Formula 5-5-3, Kunci Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Formula 5-5-3, Kunci Keberhasilan Penyelenggaraan Haji
Makkah -  Selama masa penyelenggaraan pelayanan ibadah haji, terdapat tiga fase penting sebagai penentu keberhasilan. Yakni fase pra-wukuf, wukuf, dan pasca-wukuf. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memperkenalkan formula 5-5-3 untuk kesuksesan tiga fase tersebut. Pada fase pra-wukuf Lukman menyebut  lima hal yang mesti diperhatikan petugas. “Kelima hal yang harus diperhatikan adalah berhentinya layanan katering dan bus salat lima waktu (salawat), aspek kesehatan jemaah, sosialisasi wukuf dan intensifkan manasik haji di Arafah termasuk prosesi di Muzdalifah dan Mina agar jemaah siap dari sisi mental dan ibadah,” ujarnya saat Konsolidasi Petugas Haji 1439 H/2018 M dalam Rangka Persiapan Armuzna, Rabu (15/8/2018) malam. Dikutip Obsessionnews.com dari situs Kementerian Agama, Kamis (16/8), disebutkan kegiatan yang dihelat di Al Wihdah 1 Tower Hotel, Jarwal, Makkah, tersebut  juga dihadiri pimpinan dan anggota DPR, Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Naib Amirul Hajj dan anggota, Konsulat Jenderal RI di Jeddah, dan pimpinan Komisi Pengawas Haji Indonesia, jajaran eselon I dan II Kemenag serta ribuan petugas haji Indonesia. Sementara  lima formula untuk fase-wukuf termasuk Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) di dalamnya, kata Lukman, yang pertama aksi sweeping (sapu bersih) jemaah yang berada di Makkah untuk seluruhnya dibawa ke Arafah pada 8 Dzulhijjah (19 Agustus). “Kita membagi keberangkatan dalam tiga waktu, yakni pagi hingga dzuhur, dzuhur hingga pukul 16.00 dan pukul 16.00 sampai pukul 18.00,” tutur Lukman. Pembagian tersebut dilakukan saking banyaknya jumlah jemaah Indonesia yang merupakan terbesar di dunia. “Petugas harus memastikan betul seluruh jemaah sudah berada di Arafah tanggal itu,” tandasnya. Masih fase-wukuf, formula kedua, setiap maktab untuk menuju Arafah disediakan 21 bus. Ketiga, fokus pada pergerakan jemaah dari Muzdalifah ke Mina, di mana setiap maktab hanya dibatasi tujuh bus. Keempat, perhatian untuk melakukan lontar jumrah. “Termasuk bagi jemaah yang akan melakukan thawaf ifadhah,” katanya. Kelima, Lukman meningatkan agar jemaah mematuhi jam-jam melontar jumrah. “Jangan sampai melanggar jam-jam larangan, karena ini merupakan peraturan dari pemerintah Saudi,” tegasnya. Berikutnya formula tiga untuk fase pasca-wukuf. “Pertama, saya meminta kepada seluruh petugas untuk kembali ke pos masing-masing. Kembali ke kondisi normal seperti sebelum fase Armuzna,” ujar Lukman. Kedua, memastikan kepulangan jemaah gelombang I yang kembali ke Tanah Air melalui 13 embarkasi. Dan ketiga, pastikan pergerakan jemaah gelombang II untuk menuju Madinah. Lukman  meyakini formula 5-5-3 ini jika dilaksanakan dengan baik maka penyelenggaraan haji Indonesia akan berjalan lancar. “Alhamdulillah sejauh ini penyelenggaraan kita dinilai berhasil oleh banyak pihak,” katanya. Ia menambahkan, pada tahun ini jumlah petugas seluruhnya ada 4.520 orang yang terdiri dari 2.535 petugas kloter, 755 petugas non-kloter, dan 1.230 petugas pendukung. “Inilah sejarah penyelenggaraan haji yang didukung jumlah petugas terbesar,” pungkasnya. (red/arh)   Baca juga:Bukan Termasuk Wajib Haji, Pemerintah Tidak Fasilitasi TarwiyahIni Cara Menteri Lukman Pantau Pelayanan Jemaah HajiMenag: Kesehatan Merupakan Jantung Pelayanan Jemaah Jalani Ibadah HajiArab Saudi Harap Indonesia Tularkan Manajerial Haji  Arab Saudi Puji Penyelenggaraan Haji Indonesia