungkan kampanye pilpres 2016 oleh Cohen kepada dua perempuan yang mengatakan pernah selingkuh dengan Trump. Trump sangat jarang berbicara tentang pemakzulan atau impeachment. Sejumlah pihak mengatakan kecil kemungkinan lawan-lawan politik Trump memakzulkannya sebelum pemilu sela bulan November. Dalam wawancara ini Trump menegaskan bahwa pembayaran kepada dua perempuan yang mengatakan pernah selingkuh dengannya bukanlah pelanggaran peraturan pemilihan umum. Saat diwawancawa Fox & Friends, Trump mengatakan pembayaran tersebut dari dirinya pribadi, bukannya dari kampanye. Sebelumnya, Presiden AS ini menyangkal mengetahui pembayaran itu. Trump juga menuduh Cohen "mengarang cerita" agar mendapatkan keringanan hukuman. (ParsToday/bbc.com)
Mantan model Playboy Karen McDougal yang mengaku berselingkuh dengan Donald Trump pada tahun 2006. (BBC)[/caption] Jika Dilengserkan, Trump Ancam Pasar akan Anjlok Presiden Donald Trump akhirnya angkat bicara soal spekulasi pemakzulan/pelengseran dirinya dengan mengatakan langkah hanya ini akan berdampak buruk terhadap ekonomi. "Jika saya dimakzulkan, pasar akan anjlok," kata Presiden Trump dalam wawancara dengan Fox & Friends. Ia menyampaikan hal ini setelah Michael Cohen, mantan pengacaranya, menyatakan bersalah melanggar undang-undang pemilu dan dia melakukannya atas perintah Trump. Pelanggaran ini terkait pembayaran "uang tutup mulut" saat dilangsungkan kampanye pilpres 2016 oleh Cohen kepada dua perempuan yang mengatakan pernah selingkuh dengan Trump. Trump sangat jarang berbicara tentang pemakzulan atau impeachment. Sejumlah pihak mengatakan kecil kemungkinan lawan-lawan politik Trump memakzulkannya sebelum pemilu sela bulan November. Dalam wawancara ini Trump menegaskan bahwa pembayaran kepada dua perempuan yang mengatakan pernah selingkuh dengannya bukanlah pelanggaran peraturan pemilihan umum. Saat diwawancawa Fox & Friends, Trump mengatakan pembayaran tersebut dari dirinya pribadi, bukannya dari kampanye. Sebelumnya, Presiden AS ini menyangkal mengetahui pembayaran itu. Trump juga menuduh Cohen "mengarang cerita" agar mendapatkan keringanan hukuman. (ParsToday/bbc.com) 




























