Anis Anjayani, Sosok Tangguh di Balik Kesuksesan Hutama Karya

Anis Anjayani, Sosok Tangguh di Balik Kesuksesan Hutama Karya
Memasuki tahun keempat didapuk sebagai pimpinan tertinggi keuangan, Anis berhasil membawa perubahan signifikan dalam sisi keuangan. Dia menitikberatkan kerja kolektif untuk menciptakan pertumbuhan positif secara berkelanjutan. Di balik kesuksesan PT Hutama Karya dalam menciptakan pembangunan nasional terdapat sosok perempuan tangguh bernama Anis Anjayani. Segudang pengalaman menekuni pekerjaan di industri konstruksi membuat perempuan berparas ayu ini ditunjuk langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno sebagai direktur keuangan sejak 2014. Capaian demi capaian terus ditorehkan untuk mengantarkan plat merah ini sebagai salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia. Menjabat direktur keuangan di perusahaan skala nasional, tentu bukan pekerjaan yang ringan. Anis diamanahkan untuk mengelola keuangan, menyelenggarakan, dan mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan pengelolaan anggaran, akuntansi, maupun pelaporan keuangan, serta perbendaharaan di PT Hutama Karya. Perusahaan plat merah ini selalu memiliki rekam jejak yang positif dari sisi pengelolaan anggaran, begitu juga peningkatan pendapatan perusahaan. Selama kurang lebih lima tahun berjalan, Anis sudah membuktikan komitmen untuk menciptakan konsistensi pertumbuhan postif. Misalnya, hingga Juni 2018 perusahaan sudah mencatatkan hasil yang mengkilap denganlaba bersih mencapai Rp614 miliar. Angka ini naik signifikan, jika dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp361,9 miliar. Adapun total pendapatan perusahaan hingga Juni 2018 sebesar Rp9,6 triliun. Sementara, di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,1 triliun. Dengan demikian indeks pendapatan PT Hutama Karya selalu naik. Perempuan lulusan Universitas Diponegoro, Semarang ini menyadari agar perusahaan tumbuh lebih maju, tidak bisa dipasrahkan pada satu atau dua tangan manusia. Namun, butuh kerja kolektif. Sebagai pemimpin, Anis harus bisa menciptakan kolektivitas itu berjalan dengan teratur dan berkesinambungan. Karena itu, meski laba bersih yang didapat pada Juni 2018 Rp614 miliar, dia masih menargetkan pendapatan perusahan terus tumbuh mencapai Rp25,7 triliun dan laba Rp1,4 triliun. Untuk mengapai target tersebut, PT Hutama Karya menandatangani kontrak baru sebesar Rp13,3 triliun, sedangkan nilai proyek yang sudah dimenangkan sampai dengan Juni 2018 mencapai Rp15,94 triliun. Perolehan kontrak baru tersebut diperoleh dari jenis pekerjaan, seperti pembangunan jalan dan jembatan, gedung, prasarana perhubungan, properti, dan lainnya. Bahkan, dia kemudian menargetkan kontrak baru di 2018 bisa mencapai Rp21,3 triliun. (Arif Rahman Hakim)Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2018.