Warganet Imbau Jokowi Tetapkan Bencana Nasional NTB

Jakarta, Obsessionnews.com - Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali diguncang gempa. Gempa susulan dengan kekuatan 6,5 SR yang mengguncang Lombok pada Minggu (19/8/2018) siang telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan. Pusat gempa berada di darat sehingga menimbulkan guncangan keras di Lombok Timur yang paling dekat pusat gempa. Baca juga:DPR Dorong Status Gempa Lombok Dijadikan Bencana NasionalPeduli Korban Gempa Lombok, Mahasiswa Baru IAIN Pekalongan Galang DonasiFOTO Presiden Jokowi Tinjau Gempa LombokKemenkop Berikan Bantuan Bagi Penyuluh Koperasi Korban Gempa Lombok Berdasarkan data sementara yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu pukul 21.00 Wita seorang meninggal dunia karena kaget saat terjadi guncangan keras Dia adalah Ruspiadin, warga Dusun Lebak Lauk, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Kemungkinan korban meninggal akibat serangan jantung.
Satu orang mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa genteng rumah. Korban bernama Putrad, warga Dusun Karang Anyar Tengak, Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Sebanyak 97 rumah rusak berat dan 35 rumah rusak ringan.
Selain itu gempa juga mengakibatkan kerusakan kantor dan beberapa masjid. Seperti Masjid Al-Khaerat, Desa Poto Tano, Kecamatan Poto Tano, Kabuoaten Sumbawa Barat mengalami rusak pada sebagian atap masjid dan keramik yang menempel di tembok dekat mimbar jatuh/rontok. Gempa juga menyebabkan tanah longsor di sekitar Gunung Rinjani, yaitu Gunung Pegansingan dan Gunung Anak Dara. Longsor kedua gunung tersebut mengarah ke wilayah dusun Madaen Desa Sembelia, Kecanaran Sembelia. Gempa Lombok menjadi trending topic di media sosial Twitter wilayah Indonesia dengan tagar (tanda pagar) #BencanaNasionalforNTB sejak kemarin hingga Senin (20/8) dini hari WIB. Melalui tagar tersebut warganet mengimbau Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan bencana nasional NTB. "Kawan, sembari berdoa kita himbaukan kepada Yang Mulia Bapak Presiden Jokowi untuk menetapkan #BencanaNasionalForNTB agar semua koordinasi dan fokus kita untuk membantu saudara2 kita di Lombok," kicau warganet yang berakun @dapitdong, Minggu. (arh)
Satu orang mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa genteng rumah. Korban bernama Putrad, warga Dusun Karang Anyar Tengak, Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Sebanyak 97 rumah rusak berat dan 35 rumah rusak ringan.
Selain itu gempa juga mengakibatkan kerusakan kantor dan beberapa masjid. Seperti Masjid Al-Khaerat, Desa Poto Tano, Kecamatan Poto Tano, Kabuoaten Sumbawa Barat mengalami rusak pada sebagian atap masjid dan keramik yang menempel di tembok dekat mimbar jatuh/rontok. Gempa juga menyebabkan tanah longsor di sekitar Gunung Rinjani, yaitu Gunung Pegansingan dan Gunung Anak Dara. Longsor kedua gunung tersebut mengarah ke wilayah dusun Madaen Desa Sembelia, Kecanaran Sembelia. Gempa Lombok menjadi trending topic di media sosial Twitter wilayah Indonesia dengan tagar (tanda pagar) #BencanaNasionalforNTB sejak kemarin hingga Senin (20/8) dini hari WIB. Melalui tagar tersebut warganet mengimbau Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan bencana nasional NTB. "Kawan, sembari berdoa kita himbaukan kepada Yang Mulia Bapak Presiden Jokowi untuk menetapkan #BencanaNasionalForNTB agar semua koordinasi dan fokus kita untuk membantu saudara2 kita di Lombok," kicau warganet yang berakun @dapitdong, Minggu. (arh) 




























