Wow! Inflasi 1.000.000%, Mata Uang Venezuela Ambruk

Krisis Parah: Harga Daging Satu Ayam 14,6 Juta, Tisu 2,6 Juta Venezule didera krisis ekonomi parah, antara lain ditandai dengan inflasi yang meroket. Pada bulan Juli tahun ini, inflasi mencapai 82.700%. Pada Senin (20/8/2018), Presiden Venezuela Nicolas Maduro menerbitkan mata uang baru untuk mengendalikan inflasi negara itu, yang tahun ini menurut perkiraan IMF akan mencapai 1.000.000% (satu juta persen). Mata uang Bolivar Venezuela begitu ambruk nilainya jadi hampir tidak berharga, menyusul kemerosotan ekonomi yang parah. Nilai US$1 kini bisa setara lebih dari 6,3 juta Bolivar. Harga satu gulung tisu toilet adalah2,6 juta Bolivar. Harga 1 kg beras adalah 2,5 juta Bolivar. Harga daging ayam 2,4kg adalah 14,6 juta Bolivar. Padahal, Venezuela negara kaya minyak, memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Bahkan, keuntungan minyak Venezuela merupakan 95% dari pemasukan ekspor. Namun, tingkat inflasi tahunan Venezuela saat ini adalah yang tertinggi di dunia. Inflasi tinggi didorong oleh kesediaan pemerintah mencetak uang tambahan dan kesiapannya untuk secara teratur meningkatkan upah minimum guna mendapatkan kembali dukungan warga miskin Venezuela. [caption id="attachment_257523" align="alignnone" width="640"]
Harga satu gulung tisu toilet adalah 2,6 juta Bolivar. (BBC)[/caption] Pemerintah juga semakin kesulitan mendapatkan pinjaman setelah kegagalan sejumlah obligasi. Karena pemberi pinjaman semakin tidak menginginkan mengambil risiko menanam uang di Venezuela, pemerintah kembali mencetak uang, sehingga semakin menurunkan nilainya dan melonjakkan inflasi. Harga minyak telah meningkat dan seharusnya menyuntikkan dana yang sangat diperlukan pemerintah. Tetapi kurangnya penanaman modal prasarana umum berarti produksi pemerintah minyak negara PDVSA menurun, sehingga semakin sulit untuk bangkit. Menyebarnya tuduhan korupsi dan sikap tidak bersahabat pemerintah terhadap bisnis swasta juga mengasingkan calon penanam modal asing. Sejumlah negara telah mengatakan mereka tidak akan mengakui pemerintahan baru, di antaranya Brasil, Kanada, Chile dan Panama. (bbc.com)
Harga satu gulung tisu toilet adalah 2,6 juta Bolivar. (BBC)[/caption] Pemerintah juga semakin kesulitan mendapatkan pinjaman setelah kegagalan sejumlah obligasi. Karena pemberi pinjaman semakin tidak menginginkan mengambil risiko menanam uang di Venezuela, pemerintah kembali mencetak uang, sehingga semakin menurunkan nilainya dan melonjakkan inflasi. Harga minyak telah meningkat dan seharusnya menyuntikkan dana yang sangat diperlukan pemerintah. Tetapi kurangnya penanaman modal prasarana umum berarti produksi pemerintah minyak negara PDVSA menurun, sehingga semakin sulit untuk bangkit. Menyebarnya tuduhan korupsi dan sikap tidak bersahabat pemerintah terhadap bisnis swasta juga mengasingkan calon penanam modal asing. Sejumlah negara telah mengatakan mereka tidak akan mengakui pemerintahan baru, di antaranya Brasil, Kanada, Chile dan Panama. (bbc.com) 




























