Polana Banguningsih Pramesti Perempuan Tangguh di Kemenhub

Dua puluh tahun berkarier di bidang perhubungan dan kebandarudaraan membuktikan loyalitas, ketangguhan dan dedikasinya. Meskipun bidang yang dibawahinya tidak awam dilakukan oleh perempuan.
Jakarta, Obsessionnews.com - Sosok Polana Banguningsih Pramesti telah dikenal lekat dan capable dalam dunia perhubungan dan kebandarudaraan. Apalagi dia memiliki pengalaman dua puluh tahun bersentuhan di bidang ini. Polana pernah menjabat sebagai direktur teknik Angkasa Pura I (AP I) dan berhasil menjadikan bandara-bandara yang dibangunnya sebagai yang terbaik tingkat dunia. Salah satunya Bandara I Gusti Ngurah Rai tahun 2017 lalu. Lima tahun menjalankan amanah di AP I, alumnus fakultas teknik sipil serta magister transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB) ini diangkat sebagai direktur Navigasi Penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kemudian kepercayaan yang diberikan kepadanya pun melabuhkannya pada jabatan baru, yakni Direktur Bandar Udara. Tanggung jawabnya dalam tugas ini adalah melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, kriteria, bimbingan teknis maupun supervisi, serta evaluasi maupun pelaporan di bidang bandar udara. Di samping itu, dia memiliki visi khusus memperkuat identitas Kemenhub sebagai lembaga pemerintah pemegang otoritas dalam penyelenggaraan transportasi udara di Indonesia dengan memanfaatkan dunia digital. Di antaranya dengan pemanfaatan melalui kanal multiplatform seperti media cetak, online, media sosial termasuk digital secara efektif. Dia menuturkan, “Tidak bisa dipungkiri, di era sekarang masyarakat hidup bukan karena fakta tapi persepsi. Oleh karena itu, penting untuk mem-branding apa yang telah dilakukan oleh Kemenhub sebagai penyelenggara transportasi udara di Indonesia.” “Identitas memiliki manfaat tidak ternilai bagi Kemenhub, sebab menunjukan budaya dan kepribadian suatu lembaga dalam menjalankan tugas, fungsi, maupun bisnis. Identitas yang kuat dapat meningkatkan kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap Kemenhub, meningkatkan daya saing, hingga mampu menekan pengeluaran ataupun efisiensi,” lanjutnya. Terkait dengan 73 tahun kemerdekaan Indonesia, Polana berpendapat pada generasi pertama setelah kemerdekaan, perjuangan nyata yang dihadapi adalah menjaga kestabilan. Sementara, pada generasi selanjutnya adalah membangun perekonomian. Dalam kaitannya dengan Kemenhub, perjuangan membangun perekonomian adalah dengan merealisasikan pembangunan bandara-bandara sebagai pintu gerbang perekonomian Indonesia. Hal ini sebagai perwujudan dari Nawacita pemerintahan saat ini terutama cita ke-3, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka kesatuan. Serta cita ke-7, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor sektor strategis ekonomi domestik. Menurut Polana, pembangunan sebuah bandara merupakan penanda kehadiran negara di daerah perbatasan Indonesia, sekaligus berpotensi menumbuhkan perekonomian daerah sekitar dengan pengembangan sektor pariwisata. (Angie Diyya) Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2018




























