PT Waskita Beton Precast Tbk Dedikasi Tiada Henti

PT Waskita Beton Precast Tbk Dedikasi Tiada Henti
Meski baru berdiri pada 2014 silam, PT Waskita Beton Precast Tbk mampu menunjukkan gaungnya sebagai perusahaan beton precast dan readymix terbesar di Indonesia. Betapa tidak, perusahaan berkode emiten WSBP ini terus mencetak kinerja gemilang dan turut andil dalam mensukseskan pembangunan bangsa. Infrastruktur akan tetap menjadi prioritas program pemerintah hingga tahun 2019. Berbagai pembangunan gencar dilakukan mulai dari jalan tol, jembatan, jalur kereta api, pelabuhan, bandara, dan lain-lain. Berdasarkan data dari Bappenas, infrastruktur tumbuh dengan nilai CAGR sebesar 25% untuk periode 20172020. “Guna mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut, kami berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia,” ungkap Direktur Utama WSBP Jarot Subana. Komitmen ini ditunjukkan melalui keberhasilan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan precast &readymix di berbagai proyek baik jalan tol, jembatan, gedung bertingkat, pelabuhan hingga revitalisasi sungai. Berbagai keberhasilan dalam menyuplai produk beton precast dan readymix ini didukung dengan peningkatan kapasitas Plant hingga 2017 sebesar 3,25 juta ton/tahun. Adapun sejumlah proyek besar yang telah diselesaikan dengan menggunakan produk precast &readymix WSBP, antara lain Jalan Tol Benoa Bali, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Gempol-Porong, Jalan Tol PejaganPemalang paket 1 dan 2, LRT Palembang, Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jalur Khusus Busway DKI, Flyover Adam Malik, Underpass Palembang, dan lainnya. Saat ini WSBP menargetkan akan selesai untuk menyuplai pada sejumlah proyek di tahun 2018, antara lain penyelesaian proyek Jalan Tol BekasiCawang-Kampung Melayu (Becakayu), proyek LRT Palembang, proyek Jalan Tol Solo-Kertosono yang sudah mencapai lebih dari 95%. Kemudian, perusahaan juga mengejar penyelesaian sejumlah proyek lainnya, di antaranya Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, Jalan Tol BatangSemarang, Jalan Tol Legundi-Bunder, Jalan Tol Cimanggis-Cibitung (CCTW) I & II, Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 3 &4, dan Jalan Tol Salatiga-Boyolali. Pengerjaan berbagai proyek tersebut juga didukung 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan, dan Keselamatan Kerja/K3. Sukses kinerja juga ditunjukkan WSBP pada Semester I/2018, yakni berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,85 triliun dan laba bersih sebesar Rp691 miliar. Pendapatan ini berasal dari Proyek Jalan Tol KLBM (Krian-LegundiBunder-Manyar), Proyek Jalan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu), Proyek LRT Palembang, Proyek Jembatan Tol Kapal Betung Seksi Ogan, Proyek NCICD (National Capital Integrated Coastal Development), Proyek Pertamina, dan Proyek lainnya. Adapun perolehan penerimaan termin hingga mid bulan Juli 2018 sebesar Rp5,26 triliun yang berasal dari Proyek Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi), Proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Proyek Jembatan Ogan Tol Kapal Betung, dan proyek lainnya. Selain itu, WSBP meraih nilai kontrak baru sebesar Rp2,97 triliun. Sehingga total Nilai Kontrak Dikelola sampai dengan semester I sebesar Rp15,93 triliun. Adapun kontrak baru ini berasal dari sejumlah proyek besar, di antaranya proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Indrapura, proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo, NCICD (National Capital Integrated Coastal Development), dan Rukan Golf Island. Jarot menuturkan kunci sukses memacu kinerja perusahaan adalah dengan mengimplementasikan berbagai strategi untuk membawa perusahaan tumbuh secara bernilai, sustainable, inovatif, dan memiliki daya saing. Sejumlah jurus jitu yang dilancarkan adalah melakukan optimalisasi bisnis eksisting, diversifikasi usaha, dan meningkatkan competitive advantages. Dari sisi SDM, perusahaan melakukan internalisasi budaya perusahaan yaitu IPTEx (Integrity, Professionalism, Teamwork, dan Excellence), penerapan gap analysis, Pelatihan soft skill dan hard skill, dan Pengelolaan MT (Management Trainee). Ada pula Program Talent Pool bagi karyawan yang memiliki kompetensi dan mampu menunjukkan kinerja yang unggul untuk ditempatkan pada posisi kunci di perusahaan. Lalu dari sisi inovasi produk dan teknologi, Perusahaan menghasilkan produk baru yang lebih unggul dari kompetitor, membangun Fasilitas produksi yang mampu mendukung inovasi produk, dan menciptakan sistem kerja yang mendukung kinerja bisnis. “WSBP tengah mengembangkan penggunaan sistem ERP (Enterprise Resource Planning). Sistem ini memudahkan user atau pengguna mudah melakukan akses dan membantu pekerjaan mereka,” terang Jarot. Lalu, pengembangan sistem GPS yang dapat digunakan untuk memantau posisi pengiriman beton dan posisi aset kendaraan dalam hal ini truck mixer. Selain itu, memgembangkan Portal WSBP yang memudahkan seluruh karyawan mengakses berbagai kebijakan perusahaan. Terdapat pula sistem digitalisasi di Bagian Keuangan Perusahaan, yakni Cash Management Berbasis Online. WSBP juga tengah melakukan pengembangan untuk Command Center CCTV Terpusat. Bertujuan untuk memudahkan dalam memonitor produksi dari jarak jauh sehari-hari dan termonitor dengan titik kamera yang kritikal dalam proses produksinya, memastikan pengelolan operasional pabrik sesuai dengan tata kelola yang ditetapkan, menjadi alat bantu investigasi kejadian insiden yang tidak diinginkan dalam bentuk rekaman video, memantau proses siklus produksi yang sesuai dengan tata cara produksi yang benar, dan menjaga kedisiplinan/kepatuhan pekerja dalam bekerja di area operasional. Ruangan Command Center ini akan dikendalikan beberapa operator/pengawas CCTV yang berada di Kantor Pusat WSBP. Penggunaan Quick Respon (QR) Code pada produk untuk memudahkan identifikasi per masing- masing produk khususnya di produk Beton Precast. Sedangkan di Beton Readymix, QRCode akan ditempelkan di surat jalan Truck Mixer. “GPS Tracking untuk Truck Mixer digunakan untuk melacak keberadaan alat angkut yang dipasang GPS. Ke depannya GPS ini juga akan dipasang pada alat angkut lainnya seperti Truck Trailer dan Dump Truck yang dimiliki WSBP,” imbuh Jarot. Tak kalah penting, WSBP juga memiliki komitmen untuk memberikan manfaat positif bagi masyarakat luas di sekitar wilayah operasional Unit Produksi melalui CSR yang berkelanjutan/sustainability, melalui implementasi program CSR, antara lain di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, sosial/kemasyarakatan, dan seni budaya. (Gia)