Prinsip Emmy Haryanti, Ibadah dan Kerja Keras

Prinsip Emmy Haryanti, Ibadah dan Kerja Keras
Jakarta, Obsessionnews.com - Mencapai target itu adalah hal biasa, kami harus dapat memberikan lebih dari yang sudah ditargetkan. Apalagi, potensi pasar syariah masih sangat luas. Itu yang dikatakan oleh Emmy Haryanti sebagai Presiden Direktur PT Bank Mega Syariah dalam menakodai perusahaannya. Terbiasa bekerja di bank konvensional, Emmy mendapat tantangan baru saat pertengahan tahun 2015 diamanahkan oleh Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung untuk memimpin Bank Mega Syariah. Dia merasa terpacu dan bersemangat membawa perusahaan yang merupakan salah satu pioner perbankan syariah di Indonesia untuk berjaya kembali. “Setiap pagi sebelum bekerja kami semua selalu mengawalinya dengan doa bersama dan tak lupa mengucapkan rasa syukur. Lalu, dilanjutkan dengan morning briefing. Mengingat kekuatan doa itu sangat luar biasa, kami percaya lewat doa dan kerja keras akan bisa mencapai target yang ditetapkan perusahaan,” ujar perempuan yang pernah berkarier di Bank Pinaesaan, Bank Jaya, dan Bank Mega ini dengan nada optimis. Prinsip bekerja adalah ibadah dan melakukannya dengan ‘hati’ dia tebarkan ke seluruh karyawan yang jumlahnya sekitar 1200. Emmy tak pernah lelah menggerakkan para stafnya untuk fokus menjalankan transformasi bisnis dari mikro ke bisnis retail dan komersial, baik dari pendanaan maupun pembiayaan. Setelah berakhirnya masa kejayaan bisnis mikro ditandai dengan memburuknya kualitas pembiayaan. Perubahan fokus bisnis dan efisiensi jumlah kantor cabang dari 300-an menjadi 67 kantor  cabang menjadi solusi untuk Bank Mega Syariah meraih kinerja terbaik dan terbukti menghasilkan profit kembali. “Alhamdulillah, kinerja Bank Mega Syariah di semester I tahun ini masih bisa tetap on track. Dana Pihak Ketiga per Juni 2018 semakin membaik dari Rp4.8 triliun di periode yang sama tahun lalu ke Rp5 triliun pada semester I-2018. Sementara, Capital Adequacy Ratio naik dari 20.89% pada Juni 2017 menjadi 22.92% di Juni 2018. Kualitas pembiayaan pun membaik, NPF dari 3.20% menjadi 2.63%. Namun, kami tidak boleh berpuas diri. Mencapai target itu adalah hal biasa, kami harus dapat memberikan lebih dari yang sudah ditargetkan. Apalagi, potensi pasar syariah masih sangat luas.” Tak hanya sukses di pekerjaan, Emmy juga tertantang untuk bisa meraih keberhasilan dalam keluarga. Memiliki anak pertama laki-laki Aldrie Hermianto yang berkebutuhan khusus terkena down syndrome tidak membuat dirinya berkecil hati. “Tidak semua orang tua diberikan titipan seperti ini. Kami sekeluarga memperlakukan dan mendidiknya sama, seperti anak umumnya. Meskipun berkebutuhan khusus, dia berhasil lulus dari Politeknik Negeri Jakarta Fakultas Manajemen Pemasaran untuk warga negara berkebutuhan khusus,” tambahnya seraya tersenyum. (Elly Simanjuntak) Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2018