Integritas Olivia Surodjo di Metland Tak Diragukan

Integritas Olivia Surodjo di Metland Tak Diragukan

Integritasnya terhadap PT. Metropolitan Land, Tbk. (Metland) sudah tak perlu diragukan lagi. Memasuki tahun ke-12, ‘tangan dingin’ Olivia turut menangani sejumlah sektor di perusahaan berkode MTLA tersebut.

Jakarta, Obsessionnews.com - Ikatan Olivia Surodjo dan Metland berawal ketika dia bekerja sebagai konsultan perusahaan. Kinerjanya yang memuaskan berbuah tawaran untuk bergabung. Lulusan administrasi bisnis Universitas Simon Fraser Kanada ini meretas posisi sebagai sekretaris perusahaan pada 2006. Kemudian menjabat direktur eksekutif corporate affairs pada 2013-2016. Amanah yang diembannya terus meluas pada 2016 sebagai direktur yang membawahi berbagai divisi mulai dari operasional, legal, quality control, hingga keuangan. Master hukum Universitas Pelita Harapan ini terbilang profesional yang mumpuni ditelisik dari sikap integritas dan pantang menyerah. Meski dihadapkan pada penilaian dan analisa yang bukan dari bidang keilmuannya, dia terus belajar tanpa merasa terbebani. Direktur perempuan satu-satunya di Metland tersebut juga mengurai besarnya kesempatan dan kepercayaan para pimpinan yang diberikan kepadanya saat memulai karier di usia 20-an, sampai menjadi direktur di usia 30-an. Hal ini terbukti sejalan dengan Metland Spirit, yaitu integritas, semangat, profesional, kerja keras, entrepreneurship, dan pantang menyerah. “Lingkungan kerja di sini sangat kekeluargaan dan saling mengisi satu sama lain. Kami bersinergi sebagai satu tim, bukan per divisi. Contohnya, ketika expertise saya di bidang tersebut kurang andal, direktur yang lain dengan senang hati menawarkan kontribusinya. Saat saya unggul dalam menangani persoalan di suatu bidang, mereka tanpa sungkan melibatkan saya,” tutur perempuan kelahiran 1977 ini. Dia juga memaparkan selalu menempatkan dirinya sebagai i’m not the smartest person in the room. Komunikasi dan diskusi dua arah selalu dibangun di setiap rapat dengan tim maupun jajaran direksi. Baginya, peran tim sangat berpengaruh terhadap setiap keputusan maupun arah kebijakan yang diambilnya. Olivia mengutarakan, “Tim saya sudah paham betul pola kerja yang diterapkan, based on research, real data, dan well prepared. Ketika saya menghadapi situasi yang bukan dari keilmuan yang dipelajari, saya akan mengolahnya lewat logical senses.” Ketika perbincangan beralih ke soal pertumbuhan perseroan, dia menyampaikan, “Di tahun 2018, kami masih targetkan dobel digits growth, baik dari segi revenue maupun net profit. Namun, tidak bisa terlalu jump seperti tahun kemarin ditinjau dari beberapa aspek  kondisional, termasuk suasana menyambut tahun politik. Berkaca dari laporan Semester I-2018, dari sisi marketing sales meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Pada semester I, Puji Tuhan revenue kami naik 20% dan laba lebih dari 100%,” ujarnya. Pembukuan yang sangat memuaskan ini turut didukung oleh recurring income ataupun penjualan land plot commercial yang akan terus ditingkatkan hingga akhir tahun. Selain mengejar penjualan, Metland berkomitmen menambah cadangan lahan baru terkait kontinuitas bisnis sebagai real estate developer. Saat ini, Metland sudah diakuisisi lahan mencapai lebih dari 600 hektar. Disiapkan belanja modal senilai Rp600 miliar untuk meningkatkan perbendaharaan lahan mencapai 100-200 hektar hingga akhir tahun. “Untuk di lokasi baru, sejak Juni 2017 hingga Juni 2018 luas lahan yang dimiliki mencapai 150 hektar. Sementara itu, di Metland Cibitung tidak secepat yang di lokasi baru, namun sudah bertambah kurang lebih 20 hektar,” tukas ibu berputra satu ini. (Silvy Riana Putri) Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2018